Azzura: The Fight Of The Tough Lady

Azzura: The Fight Of The Tough Lady
Bab 50. Kontrak Seumur Hidup


__ADS_3

"Maaf Nona, Anda tidak boleh mendekati Nyonya Azzura!"


Bert menghadang Gardenia dengan tubuhnya, ia tidak bisa membiarkan Gardenia terus mengganggu Azzura karena dia sudah sangat paham bagaimana liciknya Gardenia, wanita di depannya ini manipulatif, selain pandai berakting, dia juga sangat bisa memutar balikkan fakta dengan mudah.


"Biarkan saja Bert. Aku tidak keberatan!"


"Tapi Nyonya!"


"Cih, kau itu cuma pengawal! Kenapa kau sangat sombong!" Gardenia mendorong Bert kemudian duduk di hadapan Azzura. Matanya memindai tampilan Azzura dari atas sampai bawah, setelah menikah dengan Aaron, banyak yang berubah dari adik tirinya itu, dulu Azzura tidak semodis ini, dan wajahnya juga selalu terlihat lelah. Namun sekarang, sepertinya Azzura terlihat lebih baik. Wajahnya bercahaya dan auranya juga sangat berbeda, lebih kuat dari aura Azzura sebelumnya.


"Apa yang kau inginkan?" ketus Azzura sembari membolak-balik buku menu, mencari makan penutup yang bisa dia makan. Eskrim di restoran itu terlihat begitu menggoda, selain tersedia dalam berbagai ukuran, eskrimnya sangat berpariasi dan sangat menggugah selera.


"Mbak aku pesan ini aja ya!" Azzura menunjuk sebuah wafel dengan toping ice cream coklat dan taburan almond.


"Baik Kak, apa ada yang lain?"


"Eummm, sama air mineral aja. Bert kau mau tidak ?" Azzura menoleh kepada Bert yang sedang menekuk wajahnya masam.


"Tidak Nyonya."


Azzura menipiskan bibir dan kembali fokus pada pelayan. "Dia tidak perlu, kakak ku ini alergi makanan mahal Mbak!" Ekor matanya melirik ke arah Gardenia yang terlihat kesal. Memangnya dia harus memesankan wanita itu makanan, tidak harus sepertinya.


"Baik Kak, mohon tunggu sebentar!"


"Azzura! Kau itu benar-benar sangat sombong, apa karena menikah dengan Kak Aaron kau menjadi sangat congkak seperti ini? Ingat Azzura, yang harusnya ada di posisi itu adalah aku, bukan kamu. Kau menikah dengan Kak Aaron atas balas kasihan dariku, jika aku tidak memberikan Aaron padamu, kau tidak akan menjadi apa-apa. Selamanya hanya akan menjadi pelayan di bar. Aku sendiri heran, kenapa Aaron tidak malu menikahi gadis penghibur seperti mu!"

__ADS_1


Bert ingin menarik lengan Gardenia namun Azzura kembali menahannya. Wanita bernama lengkap Azzura Aurora Robert itu mencondongkan tubuh dengan kedua tangan menyangga rahangnya, senyum di bibir mungilnya tercetak sangat indah.


"Kau tahu Kak, Kak Aaron itu sangat bersyukur karena tidak jadi menikahi mu. Dan satu hal, sekalipun aku hanya pengantin pengganti, tetapi lelaki yang kau buang itu sangat mencintaiku. Dia rela memberikan apapun untuk ku, mengalihkan nama asetnya kepadaku, membiarkan aku sekolah lagi, dan yang paling penting, aku memiliki ini!" Azzura memperlihatkan black card yang pernah Aaron berikan padanya. Bukan cuma satu, tapi ada 3 karena setiap kartu memiliki tugasnya masing-masing.


"Hahaha, untuk apa harta yang berlimpah kalau suamimu buta Azzura, kau hanya akan menjadi perawat, dia hanya ingin menjadikan mu sebagai pelayan nya."


"Siapa bilang aku akan menjadikan dia sebagai pelayan ku, aku bisa hidup mandiri Gardenia, aku tidak membutuhkan bantuan dari orang lain. Jangan mengatakan hal-hal sampah, aku bukan barang buangan mu, justru kaulah kotoran yang sengaja aku bersihkan agar tidak menggangu kehidupan ku dan istriku."


