
Di wilayah timur kerajaan Adibuana, wilayah milik Rakijanwojo kini sudah sepenuhnya di kuasai oleh kerajaan Dharmasraya
Dengan kekalahan Rakijanwojo tidak bisa dipungkiri bahwa status wilayah telah berpindah secara otomatis, meski masih menjadi bagian dari kerajaan Adibuana namun tak ada lagi yang bisa menghentikan para prajurit kerajaan Dharmasraya menempati wilayah tersebut
Sosok lelaki berjubah merah berdiri di depan halaman rumah megah milik Rakijanwojo
Para prajurit kerajaan Adibuana yang sebelumnya dibawah kepemimpinan Rakijanwojo kini sudah berjejer di halaman
"Bagi siapa yang masih setia pada kerajaan Adibuana makan hukuman mati sebagai ganjaran nya" sosok berjubah merah berteriak lantang pada seluruh prajurit
Tak ada tanggapan dari para prajurit, namun tiba-tiba seorang prajurit berbadan besar berdiri "aku tak akan pernah berhianat pada kerajaan ku" kata prajurit itu dengan lantang
Sebuah tenaga dalam melesat lurus dan menghantam tubuh prajurit itu sampai terlempar jauh ke belakang
Tak ada lagi tanda kehidupan setelah apa yang menimpa prajurit itu, semua prajurit menjadi takut untuk melawan dan semakin membenamkan kepalanya
Merasa tak ada lagi perlawanan dari para prajurit kerajaan Adibuana, sosok lelaki berjubah merah itu langsung bergegas menuju dalam rumah Rakijanwojo di ikuti oleh beberapa prajurit di belakangnya
..............
Hari telah berganti suasana di gubuk milik eyang Suropati tampak terasa semakin mencair
__ADS_1
Paman Hastrayasa yang sudah kembali pulih, Rakijanwojo pun juga menunjukan peningkatan dalam segi tenaga dalam setelah sembuh dari luka yang harus membuatnya menelan pil pahit
Patih Lintang Sanggabumi yang tampak sedikit repot menyiapkan sebuah hidangan untuk suaminya, kini mulai nampak sikap ke ibuan nya
Joko Patah yang tampak serius berlatih ilmu Kanuragan bersama Patih Baladewa di halaman depan
Patih Baladewa merupakan orang yang memiliki ilmu Kanuragan kuat, bahkan kini Joko Patah memiliki banyak jurus baru setelah beberapa hari di latih oleh Patih Baladewa
Dewi sekardalu dan putri Arumdalu pun juga tak ikut kalah dalam menunjukan ilmu permainan pedang, Dewi sekardalu memang khusus mengajarkan putri Arumdalu teknik pedang karena dia merupakan pemegang pusaka pedang naga merah
Teknik pedang yang baik ditopang dengan pondasi Kanuragan yang kuat bisa menjadikannya pendekar pedang yang sangat kuat
Ditambah pedang naga merah yang memiliki kekuatan yang luar biasa, suatu saat akan menjadi harapan untuk meruntuhkan kepemimpinan prabu Losanjaya
"Mengapa rasanya seperti ini...????" Kata Joko Patah sambil mengunyah makanan di mulutnya
"Sudah makanlah nak" balas Dewi sekardalu
"Maafkan aku suami ku, itu karena aku tak terbiasa dalam memasak" suara lembut keluar dari bibir wanita yang duduk di sampingnya
"Ini enak sekali, hanya saja kau belum menambahkan senyum disaat aku mulai memakan masakan ini"
__ADS_1
Semua yang menyantap hidangan itupun langsung tertawa karena mendengar Joko Patah pandai sekali memutar balik kata-katanya untuk membuat Patih Lintang Sanggabumi sedikit tersenyum
Yang mereka tau adalah sosok Patih Lintang Sanggabumi merupakan sosok yang tak mengenal wilayah masak memasak, hanya ilmu Kanuragan dan kecantikan yang luar biasa yang menjadi sorotan semua orang
"Menurut kabar yang aku dengar, wilayah timur kerajaan Adibuana telah di tempati oleh para prajurit dari kerajaan Dharmasraya" Dewi sekardalu mulai berkata sambil menatap tajam ke arah semua orang yang ada
Rasa geram terlihat di wajah Rakijanwojo dan Patih Lintang Sanggabumi keduanya tampak menunjukan wajah berbeda, saat mendengar jika wilayah kerajaan Adibuana dikuasai oleh musuh
"Aku berjanji setelah urusanku selesai aku akan mengakhiri ini semua" dengan ekspresi mengepal Patih Lintang Sanggabumi berkata
"Biarkan aku yang mengusir mereka Gusti Patih" balas Rakijanwojo dengan tatapan penuh arti
"Biarkan aku membantumu paman" kali ini Patih Baladewa menanggapi perkataan Rakijanwojo
Rakijanwojo mengangguk karena dengan bantuan Patih Baladewa akan menambah kekuatan untuk melawan mereka
"Apa kau tak mengajak ku adik" paman Hastrayasa tersenyum mengarah pada Rakijanwojo
"Itu sudah pasti kakang"
"Kalau begitu kita bagi tugas, paman Hastrayasa, paman Rakijanwojo dan Patih Baladewa akan menyerang ke wilayah timur kerajaan Adibuana, Patih Lintang Sanggabumi dan kamu Joko, akan pergi menyelamatkan Putri Sekar Ningrum, sedangkan aku dan putri Arumdalu sementara akan di sini untuk menyempurnakan ilmu pedang naga merah" perjelas perintah Dewi sekardalu pada masing-masing orang yang ada
__ADS_1
Tak ada satupun yang keberatan, semua mengangguk setuju, meski awalnya Patih Lintang Sanggabumi tak ingin melibatkan suaminya dalam urusannya, tapi tidak di pungkiri kekuatan Joko bisa dia gunakan untuk membantunya melawan Darso dan Harso