Azzura: The Fight Of The Tough Lady

Azzura: The Fight Of The Tough Lady
86. Kenapa Dengan Azzura?


__ADS_3

"Apa kau sudah menemukan orang-orang yang terkait dengan kejadian ini, Beck?" tanya Aaron. Tangan besarnya masih terus memeluk erat pinggang Azzura seolah dia takut kehilangan wanita itu.


"Kak. Aku mau mengambil air minum," ujarnya, berusaha melepaskan tangan Aaron.


Aaron menggelengkan kepala. Dia malah memanggil seorang maid di rumahnya untuk memberikan apa yang istrinya mau. Azzura pun hanya bisa pasrah. Dia melambaikan tangan kepada Rubby meminta anak anjing itu untuk naik ke pangkuan.


"Zia Li membantu Gardenia mendapatkan akses ke tempat itu, Tuan. Saya sudah menangkapnya dan dia ada di ruang bawah tanah sekarang."


Azzura melotot ke arah Beck lalu menoleh kepada suaminya. Mengurung orang di ruang bawah tanah? Ruangan yang gelap dan banyak serangga? Astagaaa. Suaminya ini benar-benar keterlaluan.


"Kak, kenapa tidak kau pukul dia sampai babak belur terus lepaskan. Aku yakin, setelah ini Zia Li akan kapok. Aku rasa dia juga mendapat ancaman dari Gardenia. Waktu itu Kakak sudah menyiksanya cukup lama. Jangan membuatnya tertekan, Kak. Kalau dia gila bagaimana?"


Aaron menipiskan bibir, dia mengusap kepala sang istri lembut. Sangat lembut dengan senyum penuh arti. Jika sudah seperti ini, Azzura tahu kalau suaminya tidak akan mau mendengarkan apa yang dia katakan.


"Oke," ucap Azzura mengalah. "Sebaiknya kau memberikan dia makan dengan baik, Beck. Meskipun dia mungkin ketakutan di sana, paling tidak perutnya kenyang."


Aaron kembali tersenyum. Mengecup kening Azzura seraya mengibaskan tangan menyuruh Beck untuk pergi meninggalkan mereka.


"Kakak!" panggil Azzura dengan suara yang sangat pelan.


"Ada apa, Sayang?"


"Kau lihat, sepertinya Rubby sakit. Kenapa dia tidak bersemangat. Rubby tidak pernah seperti ini, Kak. Kita bawa dia ke dokter hewan ya!"


Tentu saja Aaron mengiyakan apa yang istrinya minta. Sebenarnya dia sudah teringat akan hal ini beberapa hari yang lalu. Tapi karena dia yang sangat sibuk, dia lupa dan Rubby pun terabaikan.


"Apa 'itu' tidak sakit?" tanya Aaron menatap bagaian inti sang istri.


Azzura melotot sembari membekap mulut suaminya. Dia celingukan melihat keadaan sekitar. Bagaimana jika ada yang mendengar, Azzura pasti akan sangat malu.

__ADS_1


"Kenapa?" tanya Aaron melepaskan tangan Azzura dari mulutnya. "Aku hanya bertanya karena tadi pagi aku melihat darammm!"


Sekarang bukan hanya membekap, tapi Azzura menepuk-nepuk mulut suaminya beberapa kali.


"Kakak ikh, jangan di bahas. Malu tahu. Nanti kalau ada yang dengar bagaimana? Aku malu, Kak."


Aaron hanya tersenyum, dia memangku Azzura dengan Rubby di gendongannya. "Bert, tolong minta pelayan untuk mengambil mantelku dan istriku. Cari tahu juga klinik dokter hewan terbaik di kota ini."


Bert mengangguk seraya berlalu dari hadapan Aaron yang mulai berjalan keluar dari rumah. Di sana sudah ada Beck yang membukakan pintu mobil untuk mereka.


"Dasar posesif. Aku bisa jalan sendiri, Aaron." Azzura menggerutu dalam hati.


