Azzura: The Fight Of The Tough Lady

Azzura: The Fight Of The Tough Lady
41. Azzura Kesal


__ADS_3

Azzura sedikit menjauh ketika ada seorang laki-laki yang menggedor pintu taksi dengan tidak sopan. Dia melihat orang itu secara seksama. Rubby pun mengikuti tatapan Azzura. Mereka sama-sama kebingungan, masalah dengan partner bisnis Hugo sudah selesai, lalu apa yang orang-orang ini lakukan, apakah mereka juga orang yang ingin membalaskan dendam kepada Hugo, tapi kenapa dia yang menjadi sasaran. Sangat aneh dan menyebalkan.


"Non jangan keluar, biar saya telepon polisi saja!" ucap sopir taksi kepada Azzura ketika dia melihat Azzura ingin keluar dari dalam mobil. Azzura hanya tersenyum, meminta sopir taksi untuk tenang karena dia yakin kalau dia akan baik-baik saja.


"Tapi Non!"


"Udah gak papa Pak. Saya adalah ras terkuat di bumi. Bapak gak usah khawatir!" Azzura sempat-sempatnya tertawa padahal diluar gedoran dari orang itu semakin lama semakin brutal.


Klek!


Dak!


Brukkkkk!


Azzura melotot ketika melihat orang itu terkapar di atas trotoar. Dia melirik ke belakang, dan orang-orang dengan tubuh tinggi tegap serta setelan hitam dan earphone di telinga mereka semakin mendekat ke arah orang yang tadi ingin mengganggunya.


Azzura keluar dari taksi, dia sengaja membiarkan Rubby di dalam karena takut Rubby terluka, meskipun Rubby bukan hewan sungguhan, tapi tetap saja Azzura khawatir akan keselamatan anjing kesayangannya itu, sekalipun Rubby seumpamanya hanya seekor anjing yang bisa tiba-tiba menghilang, lebih baik menjaganya daripada membiarkan dia pergi.


Gadis cantik itu bersandar pada pintu mobil sembari berpangku tangan. Memperhatikan orang-orang yang sedang berkelahi hingga membuat beberapa pejalan kaki berkerumun karena ingin menyaksikan aksi hajar menghajar malam itu. Sesekali Azzura meringis ketika orang-orang yang dia yakini sedang menolongnya, menghajar orang-orang brengsek itu tanpa ampun.


"Eissshhhhhh, berapa gigi yang rontok!" gumam Azzura meringis.


"Stop!" Azzura menghentikan dua lelaki yang menggunakan setelan hitam. Dia mengambil tongkat bisbol di tangan salah satu lelaki tersebut.


Bughhhhh!


Lelaki itu melotot menahan sakit ketika Azzura memukul pantatnya cukup keras. Dia meminta penjelasan kepada Azzura dengan tatapan bingungnya namun Azzura malah menyuruh lelaki satu lagi untuk mendekat.


Bughhhhh!

__ADS_1


Lelaki itu menggembungkan pipi menahan sakit di pantatnya akibat pukulan dari Azzura. "Apa yang kalian lakukan hah? Pria sejati tidak akan memukuli orang yang sudah sekarat."


Azzura melangkah mendekati 3 laki-laki yang sudah terkapar tidak berdaya dengan wajah penuh luka dan juga mulut yang mengeluarkan banyak darah.


"Siapa kalian? Apa yang kalian lakukan di sini? Apakah ada yang meminta kalian untuk menyerang ku?" tanya Azzura dengan wajah dinginnya. Dia menekan salah satu dada lelaki itu menggunakan tongkat bisbol yang dia pegang.


"Jawab atau tongkat ini akan menembus tulang rusuk kalian dan menghancurkan paru-paru juga jantung kalian yang tidak lama lagi akan berhenti berfungsi."


Lelaki itu menggeleng dengan cepat, dia tidak menjawab hingga Azzura kembali menambah tekanan pada tongkat bisbolnya.


"Baiklah, jika kalian masih tidak ingin menjawab, aku akan memecahkan kepala kalian!"


Azzura mengangkat tongkat bisbolnya tinggi-tinggi sembari menatap orang-orang itu dengan tatapan menyeringai.


"Yī ... èr ... sān ...."


