
Azzura menyentuh dada bagian kirinya perlahan. Debaran jantung itu membuat Azzura tidak tahan, dia benar-benar sangat gugup saat ini karena lingerie yang dia kenakan. Di kamar mandi tidak ada kimono atau handuk besar, jika Azzura hanya mengenakan handuk, itu malah lebih parah.
Tok! Tok! Tok!
"Sayang, apa kau ada di dalam?" tanya Aaron khawatir karena istri kecilnya itu tak kunjung keluar dari kamar mandi. Sudah 30 menit Azzura di dalam sana, namun belum ada tanda-tanda jika Azzura akan keluar.
"Baby ...!"
Aaron ingin mengetuk pintu kamar mandi itu lagi namun orang yang ada di dalam langsung keluar, menerobos melewati Aaron dan langsung melompat ke atas ranjang. Menutup tubuhnya dengan selimut karena terlalu malu untuk menapakkan diri.
"Baby, apa yang kau lakukan? Kenapa kau malah bersembunyi di sana?"
Aaron ingin menarik selimut yang menutupi tubuh sang istri namun Azzura tidak membiarkannya. Wanita cantik itu malah semakin mengeratkan dekapan pada selimut tebal tersebut.
"Apa kau malu?" tanya Aaron menatap istrinya lekat, "aku sudah pernah melihat semuanya. Tidak perlu disembunyikan lagi."
Azzura mendelik. Ini bukan masalah Aaron sudah melihat semuanya atau belum, namun keadaan sekarang sangat berbeda. Lingerie itu membuat tubuhnya terekspos dengan sangat jelas. Tampilannya benar-benar terlihat seperti istri yang nakal.
Srakkk!
Azzura melotot tajam ketika selimut yang dia pegang robek begitu saja. Sekuat apa kekuatan mereka hingga mampu membuat selimut setebal itu terkoyak dengan mudah.
"Kakak. Kau ...."
__ADS_1
Azzura bergerak mundur saat Aaron merangkak naik ke atas ranjang. Tangan kekarnya menarik kaki Azzura hingga gadis itu terlentang di bawah kungkungan suaminya.
"Kakak. Bukankah kau mau mandi, kenapa kau tidak mandi sekarang?" Azzura gugup bukan main, tatapan ini, Azzura tahu jika suaminya sudah terbakar hormon seksualnya.
Aaron tersenyum menyeringai, dia melepas 2 kancing teratas dari kemeja yang dia kenakan. Laki-laki itu menatap Azzura dengan tatapan lapar. Seperti seekor singa yang hendak menerkam mangsa setelah berbulan-bulan tidak menemukan makanan.
"Kau pikir setelah sekian lama aku menunggu, aku akan pergi untuk melakukan hal bodoh seperti itu hah? Tidak akan!"
Glek!
Azzura menelan ludah susah payah, baru ingin membuka mulut, Aaron sudah lebih dulu menyambar bibirnya. Pergelutan itupun terjadi, Azzura menerima setiap belaian dan sentuhan yang Aaron berikan padanya. Sentuhan yang selalu membuat jantungnya berdebar sangat kencang. Dan Aaron, dia benar-benar menikmati apa yang sudah terhidang di depan mata. Meskipun kuku-kuku Azzura tertancap pada punggungnya, namun Aaron tidak perduli. Mungkin sakit yang dia rasakan sekarang tidak sebanding dengan sakit yang Azzura rasakan.
"Aku mencintaimu, Sayang," bisik Aaron ditelinga sang istri.
"Aku juga mencintaimu, Kak."
Azzura mengerejapkan mata begitu merasakan elusan di atas kepala. Wanita cantik itu tersenyum ketika melihat Aaron sedang tersenyum ke arahnya dengan senyum yang sangat dia sukai.
"Morning," ucap Aaron mengecup bibir istrinya sekilas.
"Morning," jawab Azzura pelan. "Kenapa Kakak sudah rapih seperti ini?"
Kening Azzura mengkerut ketika melihat dan meraba bagian tubuh sang suami.
__ADS_1
"Ada urusan mendesak di kantor. Aku harus pergi sebentar. Pihak hotel sudah menyiapkan sarapan, aku menaruhnya di atas meja. Sarapan dengan baik, hmmm!"
Azzura mengembuskan napas kasar. Di hari pertama setelah pernikahan, dia harus ditinggalkan, hebat sekali suaminya ini.
"Pergilah, Kak. Aku bisa menunggu."
Aaron mengangguk. Dia mengecup kening Azzura beberapa kali. "Maafkan aku Baby, aku janji tidak akan lama. Tunggu dan jangan kemanapun."
"Hmmmm." Hanya itu yang keluar dari mulut Azzura.
"Aku mencintaimu, Sayang!"
Azzura hanya mengangguk. Dia enggan untuk melihat Aaron, kepalanya menoleh ke arah lain. Kecewa? Tentu saja. Tapi dia bisa apa selain menerima nasib. Mungkin beginilah jika memiliki suami yang super sibuk. Tidak ada CEO yang senggang seperti apa yang pernah dia baca pada novel-novel online kesukaannya dulu. Semuanya hanya kebohongan belaka.
"Pyuhhhh! Sadar Azzura. Ini dunia novel, tapi semuanya tidak mungkin sesuai dengan apa yang kau inginkan."
Azzura beranjak dari posisi berbaring, namun saat dia menarik tubuh bagian bawahnya, bibir itu meringis merasakan perih yang teramat sangat di bagian intinya.
"Apa dia meninggalkan sesuatu?" gumam Azzura merasa ada yang aneh di bawah sana.
Baru ingin mengambil teh hangat di atas nakas, Azzura melihat ponselnya berdering.
"Raina~."
__ADS_1
"Halo, Rain. Ada apa?"
"What? ... Apa yang terjadi? Tunggu aku di sana, aku tidak akan lama."