
Jurus yang di keluarkan oleh Patih Lintang Sanggabumi membuat Joko Patah harus berkali-kali menoleh ke kanan dan ke kiri, karena sosok wanita itu muncul di dalam semua nilon yang ada
"Apa kau takut" Patih Lintang Sanggabumi mencoba bertanya pada lelaki yang kini tampak serius
Joko Patah mulai terdiam setelah mendengar perkataan musuhnya, dia berkonsentrasi penuh melihat dengan mata hati untuk merasakan keberadaan dimana wanita yang menjadi musuhnya itu berada
Melihat lawannya yang diam dan memejamkan mata membuat peluang bagi Patih Lintang Sanggabumi melakukan serangan
Sebuah cahaya muncul dari nilon yang ada di belakang punggung Joko Patah, namun tak disangka Joko Patah mampu menahan serangan itu, membuat Patih Lintang Sanggabumi tak percaya
Melihat serangan yang gagal Patih Lintang Sanggabumi kini menyerang penuh, dari setiap nilon keluar tenaga dalam berwarna kuning menyerang ke segala arah
Patih Lintang Sanggabumi yakin jika lelaki muda itu tak mungkin bisa menghindari semua serangannya
Ledakan akibat benturan antara tenaga dalam dari dalam nilon dan tenaga dalam milik Joko Patah membuat asap mengepul dan beberapa pohon tumbang
__ADS_1
Patih Lintang Sanggabumi masih berdiri di belakang salah satu nilon yang ada, sebagai pengguna jurus, dia bisa memilih dimana pun dia berada, asalkan masih di dalam salah satu nilon yang ada
Disebut Sewu nilon karena jumlahnya yang sangat banyak, dan masing-masing mampu menyerang lawan yang di inginkan, membuat siapapun lawan akan merasa takut jika berhadapan dengan pemilik jurus nilon Sewu
Tapi Joko Patah memiliki ilmu Kanuragan dan jurus yang mungkin orang luar belum tau, kecuali guru dan Dewi sekardalu
Atis nya embun yang turun di lereng gunung Merapi membuat asap cepat menghilang dan Joko Patah masih berdiri tanpa sedikitpun luka di tubuhnya
Bahkan Harso yang pernah berhadapan dengan jurus nilon Sewu milik Patih Lintang Sanggabumi mengalami sedikit luka meski mampu bertahan
Jurus yang konon hanya dia sendiri yang memilikinya di antara puluhan pendekar yang ada, kini bahkan tak berarti apa-apa bagi lelaki muda yang tak jelas
Mata Joko Patah terbuka mengarah ke salah satu nilon di sebelah kiri dari tempatnya berdiri
Sebuah tenaga dalam terlihat berwarna merah darah terkumpul di tangan kanannya, dan langsung dia arahkan ke salah satu nilon yang ada di antara banyaknya nilon
__ADS_1
Patih Lintang Sanggabumi yang sadar sebuah serangan mengarah lurus padanya harus berbuat sesuatu
Dia mengumpulkan seluruh nilon yang ada, tepat di hadapannya untuk menahan serangan lelaki muda tak jelas itu
Hancur tak tersisa bahkan Patih Lintang Sanggabumi harus mundur beberapa langkah setelah benturan tenaga dalam milik lelaki tak jelas itu dengan ajian nilon Sewu miliknya
Melihat wanita yang ada di hadapannya mengalami sedikit luka akibat serangan darinya, Joko pun perlahan mulai mendekat
Dia sebenarnya tak sampai hati jika harus berhadapan dengan seorang wanita, hanya saja wanita itu tampak tidak senang dengan kehadiran nya saat ini
"Maafkan aku nyai, aku tidak bermaksud melukaimu" kata Joko Patah mencoba membujuk wanita itu agar tidak lagi menyerangnya
"Siapa kau sebenarnya......?????" Patih Lintang Sanggabumi menanggapi perkataan Joko dengan memegang dadanya yang masih sesak
"Namaku Joko Patah, aku tinggal tak jauh di sekitar tempat ini" Joko Patah membungkuk memperkenalkan diri
__ADS_1