Azzura: The Fight Of The Tough Lady

Azzura: The Fight Of The Tough Lady
76. Ungkapan Cinta


__ADS_3

"Sudah. Kakak pergi dulu. Aku akan baik-baik saja tanpa Bert, kau juga tahu, meskipun satu kampus ini menyerang ku, aku bisa mengalahkan mereka. Jangan khawatir berlebihan seperti ini Kak."


Aaron tersenyum, dia menarik pinggang Azzura kemudian menatap wanita itu lekat. "Aku bukan mengkhawatirkan itu, aku hanya takut kau di ganggu pria-pria genit. Kau itu terlalu cantik Baby, bagaimana aku bisa tenang jika harus meninggalkan mu seperti ini."


Semburat merah muncul di pipi Azzura, jadi seperti ini rasanya dicintai seseorang. Apalagi orang itu adalah Aaron, Azzura merasa seperti diratukan oleh seorang raja.


"Kakak ikh, udah akh, Ara pergi dulu. Kakak hati-hati ya!'


Cup!


Satu kecupan Azzura dapatkan di bibirnya, dia buru-buru mendorong bahu Aaron, ini masih di luar kampus, orang-orang pasti akan melihatnya aneh. Gosip tidak benar itu sudah beredar sejak lama, jika di tambah lagi, akan semakin tidak karuan lah gosip tersebut.


"Aku suami mu Ara!"


"Aku tahu Kak, tapi mereka tidak tahu. Sudah, sekarang kakak masuk ke mobil. Nanti sore jemput Ara lagi setelah itu kita pulang ke rumah sakit untuk menengok Papa!"


Aaron tidak bisa berkutik saat Azzura mendorong tumbuhnya masuk ke dalam mobil. Wanita cantik itu tersenyum, dia menutup mobilnya agak kencang kemudian melambaikan tangan.


"Cepat pergi Beck!"

__ADS_1


"Baik Nyonya!"


Azzura sedikit terkekeh saat melihat wajah tidak suka yang Aaron tunjukan padanya. Tidak apa-apa. Nanti dia bisa membujuknya lagi. Aaron mungkin agak keras, tapi dia tidak sekeras kepala itu juga.


"Ara!"


Azzura menoleh, Raina berlari kemudian memeluk Azzura erat. "Kenapa kemarin gak masuk, aku pikir hari ini kau juga tidak akan masuk. Kemana aja Ra?"


"Ada sedikit masalah di rumah, tapi semuanya sudah terkendali."


"Syukurlah kalau begitu. Sebaiknya kita masuk sekarang kalau kita gak mau terlambat."


"Kalian tahu, tadi gue liat si Azzura sama cowok yang kayaknya udah Mateng lho. Cakep bener sumpah, mobilnya juga keren abis. Apa mungkin dia beneran jadi simpanan ya?"


"Bisa jadi sih, gue juga liat Cowoknya. Dia itu kalau gak salah suka wara wiri di cover majalah bisnis. Siapa namanya ... aduh gue lupa. Pokonya ada aja."


"Eishhhhhhh!"


Azzura menahan tangan Raina yang hendak menghampiri orang-orangnya itu. Bukannya Azzura tidak ingin melawan. Namun tidak ada yang bisa dia jelaskan. Terserahlah orang mau mengatakan apa. Yang penting, Azzura tidak serendah itu. Dua tentu masih memiliki harga diri.

__ADS_1


"Tidak usah membuktikan apapun pada orang yang tidak menyukaimu Raina, kau tahu, sekeras apapun kau mencoba, sekalinya pembenci tetaplah pembenci. Aku harap kau tidak terpancing!"


Rania mengangguk. Mereka berdua berpisah sesaat sebelum Azzura masuk ke area gedungnya. Memang gedungnya dan gedung Raina berbeda. Oleh karena itu mereka selalu janjian di luar kelas.


"Ara!"


Azzura kembali menoleh. Wanita itu menautkan kening saat melihat siapa yang sedang berdiri di depannya.


"Kak Zhan, kenapa?"


Laki-laki yang dipanggil Zhan itu tersenyum, dia menarik tangan Azzura, membawa wanita itu sedikit bersembunyi di balik tembok yang memang tidak terlewati banyak orang. Tatapan mereka bertemu. Zhan yang menatap Azzura dengan tatapan cinta, sedangkan Azzura menatapnya dengan tatapan bingung.


"Ara!"


Zhan menarik tangan Azzura, namun matanya masih fokus menatap wajah cantik wanita itu.


"Ara, aku tahu ini terlalu buru-buru. Tapi, jika aku tidak mengatakannya, aku akan penasaran sampai mati. Terserah kau mau menjawab ini atau tidak, yang penting kau mau mendengarkan apa yang aku katakan."


Azzura semakin di buat bingung dengan apa yang Zhan lakukan. Seorang mahasiswa yang menjadi idola kampus tiba-tiba mendatanginya dan mengatakan hal yang tidak-tidak, tentu saja Azzura akan kebingungan.

__ADS_1


"Azzura Aurora, aku tahu ini terlalu cepat, tapi aku tidak mau keduluan orang lain. Aku mencintaimu Azzura. Sejak pertama kali kita bertemu, aku sudah sangat menyukaimu!"


__ADS_2