
Sudah seminggu sejak Azzura dan Aaron tidak saling menyapa. Mereka sama-sama bungkam. Sebenarnya hanya Azzura yang diam karena Aaron masih berusaha untuk tetap memperhatikan Azzura serta mencari-cari cara untuk mendekati gadis itu. Azzura dengan teganya tidur dikamar tamu sedangkan Aaron tidur di kamar mereka, ke kampus tidak ingin di antar dan lebih memilih untuk pergi menggunakan motor sport berjenis Bugatti milik Aaron.
Brukkkkk!
Aaron melemparkan sebuah map pada tubuh Erland. Laki-laki itu menghembuskan napas kasar beberapa kali. Sungguh, semuanya tidak berjalan lancar semenjak Azzura mendiaminya. Siapa yang tidak tersiksa jika mendapat pelayanan tanpa suara, Azzura masih sering memasak untuknya bahkan dia juga sering menemaninya makan. Tetapi yang membuat Aaron kesal adalah Azzura yang diam membisu seperti patung hidup. Beberapa cara sudah Aaron lakukan untuk membuat istrinya berbicara. Namun tak satu pun yang berhasil. Semuanya percuma.
"Kau periksa lagi itu dengan benar Erland. Kau ingin membuat perusahaan ku bangkrut atau bagaimana. Masalah kita yang di Thailand saja belum beres, kenapa kau sudah menawarkan kerja sama dengan perusahaan tidak berbobot seperti itu. Aku sudah bilang, jangan membuka peluang untuk perusahaan-perusahaan yang bermasalah. Apa kurang paham dengan apa yang aku maksud!"
Aaron menggeram sangat kesal. Dia membuang muka dari Erland. Laki-laki itu hanya mengangguk mengiyakan, sudut bibirnya tertarik ke atas melihat kegelisahan yang sedang tuannya alami. Erland sangat tahu jika Aaron marah bukan karena masalah dokumen yang dia serahkan saja. Tapi ada hal lain yang membuatku lebih frustasi. Sikapnya selama satu Minggu ini sudah tidak wajar, Aaron memang pemarah, tapi baru kali ini Erland melihat Aaron marah bahkan hanya karena masalah kecil yang sebenarnya tidak terlalu berarti.
"Maafkan saya Tuan, saya akan segera menghuni pihak mereka."
"Pergilah!" titah Aaron singkat nan padat.
Erland mengangguk mengiyakan. Dia keluar melewati pintu masih dengan bibir sedikit berkedut. Habislah Aaron hari ini. Erland sudah mempersiapkan sesuatu yang sangat indah untuk membuat hari-hari Aaron semakin menyenangkan.
"Tuan. Ada kabar darurat!" Beck masuk dengan napas terengah-engah. "Tuan Nyonya Azzura dalam bahaya. Beberapa orang yang tidak dikenal membuntuti Nyonya. Sekarang mereka sedang mengejar Nyonya Tuan."
Brakkkkk!
Aaron menggebrak meja sangat kuat hingga Beck terperanjat karena terkejut.
"Sekarang dimana dia?"
"Agak jauh Tuan, tapi orang-orang kita sudah berusaha untuk mengejar Nyonya!"
Aaron mengambil tongkat dan langsung meluncur keluar dari kantor dengan wajah dingin super menyeramkan. Dia meminta Beck untuk menginjak pedal gas semakin dalam. Mereka sama-sama khawatir, apalagi Azzura mengenakan motor, akan sangat sulit untuk menghindari serangan senjata tajam dari musuh.
"Apa masih jauh Beck!" tanya Aaron yang sudah bergerak gelisah sejak tadi.
__ADS_1
"Masih 1 kilometer Tuan!"
"Shiii*!" Aaron menonjok sandaran kursi Beck dari belakang. Lagi dan lagi Beck dibuat jantungan. Dia diperintahkan untuk mengebut namun Aaron malah mengganggu konsentrasinya.
****
10 menit yang lalu di kampus tempat Azzura menimba ilmu.
"Aku pulang duluan Kak Zhan!" ucap Azzura melambaikan tangan lalu menutup kaca helem full face nya kemudian melesat pergi menjauhi area kampus. Gadis itu bahagia karena selama seminggu ini tidak mendapat harapan-harapan palsu dari Aaron, laki-laki itu juga tidak mengganggunya saat dia mulai dekat dan berteman dengan Zhan.
"What?" Azzura mengerutkan kening ketika melihat beberapa motor sport lain seperti sedang mengikutinya dari belakang, dia sedikit membuka kaca helemnya, menoleh ke belakang beberapa kali.
