Back To Castle

Back To Castle
empatpuluhtuga


__ADS_3

Di sebuah gubuk di lereng gunung Merapi


Joko Patah beberapa kali membuka kitab yang diberiakn oleh Dewi sekardalu


Namun tak ada sedikitpun yang mampu dia pelajari, karena kitab itu terlihat samar dan terkesan kosong tanpa ada tulisan apapun


Baik Joko Patah, Dewi sekardalu maupun Patih Lintang Sanggabumi yang membuka dan melihat kitab tersebut sama sekali tak bisa melihat apa-apa


Hanya puluhan lembar A4 kosong yang di jilid menjadi buku tebal berhalam-halaman, entah apa maksud semua itu, semua tak ada yang tau


"Sepertinya ini sia-sia" kata Joko Patah dengan nafas berat


Mendengar perkataan Joko Patah, Patih Lintang Sanggabumi menarik nafas pelan, mencoba mengatur jiwanya untuk bisa menerima kenyataan, dia merasa apa yang dilakukan sampai sejauh ini akan sia-sia


"Bukankah kau pernah belajar ilmu pengobatan pada Romo" tanya ibunya Dewi sekardalu


Joko Patah sontak ingat suatu hal, akan suatu perkataan yang pernah di ucapkan oleh kakek nya

__ADS_1


"Semua ajian itu memiliki wadah dan tutup, dan semua hal tentang ajian itu mampu dipelajari"


Sebuah kata yang di ingat oleh Joko Patah, senyum seraya terukir di wajahnya


Kali ini dia paham akan hal yang dikatakan oleh kakek nya tersebut, berbekal dengan kekuatan yang telah kakeknya berikan padanya, Joko Patah pun mulai berdiri dan berjalan ke arah lelaki tua yang sudah tergeletak tak berdaya


Tatapan matanya tajam melihat ke arah tubuh tua tak berdaya, dan perlahan di alirkan tenaga dalam ke seluruh tubuh kakek itu


"Apa Gusti Putri yakin,,,???" Sebuah kata terucap dari Patih Lintang Sanggabumi pada Dewi sekardalu, sesaat setelah melihat Joko Patah melakukan sesuatu pada paman Hastrayasa


"Aku yakin nyai Patih, karena Romo pernah berkata jika Joko mewarisi semua ilmunya" jawab Dewi sekardalu dengan tegas


"Ajian pelumpuh" sebuah kata yang keluar dari bibir Joko Patah


"Apa mungkin bisa disembuhkan,,,,??" Sosok Patih Lintang Sanggabumi mendekat dan bertanya pada Joko Patah


"Mungkin bisa tapi ini perlu waktu dan konsentrasi tinggi, karena jika salah sedikit saja maka akan berakibat fatal pada jalur saraf nya"

__ADS_1


Joko Patah menarik nafas, memikirkan bagaimana caranya berkonsentrasi tanpa sedikitpun terganggu


"Tolong selamatkan dia, apapun syaratnya aku akan lakukan" tiba-tiba Patih Lintang Sanggabumi bersujud di hadapan Joko Patah


Joko Patah mengangkat tubuh Patih Lintang Sanggabumi, bau harum dari tubuh Patih Lintang Sanggabumi mampu dia hirup dengan jelas, karena jarak keduanya begitu dekat, memapahnya untuk berdiri dan meminta tak pernah melakukan hal seperti itu lagi


Joko Patah terdiam, dia menggaruk-garuk kepalanya, melihat gelagat Joko Patah yang aneh ibundanya Dewi sekardalu bertanya "apa yang kau lakukan, apa kau memiliki solusinya...????"


Joko Patah cengar-cengir seperti orang bodoh, karena apa yang dia akan katakan adalah hal yang kurang sopan


Apalagi di depan ibunya, dia sedikit ragu untuk mengatakannya


"Katakan saja apa syaratnya, aku akan penuhi!!!!" Kembali Patih Lintang Sanggabumi menyatakan tekatnya untuk membantu paman Hastrayasa, setidaknya dia bisa melakukan sesuatu demi menyelamatkan orang yang telah membantunya


"Baiklah tapi ini sedikit aneh" kata Joko Patah sambil melihat ke arah dua wanita di hadapannya


"Katakan saja" Patih Lintang Sanggabumi kembali meyakinkan Joko Patah jika dia mampu memenuhi syaratnya

__ADS_1


"Apa kau mau menikah denganku" kata Joko patah sambil menatap Patih Lintang Sanggabumi


__ADS_2