
Beberapa tahun kemudian, seorang wanita cantik berlari dengan sangat kencang menuju salah satu perusahaan terbesar di kota itu. Dia tersenyum dengan binar di wajahnya.
"Kak Aaron di mana?" tanya Azzura pada Beck yang saat itu bertemu dengannya di lift perusahaan.
"Tuan sedang ada rapat penting, Nyonya. Beliau sedang tidak bisa diganggu."
Azzura bukannya mendengarkan Beck, tapi dia malah kembali berlari. Pintu besar nan tinggi di depannya dia buka dengan gerakan yang sangat cepat hingga pintu itu rubuh dan membuat semua orang terkejut. Mereka semua langsung berdiri dan menoleh ke arah pintu.
Baru ingin mencegah Azzura masuk ke ruang rapat, Beck harus menelan kekecewaan karena wanita itu ternyata lebih cekatan. Dia semakin melebarkan senyum ketika melihat Aaron sedang menatapnya dengan tatapan bingung.
Bruk!
Azzura menghambur memeluk leher suaminya. Dia tidak memperdulikan semua orang yang menatapnya dengan tatapan aneh dan bingung. Azzura memang sudah sering hilir mudik di perusahaan itu. Tapi baru kali ini mereka melihat Azzura melakukan hal yang kurang sopan. Jika Azzura bukan istri Presdir mereka, mungkin sekarang mereka sudah mengadakan demo untuk mengusirnya.
"Sayang ... kenapa?" tanya Aaron melepaskan pelukan sang istri.
Azzura tersenyum, bulir bening menetes dari sudut matanya. Jelas saja hal tersebut membuat Aaron sangat khawatir. "Kenapa, ada yang menyakitimu, hmm?" tanya Aaron lagi.
Azzura menggelengkan kepala. Dia menatap Aaron dengan tatapan penuh arti. "Kak, kita berhasil. Kau akan akan menjadi seorang ayah!"
Deg!
Aaron bergeming. Dia menatap Azzura dengan tatapan tidak percaya. Wajahnya benar-benar melongo seperti orang bodoh. Sangat-sangat bodoh sampai semua orang yang ada di sana ikut menatapnya bingung. Harusnya Aaron senang bukan, tapi kenapa dia malah berekspresi seperti itu.
"Kakak!" panggil Azzura. "Lihat ini!" Azzura menyerahkan sebuah benda kecil. Aaron mengambil benda tersebut dan melihatnya dengan seksama.
"Dua garis merah muda?" tanya Aaron.
Azzura mengangguk. "Aku hamil, Kak. Aku hamil, kita akan menjadi orang tua. Kita akan memiliki anak Kak."
Aaron ternganga. Dia mundur satu langkah karena sangat terkejut. Hampir dua tahun mereka menunggu buah cinta mereka. Dan sekarang dia berhasil menanam benih di rahim sang istri? Ya Tuhan ....
"Aku akan menjadi seorang ayah," ucap Aaron pada semua orang yang ada di ruangan itu. "Kalian mendengarnya juga bukan? Lihat ini! Istriku hamil ... aku akan memiliki seorang bayi!" celoteh Aaron dengan wajah berbinar.
__ADS_1
Mereka semua berdiri kemudian bertepuk tangan. Melihat Aaron yang sangat bahagia, mereka seperti bisa merasakan apa yang Aaron rasakan.
"Aku akan menjadi seorang ayah, Baby!" ucap Aaron memeluk Azzura, menciumi wajahnya beberapa kali sampai Azzura hampir kehilangan napas karena Aaron yang tiba-tiba menciumnya.
Semua orang memalingkan wajah. Mereka mulai meninggalkan ruang rapat saat melihat Aaron menyerang istrinya begitu saja.
"Istri Tuan itu sangat perkasa. Kalian lihat, pintu sebesar ini saja hancur. Jangan sampai kalian melakukan kesalahan jika tidak ingin membuat hidup kalian terancam!"