"Breng sek!" Azzura semakin menarik gas motornya hingga suara menggelegar dari motor itu menimbulkan kebisingan yang luar biasa. Azzura tersenyum kecut. Ini benar-benar sangat menyenangkan, dia bisa sedikit menghilangkan bayangan Aaron ketika sedang menghadapi masalah besar seperti sekarang.
"Baiklah jika kalian ingin bermain dengan ku, aku akan membawa kalian ke tempat yang sangat indah."
"Maju!" Seseorang seperti mengarahkan anak buahnya menggunakan isyarat untuk lebih mendekat ke arah motor Azzura. Bukan cuma Azzura, tapi mereka juga senang karena milik lawan yang sepadan.
Azzura berbelok di persimpangan. Gadis itu memilih jalan yang lebih sempit untuk mengecoh para musuh. Dia sepertinya memang sudah sangat lihai dan pandai. Orang-orang yang ada di dalam mobil sudah sangat gelisah melihat Azzura membawa motor ugal-ugalan. Tapi mereka juga sangat kagum karena dia terlihat seperti pembalap profesional.
"Terima ini!" Azzura seperti akan lurus namun detik berikutnya dia berbelok mengikuti jalan.
Brakkkkk!
Motor dibelakang Azzura menubruk pembatas jalan dan terperosok kedalam jurang cukup dalam.
"Yes!" Azzura mengepalkan tangannya. Kini hanya tinggal 3 motor yang mengikuti dia karena 2 motor lainnya sudah tumbang.
Laju motor itu menembus jalanan yang cukup sepi. Azzura memperhatikan setiap area itu dengan sangat teliti. Saat ini tidak terlalu banyak mobil yang berlalu lalang karena dia seperti mengikuti sebuah jalanan yang menuju perbukitan. Sepertinya itu adalah jalan menuju bukit yang dibuat pemerintah untu sebuah kawasan wisata yang belum selesai.
__ADS_1
*Halu*
"Rubby tolong aku. Kau melihat aku kan. Sekarang katakan padaku apa yang ada di ujung jembatan sana!" Azzura berusaha untuk berkomunikasi dengan sistem miliknya. Setahu Azzura dia bisa berkomunikasi dengan anjing itu meskipun jarak mereka sangat jauh.
"Ujung jembatan itu adalah tebing yang langsung terhubung pada laut Bos. Sebaiknya kau putar arah jika tidak kau tahu sendiri akibatnya akan seperti apa!"
Azzura masih tidak berhenti, jika dia berputar balik, dia akan kembali bertemu dengan orang-orang itu, tapi jika dia sampai terjun ke laut, dia juga pasti akan mati.
"Rubby, mereka membawa senjata api. Kau tahu, jika aku berbalik aku juga pasti akan mati."
"Tapi kemungkinan untuk hidup masih ada Bos. Jangan gegabah. Aku tidak akan bisa menolong mu jika kau mati di sana!"
"Shi**!" Azzura mengumpat, dia benar-benar bingung harus melakukan apa.
"Oke Rubby. Kau berdo'alah. Aku yakin aku akan baik-baik saja!"
"Bos apa yang ingin kau lakukan!" terdengar teriakan Rubby yang menggema di telinga Azzura. Wanita cantik itu tidak perduli. Dia memperlambat laju motornya agar bisa lebih dekat dengan orang-orang itu. Dan ketika perhitungannya tepat. Satu orang hendak menarik jaketnya namun Azzura bisa menghindar.
Kittttt!
Suara ban motor dan jalanan itu terdengar sangat jelas. Azzura dan motornya terguling, wanita cantik itu seperti sedang meluncur di atas permukaan lantai ice. Azzura berusaha untuk meraih motornya. Dia mendorong motor sportnya seperti sedang melempar bola di landasan bowling. Dan ketika dia melakukan itu, ketiga motor yang hendak berhenti didepannya terbabat habis, membentur dinding pembatas hingga dinding itu ambruk. Keempat motor itu hancur berkeping-keping sedangkan orang-orang tadi masih melayang dan .....
Byurrrrrrrrr
Azzura menancapkan tangannya pada semen di jalanan namun karena tubuhnya meluncur terlalu cepat, Azzura tidak bisa menghentikan laju tubuhnya.
"Azzuraaaaaa!"
Aaron berteriak ketika melihat istrinya jatuh kedalam jurang yang sangat dalam.
__ADS_1