Azzura: The Fight Of The Tough Lady

Azzura: The Fight Of The Tough Lady
74. Tidak Tahu


__ADS_3

"Maksudnya bagaimana? Kenapa dia kembali berulah? Apa yang terjadi?"


Azzura kembali menyuapkan makanan ke mulutnya. Bayangan bagaimana Gardenia berusaha untuk menggoda Aaron begitu terngiang-ngiang. Gara-gara Rubby, dia harus melihat adegan yang tidak seharusnya dia lihat. Rubby memperingatkan Azzura untuk berhati-hati karena Rubby sudah sangat yakin jika wanita itu tidak akan berhenti untuk mengganggunya. Banyak hal yang akan Gardenia lakukan. Wanita itu akan semakin menggila jika dia tahu kalau Aaron tidak buta. Sebenarnya, Gardenia hanya butuh ketegasan dari Azzura dan Aaron. Jika mereka sanggup membuat wanita itu jera, maka semuanya akan lebih mudah.


"Aku tidak bisa menjelaskan apapun untuk sementara ini Kak. Tapi, aku harap kau bisa menjauh dari kakak tiri ku. Dia bukan orang yang baik, dia akan berusaha untuk merebut mu dariku. Apalagi ... kabar tentang mata Kakak yang tidak buta sebentar lagi pasti akan menyebar. Gardenia pasti akan sangat menyesali perbuatannya yang sudah menolak dan membatalkan perjodohan kalian."


Aaron tersenyum, kecil. Dia pikir Gardenia sudah kembali mengganggu sang istri. Ternyata Azzura hanya takut jika Gardenia akan kembali mengejarnya karena kondisi Aaron yang sekarang.


"Jangan terlalu memusingkan hal yang belum terjadi. Aku tidak akan pernah tertarik padanya. Bagiku, hanya kau wanita terbaik dan tercantik di dunia ini. Jika suatu saat dia datang, yakinlah! Aku tidak akan pernah berpaling meskipun hanya sedikit. Aku mencintaimu Ara. Hanya kamu!"


Azzura tersenyum simpul, pipinya memerah bak tomat matang. Hari ini, di depan Bert dan mungkin di depan beberapa orang Aaron mengatakan kalau dia mencintainya. Dan memang inilah yang Azzura tunggu. Pengakuan Aaron tanpa ragu. Apa yang Aaron lakukan ini membuat Azzura semakin yakin untuk terus memperjuangkan cinta dan juga mempertahankan rumah tangga mereka.

__ADS_1


"Terima kasih Kak!" ucap Azzura tulus, dia sangat bahagia, begitu dengan Aaron.


Sementara di tempat lain, di balik jeruji besi, seorang wanita terus saja berteriak meminta untuk dikeluarkan, dia mengatakan jika dirinya tidak salah, Bora hanya melindungi diri. Dia berdalih jika saat itu dia di ancam oleh Azzura karena wanita itu memiliki kekuatan tak normal. Dengan alasan tersebut Bora berkilah bahwa Azzura adalah orang pertama yang memberikan tindak kekerasan padanya. Jika dia tidak melakukan itu Bora juga tidak akan menusuk Robert yang bekerja sama dengan Azzura untuk membunuhnya.


Brak! Brak! Brak!


"Pak. Keluarkan aku dari sini. Aku sudah bilang aku tidak bersalah. Kalian semua akan menyesal karena sudah melakukan ini pada ku. Aku ini wanita baik-baik. Aku hanya berusaha untuk melindungi diri. Kenapa kalian tidak percaya."


Brak! Brak! Brak!


"Jangan berisik jala**. Kalo Lo gak bersalah, polisi gak akan nahan Lo di sini. Lo itu gila, cantik - cantik otak udah gak bener. Mau, gue ancurin wajah Lo yang mulus ini hah?"

__ADS_1


Bora refleks menggelengkan kepalanya. Tarikan yang sangat kuat itu membuat Bora kesulitan untuk melawan. Jangankan untuk melawan, untuk bersuara saja dia tidak bisa. Bora hanya pasrah dan akan menurut saja untuk saat ini, dia yakin. Erland pasti akan menolongnya. Anak laki-lakinya itu tidak akan membiarkan Bora tinggal terlalu lama di dalam sel yang kecil, kumuh dan juga lantainya dingin.


Settt!


Brukk!


Bora jatuh tersungkur di atas lantai. Di pojokan sel tersebut, dia meringkuk seperti orang ketakutan. Kenapa Bora harus berakhir seperti ini, bukan ini yang dia rencanakan. Bora sudah menyiapkan ini sejak lama, dia ingin membunuh Robert diam-diam, kemudian mengambil alih semua kekayaannya. Namun, entah kenapa saat itu Erland malah mengirimkan pesan dan memintanya untuk menakut-nakuti Azzura, menyekap gadis itu tanpa menjelaskan hal apapun lagi. Namun, siapa sangka, gadis yang mereka pikir lemah ternyata memiliki kekuatan super hingga pada akhirnya Bora harus berakhir menyedihkan.


"Erland sayang, cepatlah datang Nak! Ibu tunggu kamu sayang. Ibu gak mau berlama-lama di sini. Kenapa kau tidak menepati janjimu!"


Dengan bodohnya Bora menunggu Erland datang. Sampai gajah bertelur pun, orang yang Bora harapkan tidak akan pernah muncul. Bagaimana mungkin dia bisa menyelamatkan orang lain sementara dirinya sendiri pun tidak pernah tahu sampai kapan Aaron akan membiarkan dia hidup.

__ADS_1


Erland sangat tahu, Aaron tidak akan pernah mungkin mau melepaskannya setelah apa yang dia lakukan. Aaron adalah orang yang sangat cerdas. Mungkin saja dia sudah mengantisipasi ini sejak lama. Aaron tentu sangat tahu jika melaporkan Erlan ke pihak berwajib bukanlah jalan yang tepat karena laki-laki itu pasti bisa keluar dengan mudah karena Erland memiliki uang korupsi dari dana perusahaan yang dia gelapkan.


__ADS_2