
Rakijanwojo kali ini merasa bila terus seperti ini hanya akan menunggu waktu ajalnya dijemput
Hanya dengan sekali ayunan, petir begitu menggelegar datang menyerang, namun Rakijanwojo masih mampu menghindar
Satu aliran tenaga dalam dia pusatkan di lengan kanannya, Rakijanwojo mencoba menyerang meski dia sendiri tak yakin
Cahaya merah kembali berkumpul di lengan kanannya, semua tenaga dalamnya di pusatkan di satu titik
Ini adalah bentuk sempurna ajian "Sangkala Pati" , melesat lurus Rakijanwojo mengarahkan pukulannya
Satu langkah sebelum ajian Sangkala Pati mengenai tubuh lelaki berjubah merah, serangan trisula itu kembali di arahkan ke arah Rakijanwojo
Ajian Sangkala Pati di tahan dengan sebuah trisula milik lelaki berjubah merah
Ledakan besar setelah kedua ajian saling berbenturan, Rakijanwojo mundur beberapa langkah kebelakang dengan bersimpuh lutut
Nafasnya terengah-engah merasakan betapa besar kekuatan trisula milik lelaki berjubah itu
Rakijanwojo memandang ke arah lelaki yang masih tak sedikitpun bergerak dari tempatnya berdiri
"Bahkan ajian Sangkala Pati tak berarti apa-apa baginya" gumam Rakijanwojo
__ADS_1
Rakijanwojo bangkit dan menarik nafas dalam-dalam "mungkin ini waktunya"
Kali ini kembali sebuah ajian dikeluarkan oleh Rakijanwojo tubuhnya membesar, otot-otot nya pun ikut membesar
Tatapan serius kali ini sedikit terlihat dari lelaki berjubah merah, namun tetap saja tak melakukan pergerakan apa-apa
Cahaya terang menjulang tinggi ke atas langit, langit bertambah gelap setelah cahaya dari tubuh Rakijanwojo menjulang tinggi di langit
Dengan tubuh bertambah besar dan sebuah kapak besar di tangan kanan Rakijanwojo, membuat semua prajurit menjadi ketakutan dan berlari menyelamatkan diri masing-masing
Satu serangan dari kapak Rakijanwojo di hadang dengan sebuah trisula kecil milik lelaki berjubah merah
Tanah perbatasan kini porak poranda, serangan dari keduanya tak mampu dihentikan oleh siapapun
Meski Rakijanwojo dengan perubahan wujud seperti monster, namun masih bisa di imbangi oleh lelaki berjubah merah
Kali ini langit bertambah gelap dan petir bertambah kacau menyambar, tak mengenal waktu, bahkan kini satu detik saja, petir mampu menyambar puluhan kali
Sosok berjubah merah kini memegang dua trisula di tangan kiri dan kanan nya
Sekali serangan ribuan petir menyambar mengarah ke arah Rakijanwojo, dengan kapak besar Rakijanwojo menahan semua serangan dari lelaki tersebut
__ADS_1
Ribuan, bahkan puluhan ribu petir menyambar di tempat Rakijanwojo berdiri
Asap-asap berterbangan setelah semua petir mulai reda, sosok Rakijanwojo terbujur tak berdaya
Tubuh Rakijanwojo yang sebelumnya kekar dengan otot-otot keluar di segala bentuk tubuh
Kini kembali seperti saat dirinya belum mengeluarkan jurus terakhirnya, seperti normalnya tubuh manusia
Melihat tubuh lelaki yang terkapar tak berdaya, lelaki berjubah merah itu bergerak menghampiri tubuh Rakijanwojo
Dengan kedua trisula ditanganya, lelaki itu terus mendekat, Rakijanwojo kini tak mampu lagi melawan, dia hanya pasrah menerima nasib yang akan menimpa dirinya
Beberapa langkah dari tempat Rakijanwojo yang tak berdaya, meski dia mampu melihat lelaki berjubah itu mendekat padanya, namun tak ada lagi yang dia bisa lakukan
Hanya pasrah menunggu ajal menjemput, nafasnya terengah-engah setelah semua kekuatan nya habis dia gunakan
Matanya menatap sayu ke atas langit, mencoba melihat hal indah di atas sana, karena baginya mungkin hanya ini yang bisa dia lakukan saat ini
Namun beberapa langkah antara tubuh Rakijanwojo yang tergeletak dengan lelaki yang datang menghampirinya
Tiba-tiba sosok lain muncul di dekat tubuh Rakijanwojo, dan membawa tubuh Rakijanwojo pergi dengan cepat
__ADS_1