"Bos. Aku sudah bilang aku tidak apa-apa. Aku tidak membutuhkan dokter hewan. Itu tidak akan berarti apa-apa untuk ku."


Azzura menautkan alis. Dia berusahalah untuk mengerti kalimat yang Rubby katakan namun dia tidak bisa mengerti apapun meskipun dia sudah mencoba dengan baik.


Rubby mengangguk dalam gendongan majikannya. Dia sudah berusaha untuk mengingatkan Azzura sejak awal. Dia tidak mungkin terus mendampinginya. Azzura sudah mendapatkan cinta dari Aaron. Tugasnya sudah selesai. Gardenia juga sudah tidak mungkin bisa berkutik lagi. Apalagi kekasihnya Mark yang kabur hanya karena mendengar Gardenia masuk ke dalam sel.


"Jangan menyakitiku Rubby. Aku tahu kau akan tinggal bersama ku untuk waktu yang lama. Jika kau pergi, bagaimana dengan ku? Aku tidak memiliki siapapun di sini? Jangan tinggalkan aku Rubby. Aku mohon."


Rubby tidak mengindahkan apa yang Azzura katakan. Terserahlah jika Azzura ingin membawanya pergi ke dokter hewan, tapi itu semua percuma.


"Sayang!"


Aaron mengibaskan tangan di depan wajah istrinya.


"Baby!"


"Hah?" Azzura menatap suaminya dengan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


"Kenapa? Apa yang kau pikirkan, hmmm? Apa kau sangat khawatir pada anak anjing ini?"


Azzura menggelengkan kepala kemudian mengangguk. Entah kenapa sekarang dia sangat takut setelah mendengar apa yang Rubby katakan padanya. Bagaimana jika anak anjing ini tidak berbohong. Bagaimana jika dia benar-benar pergi dan menghilang. Apa yang harus Azzura lakukan.


"Shuuut!" Aaron mengusap bulir bening yang meluncur dari sudut mata sang istri. "Rubby akan baik-baik saja. Jangan khawatir. Kita akan mencari dokter hewan terbaik di kota ini. Anak anjing mu akan baik-baik saja, Sayang."


Bukannya diam, Azzura malah semakin tersedu-sedu. Wanita cantik itu tidak bisa menahan apa yang sedang dia rasakan. Azzura tidak ingin kehilangan Rubby. Dia adalah anak anjing yang menemaninya saat semua orang menatapnya sebelah mata. Rubby yang membantunya melewati semua masalah yang dia hadapi. Jika harus kehilangan Rubby, Azzura tidak mau. Sudah cukup kedua orang tuannya yang pergi. Azzura tidak ingin kehilangan siapapun lagi.


Beck dan Bert yang duduk di jok depan saling melirik satu sama lain. Mereka yang awalnya sangat senang ketika melihat kebersamaan Azzura dan Aaron mendadak mendung karena melihat bos wanitanya menangis dengan suara yang lirih. Baru kali ini mereka melihat Azzura menangis.


"Jalan Beck!" titah Aaron.


"Baik, Tuan."


"Aku masih memiliki waktu beberapa hari lagi, Bos. Sebenarnya aku lebih ingin menghabiskan waktu bersama mu daripada harus menemui dokter!"


"Stop! Jangan bicara lagi. Jangan membuat suara apapun lagi. Aku tidak ingin mendengar apapun."


Azzura berteriak sembari menutup kedua telinga.


Aaron dan yang lain terlihat sangat bingung. "Tidak ada yang bicara, Baby. Apa kau baik-baik saja?" tanya Aaron semakin khawatir.


"Aku ingin pulang."


"Tapi kita mau mengantar Rubby ke dokter 'kan?"


Azzura menggelengkan kepalanya kuat. "Aku bilang aku ingin pulang Kak. Aku ingin pulang. Rubby tidak mau kita pergi menemui dokter."


"Rubby?" tanya Aaron semakin bingung dan semakin tidak mengerti dengan apa yang Azzura katakan.

__ADS_1


__ADS_2