Azzura tersenyum ke arah suaminya. Segera dia memeluk lengan Aaron sembari menatap Gardenia dengan tatapan mengejek. "Suamiku sangat kaya Gardenia, dia bisa memberikan apapun yang aku mau, liburan keluar negri? Jalan-jalan menggunakan pesawat pribadi, dan jangan lupakan tentang rumah kalian yang tercatat atas namaku."


Gardenia menggeram, ia mengepalkan kedua tangannya kuat. Gardenia tidak mungkin bisa melawan Azzura sekarang. Dia tidak akan menang dan malah akan semakin terpojok.


"Dasar tidak tahu diri. Sudah hidup menumpang tapi tidak tahu terima kasih." Gardenia melengos pergi meninggalkan Gardenia dan Aaron dengan wajah memerah padam.


Azzura mengangkat kedua bahunya acuh, dia tidak perduli, Azzura juga sangat tahu jika selama ini Aurora hidup atas jiripayahnya sendiri. Meskipun Aurora tinggal di rumah Gardenia, dia tidak mendapatkan itu semua secara gratis, banyak hal yang dia lakukan. Perlakuan ibunya dan Gardenia pada Aurora sangat tidak beradab. Mereka seperti sengaja menjadikan Aurora sebagai pelayan, Aurora harus bangun lebih pagi untuk menyiapkan sarapan, sorenya dia akan membersihkan rumah dan terus seperti itu.


"Iya Tuan!"


"Heiiii!" Azzura mendorong tubuh Aaron. "Jangan lakukan itu, aku hanya bercanda. Aku tadi hanya ingin membuatnya menyesal karena sudah menolak mu dengan cara seperti itu Kak. Aku berani bersumpah kalau aku tidak menginginkan apapun selain Kakak. Aku tidak butuh semua itu Kak."


"Aku tidak memberikan itu secara percuma Sayang, kau harus meneken kontrak perjanjian yang akan kita lakukan!"


Kening Azzura mengkerut mendengar kata perjanjian kontrak. "Maksud Kakak bagaimana?"


"Bawa kemari Beck!"

__ADS_1


Beck menyerahkan sebuah dokumen kepada Azzura, wanita cantik itu mengambilnya.


"Buka dan bacalah, setelah kau membaca isinya, kau harus menandatangani itu."


Awalnya Azzura hanya menurut, namun ketika dia membaca seluruh kalimat yang ada di dokumen tersebut, Azzura di buat melongo tidak percaya.


Isi dokumen tersebut adalah perjanjian kontrak pernikahan, Aaron akan menyerahkan semua aset yang dia miliki kepada Azzura dengan syarat Azzura tidak boleh meninggalkannya seumur hidup. Dan jika Aaron yang melakukan itu, maka Aaron akan pergi dengan tidak membawa apapun. Dia akan jatuh miskin.


"Tuan aku tidak bisa menandatangani ini!"


"Nyonya, kau tidak bisa menolak, semuanya sudah di atur Tuan sejak lama, sebaiknya Anda tandatangani itu sekarang juga."


"Apa kau takut tidak bisa setia Ara?"


Azzura mengibaskan tangannya di depan wajah Aaron, buru-buru dia mengambil pulpen di tangan Beck kemudian menandatangani surat perjanjian tersebut.


"Good girl!" Aaron mengusap kepala Azzura dengan senyum lebar.


****


"Apa klien Kakak yang tadi itu adalah orang yang mengurus semua dokumen ini?" Tanya Azzura sembari memasukan eskrimnya ke dalam mulut.


"Iya, aku sengaja membuat perjanjian ini karena aku takut kau akan pergi dengan pria itu. Kau boleh berteman dengannya Ara, tapi jarak minimal yang harus kau patuhi adalah 1 meter, jika kurang dari itu maka Bert akan menghajarnya untuk ku."


Azzura tertawa mendengar ucapan suaminya. Sebegitu takut Aaron kehilangan dia sampai Aaron membuat jarak yang tidak akan bisa diganggu gugat. Azzura tidak masalah untuk ini, namun entah akan seperti apa nasib Zhan jika dia sampai tidak sengaja mendekatinya dengan jarak kurang dari satu meter.

__ADS_1


"Kak, kau adalah laki-laki terbaik yang pernah aku temui, aku berjanji kalau aku tidak akan pernah terpikat laki-laki lain. Kakak saja sudah cukup untuk ku. Kakak tidak perlu khawatir."


"Aku percaya padamu Baby!"


__ADS_2