Azzura: The Fight Of The Tough Lady

Azzura: The Fight Of The Tough Lady
82. Pernikahan


__ADS_3

Azzura menatap pantulan dirinya di depan cermin. Gaun pernikahan ini sangat cantik, lebih cantik dari gaun pernikahan yang pernah dia pakai dulu.


"Nyonya sudah siap?" tanya seorang pelayan kepada Azzura. Wanita cantik itu mengangguk. Dia berbalik perlahan, dan saat dia keluar dari walk in closet, seseorang yang sejak tadi duduk gelisah kini mulai mendongak, menatap Azzura dari atas sampai bawah, sosok istri yang sangat dia cintai kini sedang tersipu di depan sana.


Para pelayan itu keluar dari kamar Azzura, hingga yang ada di kamar itu tinggal sepasang suami istri yang sedang saling menatap satu sama lain.


"Kenapa? Apa gaun pengantinnya tidak cocok untuk ku?" tanya Azzura sedikit kecewa karena Aaron hanya diam, bahkan berkedip pun agaknya dia lupa.


Aaron melangkah semakin dekat ke arah sang istri. Senyum di bibirnya mengembang. Dulu, dia tidak terlalu memperhatikan Azzura sampai seperti ini, padahal Aaron sangat yakin, baik sekarang ataupun saat itu, Azzura masih sama cantiknya. Tidak ada yang berubah.


"Kau sangat cantik, Sayang. Sangat cantik. Aku benar-benar beruntung karena memiliki istri secantik dirimu."


Azzura yang sudah tersipu semakin tersipu. Dia mengembuskan napas pelan untuk mengusir kegugupan yang melanda hatinya saat itu. Ketika Aaron menarik pinggang rampingnya, Azzura sedikit terkesiap napas hangat Aaron membuat jantungnya berdebar tak karuan.


"Kakak ~~!"


Azzura memejamkan mata ketika tangan besar Aaron membelai wajahnya penuh kasih sayang. Sejak kapan suaminya ini menjadi sangat manis, terlebih, wajah tampan juga tubuh tinggi tegapnya membuat Azzura tidak bisa untuk menolak setiap sentuhan yang dilakukan suaminya.


"Aku akan menunggu Sayang, aku akan menunggu sampai kau bisa melepaskan semuanya dengan suka rela. Besok , kau tidak akan bisa kemanapun. Tidak ada penolakan. Dan aku tidak akan melepaskan mu dengan mudah."

__ADS_1


Azzura terbelalak saat bisikan merdu suaminya melintasi gendang telinga. Entah apa yang akan terjadi padanya setelah pernikahan. Namun setelah sekian lama Aaron menahan hasratnya, Azzura yakin jika dirinya tidak akan selamat.


....


Hari di mana pernikahan yang sah itu di gelar kini sedang berlangsung di sebuah ballroom hotel mewah di kota itu. Hotel dengan harga sewa termahal dan juga pelayanan yang sangat baik menjadi saksi akan pernikahan yang terjadi antara Azzura dan Aaron.


Jantung Azzura berdetak tak karuan saat tangan Robert menuntunnya untuk berjalan di atas altar berlantaikan kaca yang di bawahnya terdapat ombak layaknya ombak di lautan. Azzura sengaja tidak memanggil ayah tirinya sebagai pendamping, dia tahu, dia tidak memiliki keterkaitan apapun dengan laki-laki itu.


"Jaga anak ayah dengan baik Aaron. Sekarang dia adalah tanggung jawab mu. Bagaimana dia selanjutnya, itu tergantung kau yang merawatnya. Bahagiakan dia dan pastikan dia tidak kekurangan apapun."


Aaron mengangguk, dia menerima tangan Azzura dengan senyum di bibirnya. Wanita cantik itu ikut tersenyum, matanya berkaca-kaca. Sungguh, dia tidak pernah membayangkan jika dia akan memiliki pernikahan semewah dan semahal ini. Dan yang lebih penting, suaminya. Laki-laki ini begitu baik sampai dia meratukannya padahal Azzura berasal dari keluarga yang biasa saja.


"Kak, kenapa ada konsep air menggenang di bawah lantai kaca itu?" tanya Raina kepada Bert yang sekarang sedang menyaksikan Azzura dan Aaron.


"Itu, ada sesuatu."


"Maksudnya?"


"Nyonya Azzura sebenarnya takut air."

__ADS_1


"What?"


Bert melotot saat menyadari apa yang baru saja dia katakan. Dia menoleh ke kanan dan ke kiri, memastikan jika tidak ada yang mendengar kalimat terlarang itu.


"Jangan katakan ini pada siapapun. Nyonya Azzura bukan takut air, dia sebenarnya tidak bisa berenang, tapi dia sangat suka bermain air. Jadi, konsep nya seperti inilah!"


Raina mengangguk-anggukan kepalanya mengerti. Tidak masalah, bagi Raina, apapun kekurangan Azzura, semuanya tidak berarti. Yang paling penting sekarang, Azzura bahagia. Itu saja sudah cukup.


Mereka berdua tidak sadar jika seseorang di belakang mereka sedang tersenyum sinis. Matanya berbinar, ini benar-benar informasi yang sangat penting. Gardenia tahu apa kelemahan Azzura, dan mulai sekarang, jalannya untuk menyingkirkan Azzura, pasti lebih mudah.


Zhan menatap pemandangan di depan sana dengan perasaan berkecamuk, melihat Azzura mencium laki-laki lain membuat hatinya sangat ngilu. Jadi Azzura sama sekali tidak berbohong. Dia benar-benar sudah memiliki suami, terlebih, suaminya ini benar-benar sangat luar biasa. Orang terpandang dan orang paling disegani di kota itu. Pantas saja, saat Zhan menyatakan perasaannya, Azzura langsung menolak dia tanpa berpikir dua kali.


"Sudahlah Bos. Masih banyak perempuan yang cantik. Si Jia Li juga lumayan kan?"


Zhan menggelengkan kepala. Tidak ingin terlalu lama menyaksikan pernikahan Azzura, dia memilih untuk keluar meninggalkan acara pernikahan tersebut.


Suara riuh tepuk tangan membuat Azzura dan Aaron melepaskan tautan mereka. Pipi Azzura kembali bersemu merah. Dalam pesta pernikahan itu pasti banyak kolega suaminya. Tapi Azzura malah mengikuti kemesuman sang suami.


"Ck, tersenyum lah untuk saat ini Azzura, karena nanti, aku tidak yakin kau akan selamat dari rencana ku."

__ADS_1


Gardenia tersenyum menyeringai. Matanya menunjukkan kilatan amarah dan juga kebencian yang sangat mendalam. Gardenia bahkan tidak berpikir dua kali jika selama ini semua rencananya selalu gagal. Kali ini dia memegang kartu as Azzura, jadi tentu saja dia sangat percaya diri.


__ADS_2