Back To Castle

Back To Castle
limabelas


__ADS_3

Lereng gunung manggalingan


Sebuah gubuk yang tampak sederhana, namun memiliki makna besar bagi penghuninya, untuk menghindari binatang buas atau hal lain yang mengancam keselamatan nya


Sebuah lelaki sedang menyalakan api unggun di depan gubuknya bersama dengan seorang wanita muda yang sangat cantik


Lelaki itu sibuk membolak-balik kan sebuah daging dari hewan rusa yang terlihat kini terlihat sudah siap untuk di santap, karena warna dan aroma nya tercium begitu enak


Sedangkan wanita muda itu sedang sibuk menata nasi yang sudah siap untuk dijadikan teman makan bersama dengan daging rusa yang nampaknya memiliki kenikmatan tersendiri


"Apa daging nya sudah matang kek..???" Wanita muda itu nampak bersemangat untuk segera menyantap daging rusa yang sudah mengeluarkan aroma nikmat di hidung nya


"Tunggu sebentar lagi, agar bumbu-bumbu nya bisa meresap hingga ke dalam" senyuman manis dari kakek itu terlihat setelah menjawab pertanyaan wanita muda yang kini tengah duduk di atas tikar pandan

__ADS_1


Senyuman terus tergambar di wajah wanita muda itu hingga apa yang dia harapkan tersaji di depan kedua matanya


"Sudah lama sekali kakek tak memasak daging rusa" kembali wanita muda itu memberikan penilaian pada kakek tua yang kini sedang sibuk untuk memisahkan daging dan juga tulang dari setiap bagian tubuh rusa


Hanya senyuman yang di lemparkan kakek tua itu sudah membuat wanita itu merasa senang


"Ini untukmu dan ini untuk kakek, makanlah dengan pelan jangan terburu-buru,,, kita nikmati malam ini dengan tenang"


Setelah merasa jika perutnya sudah tak mampu lagi untuk menelan makanan yang tersisa, wanita itu merebahkan tubuhnya di atas tikar yang terbuat dari daun pandan, menatap ke arah langit yang begitu terang


Bulan dan bintang menyinari langit malam ini, membuat suasana nya nyaman dan damai "siapapun pasti menyukai saat-saat seperti ini" gumam nya dalam hati


"Sepertinya kamu bahagia sekali" suara kakek tua itu memecah keheningan diantara keduanya

__ADS_1


"Karena kakek juga sangat bersemangat hari ini, kakek berburu hingga melupakan waktu hanya demi mendapatkan seekor rusa ini, jadi aku tidak akan menyia-nyiakan hasil kerja keras kakek" mendengar jawaban seperti itu membuat kakek tua itu tersenyum lebar


"Cucu kakek yang sangat cantik, sebenarnya ada yang ingin kakek sampaikan, dan mungkin hari ini awal dari kehidupan kita selanjutnya, kakek tak tau apa mungkin ke depan kakek akan masih bisa menikmati waktu seperti ini bersamamu" wanita muda itu menatap tajam ke arah kakek tua itu "maksud kakek apa...???".


"Dengarkan kakek baik-baik, sebenarnya kita adalah keluarga kerajaan Dharmasraya Dewi Arumdalu, karena suatu hal kita berdua berada di hutan ini, semua kehendak dari Dewata agung, kita tak bisa menyangkal jika memang ini sudah menjadi jalan takdir kita" semakin tak mengerti Dewi Arumdalu mendengar cerita dari kakek nya sendiri


"Kerajaan kakek,,,???, Selama ini kakek tak pernah menceritakan tentang hal ini, bahkan kakek tak sekalipun mengajak aku untuk keluar dari dalam hujan ini, bahkan hanya sekedar melihat-lihat pun tak pernah, sekarang kakek bilang kita adalah keluarga kerajaan" ekspresi rumit terlihat dari wajah Dewi Arumdalu mendengar semua cerita itu


"Besok pagi setelah matahari terbit akan kakek ajak Dewi Arumdalu untuk keluar dari dalam hutan ini, dan menemui seseorang" kakek tua itu berkata sambil menepuk bahu Dewi Arumdalu agar bisa sedikit tenang


Sebuah mantra di ucapkan oleh kakek tua itu dan Kilauan cahaya merah terang menerangi sekitar hutan tempat tinggal mereka


Sinar itu terus berkilau sampai-sampai Dewi Arumdalu harus menutupi matanya agar tak merasakan silau dari sebuah pusaka yang tampak keluar dari dalam tubuh kakek tua itu

__ADS_1


__ADS_2