Azzura: The Fight Of The Tough Lady

Azzura: The Fight Of The Tough Lady
69. Erland Habis


__ADS_3

Semua mata terbelalak ketika menyaksikan bukti-bukti yang ditunjukkan oleh Aaron dan Beck. Bukti bahwa Erland melakukan kecurangan dengan memanipulasi perjanjian kontrak perusahaan itu dengan perusahaan lain. Keuntungan yang di pangkas dan juga beberapa hal yang seharusnya perusahaan dapatkan namun tidak masuk ke keuangan perusahaan karena ternyata semua uang itu mengalir kepada Erland.


Mereka semua menatap Erland dengan kilat kemarahan. Tidak menyangka dan juga sangat kecewa. Pantas saja selama ini Erland selalu menghasut mereka untuk bekerja sama agar Aaron di lengserkan dengan alasan jika perusahaan itu sudah tidak sehat. Aaron seolah menerima banyak proyek namun uang yang masuk ke rekening mereka semakin hari semakin menipis. Dan ternyata yang mengeruk pundi-pundi Yen mereka bukan Aaron melainkan Erland.


"Tunggu. Ini pasti salah paham. Ada yang sedang berusaha memfitnah ku. Aku tidak mungkin melakukan ini. Aku sudah sangat lama bekerja di sini, mana mungkin aku mengkhianati kalian. Ada orang lain yang memanipulasi semua datanya."


Aaron tersenyum sinis, dia mencondongkan tubuhnya ke depan, menautkan jemari dan menetap Erland dengan tatapan tajam. "Jadi, kau menuduhku memanipulasi semua bukti ini? Lalu, apa ada keuntungan untuk ku jika aku melakukan ini? Aku bahkan harus menggunakan buang pribadi untuk menutupi semua masalah yang kau timbulkan. Lalu, aku juga harus bertanggungjawab atas perbuatan yang tidak aku lakukan?"


"Tidak, bukan seperti itu. Maksudku bukan kau Tuan!" Erland gugup, dia menatap semua orang bergantian. Namun ketika orang-orang itu menatap remeh dirinya, Erland menunduk dengan kedua tangan tertunduk.


"Lanjutkan Bert!"


"Baik Tuan!"

__ADS_1


Beck kembali menunjukkan sebuah bukti. Kali ini bukan bukti mengenai urusan kantor, namun bukti di mana sebuah mobil meledak di kawasan yang cukup sepi. Dalam video tersebut juga tercatat tanggal kejadian itu terjadi. Dua tahun yang lalu, semua orang awalnya terlihat sangat bingung, mereka saling berbisik mencari tahu apa yang sebenarnya sedang Aaron tunjukan.


Hingga ketika slide selanjutnya kembali ke tampilan layar, mereka semua ternganga. Di sana ada Erland, laki-laki itu sedang mengatakan semua perbuatannya kepada wanita, dan wanita itu tidak lain dan tidak bukan adalah ibunya sendiri.


"Aaron itu akan buta selamanya Bu. Tidak usah mengkhawatirkan apapun. Jika dia masih berulah, kita akan kembali membuatnya buta seperti apa yang sudah kita lakukan 2 tahun yang lalu. Aku jamin, Aaron tidak akan bisa berdiri lagi. Setelah dia bangkrut, kita bisa pergi meninggalkan rumah ini."


Semakin bergetarlah lutut Erland, dia berdiri dan berjalan menuju pintu ruang rapat namun beberapa orang berpakaian serba hitam menghadangnya dan menyeret Erland keluar dari ruangan itu.


"Aku hanya akan menunjukkan ini untuk sekarang. Masalah yang lain, aku janji akan menyelesaikannya secepat mungkin."


"Wuahhhh, aku benar-benar tidak menyangka jika Erland bisa sejahat ini. Dia benar-benar gila."


"Syukurlah Tuan Aaron masih memaafkan kita. Jika tidak, kita pasti akan mendapatkan masalah besar."

__ADS_1


Beck tersenyum sinis. Laki-laki itu membereskan semua barangnya lalu berjalan hendak keluar, namun sebelum itu, Beck menatap semua orang.


"Jangan mudah di hasut orang baru. Tuan Aaron sudah cukup baik karena memelihara virus seperti kalian. Seharusnya kalian mempercayai Tuan, bukan malah mengkhianatinya seperti ini. Apa kalian tidak malu? Ck, sangat menyebalkan."


Semua orang yang ada di sana gelagapan. Beck saja yang bisa ha hanya diam hari inu membuka suara. Memang, apa yang mereka lakukan ini sudah sangat keterlaluan.


"Beck! Bawa dulu laki-laki brengsek itu ke pulau. Kita harus membuatnya menerima apa yang harus dia terima!"


Beck mengangguk mengiyakan. Dia menancap gas menuju pangkalan bandara dimana jet pribadi dan helikopter milik Aaron berada.


"Bagaimana dengan Nyonya Azzura Tuan, haruskah kita memberitahunya?"


Aaron menggeleng. "Tidak perlu, bilang pada Bert kalau kita akan keluar kota dalam beberapa hari."

__ADS_1


"Baik Tuan."


__ADS_2