Azzura: The Fight Of The Tough Lady

Azzura: The Fight Of The Tough Lady
68. Memulai Misi


__ADS_3

Erland tersenyum menyeringai ketika memasuki ruang rapat. Dia yang sudah mengumpulkan banyak hal untuk menjatuhkan Aaron kini mulai semakin percaya diri. Sebenarnya Erland sudah menunggu ini sejak lama. Membuat Aaron rugi, bangkrut dan mendepak Aaron ke jalanan adalah cita-cita Erland sejak lama.


Semua orang telah duduk di kursi mereka masing-masing. Dan beberapa detik kemudian, Aaron masuk ke ruang rapat bersama dengan Beck di sampingnya. Lelaki itu terlihat sangat gagah. Ya, seorang Aaron, kapan dia tidak gagah....


"Jika semuanya sudah siap. Katakanlah apa yang ingin kalian sampaikan. Aku mendengar jika ada beberapa pemegang saham yang hendak protes. Sekarang aku memberikan kalian kesempatan. Kalian bebas berpendapat dan aku hanya akan mendengarkan," ucap Aaron menatap Erland dari balik kaca mata hitam yang dia kenakan.


Ruangan itu mulai riuh. Aaron memberikan isyarat kepada Beck untuk memperhatikan segala sesuatu yang ada di sana. Yang paling penting, jangan sampai mereka lengah untuk orang seperti Erland. Sebenarnya di sini pun Erland duduk di pojok ruangan karena statusnya memang hanya seorang sekertaris.


"Kami semua meragukan kinerja Anda selama beberapa tahun terakhir ini Tuan, setelah Anda mengalami kecelakaan, kami menemukan bahwa kenaikan saham di perusahaan ini semakin lama semakin menipis. Apakah ini karena Anda sekarang sudah tidak bisa melihat? Ma-afkan kami jika kami lancang. Kami hanya mengkhawatirkan nasib saham kami Tuan."


Aaron tersenyum kecil. "Lanjutkan!"

__ADS_1


Semua orang mendapatkan giliran untuk menyampaikan pendapat mereka. Dan pada akhirnya Aaron mengetahui sesuatu, pembicaraan orang-orang ini hampir sama, seolah mereka sudah membuat skrip, tidak ada satu pun pemikiran mereka yang bertentangan.


"Jadi apa yang kalian inginkan?" Aaron masih pura-pura melembut di sini. Dia kembali melirik Erland yang sedang tersenyum cerah di pojok ruangan itu.


"Kami ingin Anda mundur di posisi Anda Tuan."


Gelak tawa terdengar dari mulut Aaron. Semua orang mulai bergerak gelisah. Mereka tahu jika Aaron ini bukan tipe orang yang suka berbaik hati pada orang lain yang lancang. Mereka tentu saja sangat gugup. Meskipun Erland sudah memberikan sesuatu yang sangat berarti untuk mereka, namun tetap saja. Ketika melihat wajah Aaron, mereka semua seperti tidak membutuhkan barang itu.


Erland terbengong. Setahu dia, dia sudah merubah posisi duduk. Erland yang biasanya duduk di pojok kanan, hari ini memilih untuk duduk di pojok kiri.


"Tuan kau!" Erland berdiri dengan mata membulat sempurna.

__ADS_1


Semua orang mengikuti arah pandang Erland. Terlihat Aaron yang saat ini sedang membuka kaca mata hitamnya. Dia menatap mata Erland dengan tatapan tajam. Tak lupa sebuah senyuman Aaron berikan pada sekertarisnya tersebut.


"Tuan! Kau!"


"Kenapa? Kau tidak senang jika aku bisa melihat lagi? Apa rencana mu gagal? Haruskah aku pura-pura buta lebih lama lagi? Sampai kapan? Sampai kapan kau butuh waktu untuk menghancurkan perusahaan ku?"


"Tu-tuan aku ... apa yang Tuan bicarakan?"


Aaron kembali tertawa. Dia menatap deretan orang-orang yang ada di sana dengan tatapan aneh. Orang-orang itu hanya bisa menunduk dengan segala keterkejutan yang mereka rasakan. Aaron yang selama ini buta ternyata hanya pura-pura. Dan bodohnya mereka malah berada di pihak Erland dan bekerja sama dengan orang itu untuk menggulingkan Aaron. Ini benar-benar tidak masuk akal.


"Tunjukan semuanya Beck!"

__ADS_1


"Baik Tuan!"


__ADS_2