
15 tahun kemudian
Seorang lelaki dengan wajah tampan sedang melatih ilmu Kanuragan nya dengan seorang wanita yang tampak lebih tua darinya
Setiap gerakan dari mereka berdua terlihat sangat lihai dan menguasai setiap jurus yang di keluarkan, terlebih lagi lelaki berwajah tampan tersebut terlihat sangat memiliki bakat yang luar biasa, semua itu di lihat oleh seorang kakek tua yang kini hanya menonton keduanya berlatih
"Keluarkan semua jurus yang kakek berikan ***...!!!" Teriak kakek tua itu dari tempatnya terduduk
Anggukan kepala menandakan bahwa cucunya itu mengerti tentang perintah kakek nya
Mundur beberapa langkah ke belakang, tampak anak muda itu mengambil kuda-kuda dengan kokoh, tangannya mengepal dan aliran tenaga dalam dia pusatkan di kedua tangannya
"Bersiaplah ibu" mulai maju ke depan dengan sebuah pukulan yang memiliki kekuatan dahsyat, setiap pukulan yang meleset mampu membuat pohon-pohon menjadi terbakar dan kering, ketika wanita yang menjadi musuhnya menghindarinya
Tak sampai di situ wanita itu juga mengambil kuda-kuda untuk segera mengeluarkan sebuah ajian yang mengerikan
Tangannya pun mengepal dan langit tiba-tiba gelap, kilatan petir terdengar jelas setelah seorang wanita memfokuskan semua tenaga dalam nya pada kedua telapak tangannya
Setelah beberapa saat unjuk kebolehan keduanya menyerang maju bersamaan, pukulan dari lelaki tadi di tahan dengan pukulan pula oleh wanita paruh baya itu
__ADS_1
Guntur semakin keras bergemuruh, area sekitar tempat beradunya kedua pukulan itu terbakar oleh panas nya udara yang tiba-tiba berubah drastis, seperti matahari yang turun di atas kepala
Keduanya terpental beberapa meter kebelakang setelah sama-sama menyerang dengan menggunakan jurus yang diberikan oleh kakek tua yang kini menjadi penonton di antara mereka
Cuaca kembali normal saat kedua energi mereka masing-masing sudah tak di keluarkan, keduanya tampak tersenyum bahagia dengan hasil latihan hari ini
Kakek tua yang sebelumnya hanya menonton saja, kini juga ikut bercengkrama dengan kedua orang yang sebelumnya berlatih
"Akhirnya kamu mampu menyempurnakan ajian gelap ngampar Dewi sekardalu, dan kau Joko, akhirnya sempurna juga ajian Cemoro Geni yang kakek ajarkan" kata kakek itu sesaat setelah bercengkrama dengan ketiganya
"Terima kasih kakek Suro"
"Terima kasih kakek Suro"
Ketiganya akhirnya masuk ke dalam gubuk yang selama ini menjadi tempat tinggalnya untuk beristirahat, memulihkan kembali tenaga dalam mereka berdua
Kakek Suro tampak bahagia bisa mewariskan semua ilmu nya sebelum akhirnya nanti dia meninggalkan dunia ini, wajah kakek Suro seolah tak ada beban karena kini dia hanyalah seorang lelaki tua yang usianya sudah tak lagi pantas untuk mengangkat senjata
"Sepertinya kakek bahagia sekali...???" Dewi sekardalu mencoba bertanya pada kakek Suro karena terlihat bahagia
__ADS_1
"Aku sangat senang, aku ingin semua ajian yang aku ajarkan pada kalian, kelak mampu untuk membawa dunia ini pada jaman perdamaian, tak ada lagi peperangan dan tak ada lagi korban berjatuhan karena sebuah kemungkaran" perkataan kakek Suro membuat Dewi sekardalu menangis mengingat masa lalu nya kelam
"Sudah tak ada lagi yang bisa kakek ajarkan padamu Joko, sudah sepantasnya kamu mencoba mencari jati diri, membantu mereka yang membutuhkan dan jangan pernah berbuat kemungkaran di muka bumi ini" kali ini kakek Suro berkata pada Joko patah
"Apa maksud kakek berkata seperti itu...???" Joko patah masih kurang paham dengan apa yang kakek Suro katakan
Kakek Suro perlahan menatap ke arah Dewi sekardalu dan seolah memberikan isyarat untuk Dewi Sekardalu berkata
"Joko,,,,aku ingin kau melihat bagaimana kondisi wilayah kerajaan Dharmasraya saat ini, apakah wilayah itu masih setentram yang dulu"
Joko patah terdiam mendengar perkataan ibu nya "memang apa yang terjadi disana ibu, sehingga ibu ingin sekali mengetahui keadaan wilayah kerajaan Dharmasraya" Joko patah mencoba mencari tau alasan ibunya menyuruhnya pergi ke wilayah kekuasaan kerajaan Dharmasraya
"Dulu wilayah kerajaan Dharmasraya adalah wilayah yang damai, tentram dan rakyatnya sejahtera, raja kerajaan Dharmasraya memimpin dengan Arif dan bijaksana, tapi semua itu hancur disaat punggawa kerajaan Dharmasraya menghangati raja Adiyaksa yang saat itu harus mati demi mengorbankan nyawa istri dan anaknya" Dewi sekardalu meneteskan air mata semakin deras membuat Joko patah tersentuh hatinya, dan ingin melihat keadaan di wilayah kekuasaan kerajaan Dharmasraya
"Bia#dab sekali mereka yang telah mengkhianati kerajaannya sendiri, jika aku bertemu dengan mereka, akan aku peng#gal kepala mereka" perkataan Joko patah membuat Dewi sekardalu kaget karena baru kali ini Joko patah Semaranmh itu
"Hati-hati Joko jangan kau turuti amarahmu, bersikap lah sebagai seorang kesatria, Arif dan bijaksana" kata-kata dari kakek Suro membuat Joko patah menyesal telah berkata seperti tadi
"Baiklah kakek, ibu, besok pagi-pagi betul setelah matahari terbit aku akan berangkat untuk melihat keadaan di wilayah itu" kata Joko patah sambil melingkarkan senyum manis kepada kedua orang di depannya
__ADS_1
"Hindarilah jika kamu harus berurusan dengan prabu Losanjaya Joko, karena dia adalah sumber segala masalah, kirimkan kabar ke ibu lewat merpati putih agar kamu tak jauh-jauh datang kemari untuk memberi kabar" Joko patah kembali termenung mendengar penjelasan tentang siapa yang akan dia hadapi sesaat berada di tanah wilayah kekuasaan kerajaan Dharmasraya