Mereka semua bergidik negeri. Sedangkan Beck, dia hanya tersenyum. Bahagia? Tentu saja. Sudah sangat lama dia melihat pasangan itu berusaha keras untuk mendapatkan keturunan. Dan sekarang semuanya telah berjalan sesuai dengan apa yang mereka inginkan.
....
"Apa kau merasa lelah? Kakimu pegal tidak? Mau aku pijat?" tanya Aaron saat mereka sudah ada di dalam mobil.
Azzura menggelengkan kepala. Dia menyentuh tangan Aaron kemudian mengecup bibirnya sekilas. "Terima kasih, Kak!" ucap Azzura tulus. "Aku harap, Tuhan akan memberikanku umur yang panjang agar aku bisa selalu menemanimu untuk membesarkan anak-anak kita kelak!"
Aaron mengangguk, dia menarik pinggang Azzura membuat jarak di antara mereka semakin dekat. "Aku akan melakukan apapun untuk melindungi kalian!"
Aaron dan Azzura mungkin hanya tokoh yang kehidupannya dipermainkan oleh penulis. Namun satu hal yang mereka yakini. Apapun yang mereka jalani sekarang, mereka percaya jika itu adalah takdir untuk mereka. Sesulit apapun jalan yang harus mereka lewati, mereka akan terus berusaha untuk melakukan yang terbaik.
"Stop!" titah Azzura pada Beck.
Lelaki itu menghentikan mobilnya di tepian jalan.
"Ada apa, Sayang?" tanya Aaron menahan tangan Azzura saat istrinya akan keluar dari mobil.
"Tunggu sebentar, Kak! Ada sesuatu di sana!"
Azzura keluar dari mobil suaminya kemudian berjalan mendekati seekor anak anjing yang terjebak pada celah pembatas jalan.
"Wuahhh ... kau kenapa ada disini?" tanya Azzura membantu anak anjing itu untuk keluar dari sana.
Kaki anak anjing itu terluka. Azzura ingin melepaskannya tetapi dia sangat tidak tega.
__ADS_1
"Kak!" panggil Azzura pada suaminya. Aaron memang ada di belakang Azzura karena tadi dia mengikutinya saat turun dari mobil.
"Kau ingin merawatnya?" tanya Aaron sembari mengusap kepala Azzura lembut.
Wanita itu mengangguk antusias. "Bolehkah?" tanyanya hanya untuk memastikan.
"Tentu saja. Kita bawa dia ke klinik ya!"
Azzura mengangguk ketika Aaron merangkul pinggangnya menuntun sang istri untuk masuk ke dalam mobil.
"Kak!"
"Hmmm ... kenapa?"
"Aku akan menamai anak anjing ini Rubby. Bagaimana?"
Aaron tersenyum. Tentu saja dia setuju. Jika itu bisa membuat Azzura bahagia, apapun yang istrinya itu inginkan, akan dia berikan.
"Aku mencintaimu, Azzura! Sangat!"
"*Terima kasih karena telah menerimaku meski aku memiliki banyak kekurangan, Kak. Aku janji, aku akan menjaga cinta yang telah kau berikan untukku. Kesetiaanmu, dan pengorbanan yang telah kau berikan untukku tidak akan pernah aku lupakan. Aku mencintaimu, suamiku. Tetaplah sehat dan berumur panjang!"
The end* ....
....
Epilog:
Seseorang yang berada di balik monitor laptop tersenyum. Dia mengembuskan napas lega kemudian beranjak dari duduknya. Bab terakhir dari sebuah naskah online dengan judul Azzura (The Fight of The Tough Lady berhasil dia terbitkan)
Terima kasih untuk semuanya ... tetap sehat dan jagan lupa untuk selalu bahagia. Love sekebon dari Author. See you di novel-novel selanjutnya. Maaf, jika novel ini tidak sesuai dengan ekspektasi kalian. Saranghae! 🤗🤗🤗
__ADS_1
Bocoran novel selanjutnya. Spin off dari novel yang berjudul The Veil of Eileria. Genre romance komedi. Stay tune ya. Insyaallah akan ada give away lagi di sana. 💪💪💪