
Disebuah gubuk di tengah persawahan Joko Patah, Sutarji atau Patih Baladewa yang sedang menyamar dan Dewi Arumdalu yang saat ini menyamar sebagai Rengganis, duduk bersila saling berhadapan
"Harus darimana aku memulai nya kisana...??" Sutarji menanyakan pada Joko patah
"Aku hanya ingin tau keadaan yang terjadi saat ini di wilayah kerajaan ini, karena hanya itu amanah dari guruku"
"Sebenarnya setelah prabu Adiyaksa tewas dan prabu Losanjaya mulai memimpin kerajaan Dharmasraya, hampir seluruh wilayah kerajaan Dharmasraya merasakan adanya kesenjangan, penduduk sudah tak lagi percaya dengan pemerintahan ini dan bahkan banyak penduduk disini yang pergi meninggalkan wilayah kerajaan Dharmasraya dan bermukim di wilayah kerajaan Adibuana" Sutarji meneteskan air mata sesaat menceritakan kisah itu membuat Joko Patah sedikit tidak enak
"Mengapa paman Sutarji sampai menangis....???"
"Karena saya dulu adalah salah satu dari prajurit prabu Adiyaksa yang selamat di pertempuran malam itu" Sutarji mencoba tegar meski keadaan sangat menyayat hati jika di ingat
"Kalau begitu aku minta maaf jika harus membuat paman mengingat masa yang kelam dalam hidup paman, tapi terima kasih banyak atas informasinya, aku mohon pamit" Joko Patah mengubah posisinya untuk bersiap pergi
__ADS_1
"Tunggu dulu, kemana Kirana kisana akan pergi...???" Sutarji mencoba menahan Joko Patah agar tidak secepat nya pergi karena dia ingin sekali jika Joko patah bergabung untuk melawan prabu Losanjaya
"Aku akan kembali, menemui guruku karena tugas ku sudah selesai, aku permisi"
Patih Baladewa tak lagi menahan Joko Patah karena dia sendiri juga belum kenal betul siapa Joko Patah itu, maka dari itu Patih Baladewa hanya berharap suatu saat mereka akan kembali bertemu
Joko Patah tak langsung kembali ke gunung Merapi dia masih ingin mencari tau sendiri kebenaran yang terjadi di wilayah kerajaan Dharmasraya, dia berharap di lain tempat masih bisa menemukan para penduduk yang masih setia pada kerajaan nya
...............
"Siapa pemuda yang sok jagoan itu, tangkap dan penggal kepalanya" teriak prabu Losanjaya dengan lantang
Saat ini memang kerajaan Dharmasraya sedang membutuhkan banyak sekali upeti karena untuk membiayai pasukan yang saat ini sedang di latih di salah satu wilayah perbatasan mereka
__ADS_1
Pasukan yang akan di gunakan untuk perang besar melawan kerajaan Adibuana, tidak tanggung-tanggung prabu Losanjaya bahkan memerintahkan para petinggi kerajaan untuk memaksa rakyat untuk ikut dalam pasukan itu , demi memenuhi kuota yang di inginkan
Beberapa hari setelah Joko Patah pergi meninggalkan desa tirip dan kini dia berada di desa Bulu, disana sama saja yang dia temui seperti di desa tirip
Para penduduk yang dia tanya selalu mengatakan hal yang sama seperti yang di katakan oleh paman Sutarji, begitu gumam Joko Patah dalam hatinya
Tapi tiba-tiba sekelompok prajurit kerajaan Dharmasraya mengepung dirinya, tak tau apa yang telah dia lakukan sehingga membuat para prajurit mengepung nya
"Tunggu,,,, apa salah saya....????"
"Kau masih belum tau apa berpura-pura bodoh, kau telah membunuh salah satu petinggi kerajaan, sekarang Gusti prabu Losanjaya memerintahkan seluruh prajurit mencarimu dan memenggal mu" berkata salah satu prajurit dengan pedang siap menebas Joko Patah
Tak ada lagi percakapan diantara mereka semua hanya suara pedang yang saling beradu dan suara rintihan para prajurit yang terkena serangan dari Joko Patah
__ADS_1
Meski banyak jumlah prajurit yang menyerang tapi Joko Patah tetap menghadapi semua dengan mudah, jurus yang dia keluarkan juga hanya sebagai pertahanan saja dan tak berniat membunuh para prajurit yang tak tau apa-apa
Setelah merasa keadaan sudah cukup baik, dengan cepat Joko Patah meninggalkan daerah Bulu dan berniat untuk kembali ke lereng gunung Merapi