Azzura: The Fight Of The Tough Lady

Azzura: The Fight Of The Tough Lady
Bab 56. Tidak Mau Kalah


__ADS_3

"Ayolah Rain, kita antar kamu pulang, gak papa kok, sekalian biar aku tahu rumah kamu!"


Raina sebenarnya ragu ketika melihat mobil hitam mewah yang masih sangat mengkilap. Azzura sepertinya benar-benar kaya raya. Melihat mobil yang menjemputnya saja semewah ini. Pantas saja dia terlihat sangat anggun meskipun tidak terlalu feminim.


"Udah masuk aja!" Azzura membuka pintu di samping kemudi kemudian mendorong wanita itu masuk ke dalam. Bert, laki-laki itu sejak tadi hanya diam di samping mobil Aaron, membukakan pintu penumpang namun majikannya tak kunjung mau masuk.


"Bert. Kau pulang pakai taksi ya. Mobilnya penuh, atau kau mau duduk bersama kami di belakang?"


Bert mengibaskan tangan sesegera mungkin. Lebih baik dia pulang jalan kaki daripada harus duduk bersebelahan dengan Aaron, apalagi di sana juga ada Azzura, laki-laki bucin itu pasti akan sangat cemburu. Belum lagi, jika di lihat-lihat, wajahnya memang hampir tak kalah tampan dari Aaron.


"Saya pulang naik taksi Nyonya!"


"Oke. Maaf ya Bert!" Azzura menaikturunkan satu alisnya kemudian masuk ke dalam mobil sang suami.


"Ada orang lain di sini?" tanya Aaron menatap gadis di kursi depan dari balik kacamata hitam miliknya. Netranya memperhatikan penampilan gadis itu dari atas sampai bawah. Penampilannya, dan juga caranya duduk membuat Aaron sedikit ....

__ADS_1


"Dia teman ku Kak. Jangan berpikiran yang tidak-tidak. Tadi ada sebuah insiden di kampus, jadi aku meminjamkan cardigan ku, juga jas milik Bert padanya. Tidak apa-apa bukan?"


Azzura memeluk lengan suaminya dengan harapan kalau Aaron akan lebih melunak pada Raina.


"Maaf Kak, saya Raina, temen barunya Azzura, maaf kalau saya merepotkan. Saya sudah ...."


"Tidak perlu dilanjutkan, dan jangan panggil saya sembarangan."


Azzura tersenyum kikiuk ke arah Raina, dia meminta maaf hanya dengan menggerakkan bibir. Sebenarnya Azzura sangat ingin menggetok kepala Aaron, tapi kalau dia melakukan itu, Aaron pasti tidak akan membiarkannya bermain dengan Raina.


"Kita pergi ke rumah Raina dulu Kak, habis itu baru pulang. Aku janji, saat pulang aku akan membuatkan mu makan malam yang enak."


Azzura mendongak menatap suaminya dengan senyum lebar. Hari ini Azzura harus benar-benar bersikap baik agar Aaron tidak marah seperti saat ini. Laki-laki ini sebenarnya sangat egois, dia melakukan apa yang dia mau, tapi mempersulit Azzura ketika ingin melakukan sesuatu.


"Tuan! Kau marah hmm? Seharusnya aku yang marah bukan? Hari ini rektor datang ke kelasku hanya karena prof Li menyuruhku untu menghapus white board. Apakah ini tidak berlebihan?"

__ADS_1


Azzura menyilangkan tangannya di depan dada, ia melirik Aaron dengan sudut matanya, sebenarnya Azzura tidak ingin memperpanjang masalah ini, namun karena Aaron sudah membuatnya kesal karena laki-laki itu uring-uringan, Azzura sengaja memancing emosi suaminya.


"Baby!" Aaron menarik pinggang Azzura, dia gugup bukan main melihat Azzura merajuk seperti sekarang. Aaron tidak bermaksud untuk marah kepada Azzura, namun mendengar laporan dari Bert yang mengatakan kalau Azzura berkelahi dengan beberapa orang demi menyelamatkan Raina, emosinya tersulut. Padahal Aaron sudah sangat ketat menjaganya, tetapi Azzura seperti sengaja menerjang bahaya demi menyelamatkan orang lain.


"Sayang ... jangan marah hmmmm. Aku tidak bermaksud seperti itu. Aku cuma kesal saja karena kau membahayakan dirimu demi orang lain."


"Tapi aku baik-baik saja Kak, aku tidak terluka, kau boleh memeriksa sendiri apakah ada bagian tubuhku yang lecet atau tidak."


Azzura mendongak, menatap suaminya sembari membusungkan dada. Wanita cantik itu seperti sedang mengundang singa lapar untuk menerkam meskipun sepertinya dia tidak sadar.


"Baby kau ..."


"Tolong jangan hiraukan mereka!" pinta Beck kepada Raina.


Wanita itu mengangguk meskipun jantungnya berdegup tak karuan. Wajahnya memerah, pertengkaran di belakang mereka terlalu intim, apalagi ketika Azzura membuka dua kancing teratas baju yang dia kenakan. Benar-benar membuat bulu kuduk merinding.

__ADS_1


__ADS_2