Bughhhhh!


"Kemarilah!" titah Azzura pada para bodyguard yang sebenarnya adalah orang-orang suruhan Aaron.


Dua orang itu mendekat ke arah Azzura, mereka berjalan agak sedikit ngilu di pantat, namun mereka tetap berusaha untuk bersikap seolah semuanya baik-baik saja.


"Aku tahu kalian adalah orang-orang suruhan Tuan, aku maafkan kalian untuk saat ini, tapi jika lain kali masih mengikuti ku, katakan pada Tuan kalian kalau aku akan benar-benar pergi meninggalkannya! Dan satu hal lagi, bawa mereka ke tempat kalian. Interogasi mereka sampai mereka mau mengatakan segalanya!"


"Ba-baik Nyonya!" kedua bodyguard itu membungkuk ke arah Azzura, wanita cantik itu kembali masuk kedalam mobil dengan wajah ditekuk masam.


"Bodoh!" geram Aaron ketika mendengar apa yang Azzura katakan dibalik earphone yang dia kenakan. "Tapi mereka juga tidak salah, jika aku jadi bodyguard itu, aku juga akan melakukan hal yang sama untuk melindungi mu Azzura!"


Aaron mengepalkan kedua tangan, dia menghembuskan napas kasar beberapa kali. Istri kecilnya itu sangat sulit untuk dipahami. Aaron hanya melakukan ini untuk melindunginya, lalu apa yang salah.

__ADS_1


"Kita pulang sekarang Beck!"


"Baik Tuan!"


Erland menggelengkan kepala. Demi seorang wanita Aaron yang tadinya akan tinggal beberapa hari di Thailand malah akan pulang bahkan sebelum mereka bermalam di sana. Laki-laki arogan ini benar-benar tidak terduga.


Azzura masuk kedalam rumah dengan langkah lunglai. Dia tidak bisa mengerti akan sikap Aaron padanya. Kenapa Aaron harus mengekang Azzura, bahkan status yang mereka jalani saja tidak jelas, lalu dia harus bersikap seperti apa. Selama ini Azzura sudah cukup bersabar menerima sikap gila Aaron yang overprotective. Jika satu kalimat keluar dari mulutnya, mungkin Azzura tidak akan sekesal ini.


"Nyonya, Anda darimana saja. Kami sudah menunggu Anda sejak tadi!"


"Aku keluar sebentar Pak Lim. Tidak usah mencemaskan Tuan, dia sudah tahu aku pergi!"


Azzura kembali melangkah, menaiki anak tangga meninggalkan para maid dan Lim yang masih diam, mereka sangat takut kalau Aaron akan marah, laki-laki itu tidak akan berani menghukum mereka dengan cara macam-macam, tapi mendengar suara dingin Aaron saja mereka sudah gemetaran.


"Bagaimana ini Pak Lim? Apa yang harus kita lakukan?" Seorang maid menggoyangkan tangan maid satunya karena gugup.


"Sudahlah! Kita kembali ke tempat kita. Nanti saat Tuan pulang, kita pergi untuk meminta maaf padanya!"


"Baik Pak Lim!"


Para Maid itu pergi meninggalkan Lim, sedangkan orang itu sendiri masih bergeming, menatap pintu kamar Aaron dan Azzura yang sudah tertutup rapat.


"Sebenarnya hubungan seperti apa yang kalian jalani, Tuan, Nyonya, kenapa semuanya terlihat sangat rumit!"


****


Azzura menghembuskan napas kasar beberapa kali, dia berbaring terlentang masih dengan pakaian yang sama, sepatunya masih belum dia lepas, begitupun dengan jaket yang dia kenakan. Kenapa meskipun dia sangat kesal kepada Aaron, dia tidak bisa membenci laki-laki itu. Hatinya menolak untuk marah, dan otaknya malah mengatakan kalau dia sangat merindukan Aaron.


"Cinta itu seperti bunga mawar Rubby, jika tidak ada duri, rasanya tidak akan lengkap."

__ADS_1


Hai Guys, jangan lupa like dan komen ya. Maaf kalau halu Author terlalu gabut. 😭😭. Sehat terus untuk kalian semua. Jangan lupa bahagia.


__ADS_2