Back To Castle

Back To Castle
tigapuluhenam


__ADS_3

Jurus yang di keluarkan oleh Patih Lintang Sanggabumi membuat Joko Patah harus berkali-kali menoleh ke kanan dan ke kiri, karena sosok wanita itu muncul di dalam semua nilon yang ada


"Apa kau takut" Patih Lintang Sanggabumi mencoba bertanya pada lelaki yang kini tampak serius


Joko Patah mulai terdiam setelah mendengar perkataan musuhnya, dia berkonsentrasi penuh melihat dengan mata hati untuk merasakan keberadaan dimana wanita yang menjadi musuhnya itu berada


Melihat lawannya yang diam dan memejamkan mata membuat peluang bagi Patih Lintang Sanggabumi melakukan serangan


Sebuah cahaya muncul dari nilon yang ada di belakang punggung Joko Patah, namun tak disangka Joko Patah mampu menahan serangan itu, membuat Patih Lintang Sanggabumi tak percaya


Melihat serangan yang gagal Patih Lintang Sanggabumi kini menyerang penuh, dari setiap nilon keluar tenaga dalam berwarna kuning menyerang ke segala arah


Patih Lintang Sanggabumi yakin jika lelaki muda itu tak mungkin bisa menghindari semua serangannya


Ledakan akibat benturan antara tenaga dalam dari dalam nilon dan tenaga dalam milik Joko Patah membuat asap mengepul dan beberapa pohon tumbang

__ADS_1


Patih Lintang Sanggabumi masih berdiri di belakang salah satu nilon yang ada, sebagai pengguna jurus, dia bisa memilih dimana pun dia berada, asalkan masih di dalam salah satu nilon yang ada


Disebut Sewu nilon karena jumlahnya yang sangat banyak, dan masing-masing mampu menyerang lawan yang di inginkan, membuat siapapun lawan akan merasa takut jika berhadapan dengan pemilik jurus nilon Sewu


Tapi Joko Patah memiliki ilmu Kanuragan dan jurus yang mungkin orang luar belum tau, kecuali guru dan Dewi sekardalu


Atis nya embun yang turun di lereng gunung Merapi membuat asap cepat menghilang dan Joko Patah masih berdiri tanpa sedikitpun luka di tubuhnya


Bahkan Harso yang pernah berhadapan dengan jurus nilon Sewu milik Patih Lintang Sanggabumi mengalami sedikit luka meski mampu bertahan


Jurus yang konon hanya dia sendiri yang memilikinya di antara puluhan pendekar yang ada, kini bahkan tak berarti apa-apa bagi lelaki muda yang tak jelas


Mata Joko Patah terbuka mengarah ke salah satu nilon di sebelah kiri dari tempatnya berdiri


Sebuah tenaga dalam terlihat berwarna merah darah terkumpul di tangan kanannya, dan langsung dia arahkan ke salah satu nilon yang ada di antara banyaknya nilon

__ADS_1


Patih Lintang Sanggabumi yang sadar sebuah serangan mengarah lurus padanya harus berbuat sesuatu


Dia mengumpulkan seluruh nilon yang ada, tepat di hadapannya untuk menahan serangan lelaki muda tak jelas itu


Hancur tak tersisa bahkan Patih Lintang Sanggabumi harus mundur beberapa langkah setelah benturan tenaga dalam milik lelaki tak jelas itu dengan ajian nilon Sewu miliknya


Melihat wanita yang ada di hadapannya mengalami sedikit luka akibat serangan darinya, Joko pun perlahan mulai mendekat


Dia sebenarnya tak sampai hati jika harus berhadapan dengan seorang wanita, hanya saja wanita itu tampak tidak senang dengan kehadiran nya saat ini


"Maafkan aku nyai, aku tidak bermaksud melukaimu" kata Joko Patah mencoba membujuk wanita itu agar tidak lagi menyerangnya


"Siapa kau sebenarnya......?????" Patih Lintang Sanggabumi menanggapi perkataan Joko dengan memegang dadanya yang masih sesak


"Namaku Joko Patah, aku tinggal tak jauh di sekitar tempat ini" Joko Patah membungkuk memperkenalkan diri

__ADS_1


__ADS_2