Back To Castle

Back To Castle
limapuluhdua


__ADS_3

Langit kembali berwarna kelabu bahkan kali ini lebih pekat dari pada sebelumnya


Antara Joko maupun Harso masih dengan kuat menahan masing-masing ajian yang mereka keluarkan


Angin berhembus sangat kencang, bahkan merobohkan setiap pepohonan yang ada di sekitar tempat pertarungan


Tanpa bisa dia hindari kini tubuh Harso terpental jauh saat pedang berkilau emas milik Joko berhasil menembus pertahanan milik Harso


Ajian Ba'da tubi tak mampu menahan besarkan kekuatan dari pedang yang masih menyala terang berwarna keemasan


Pedang yang Joko gunakan adalah pedang dari wujud tenaga dalam, bukan pedang yang memiliki fisik sedangkan ajian Ba'da tubi adalah ajian yang digunakan untuk menyerang secara fisik


Jadi saat pedang milik Joko bersentuhan dengan ajian Ba'da tubi, Joko tak sedikitpun merasakan efek apapun


Karena tubuhnya terhalangi oleh tenaga dalam miliknya, sama halnya saat dirinya menggunakan ajian Tameng Waja


Maka tubuhnya akan tahan terhadap serangan fisik apapun, karena sesungguhnya sebelum serangan itu menyentuh fisik si pengguna, serangan itu sudah akan bersentuhan terlebih dulu dengan tenaga dalam yang di keluarkan dari dalam tubuh pengguna ajian tersebut

__ADS_1


Darso melihat jika adiknya kembali terlempar langsung menghilang dari hadapan Patih Lintang Sanggabumi, dan berdiri di sebelah tubuh Harso yang sudah tak bergerak


Berada di posisi yang sulit kini Darso mencoba lari dan menuju ke atas bukit


Patih Lintang Sanggabumi maupun Joko Patah mengejar Darso karena apa yang mereka cari belum mereka dapatkan


Diatas sebuah bukit ada sebuah jurang yang diatasnya terkurung seorang wanita muda yang cantik


Darso berdiri di samping kurungan wanita tersebut, dengan tatapan mengarah pada kedua orang yang menjadi musuhnya


"Katakan dimana tubuh guruku kau simpan, kalau tidak makan aku akan melempar gadis ini ke dalam jurang"


Tak ada perlawanan dari gadis itu, meski tampak meronta-ronta namun Darso dengan kasar memperlihatkan gadis itu tak ubahnya seekor binatang


"Baiklah,,, aku akan katakan" berkata Patih Lintang Sanggabumi sambil memohon agar Darso tak berbuat nekad


"Cepat katakan" perjelas kata Darso sambil semakin mencengkram erat leher gadis tersebut sambil menjerit kesakitan

__ADS_1


"di sebuah Goa di pesisir timur wilayah ini" kata Patih Lintang Sanggabumi dengan tegas


"sekarang lepaskan gadis itu" kembali perkataan Patih Lintang Sanggabumi terdengar


Darso tidak melepaskan putri Sekar Ningrum dengan cuma-cuma, dia melempar tubuh putri Sekar Ningrum dengan senyuman puas


"itu sebagai imbalan atas apa yang kalian lakukan pada adikmu"


Joko Patah yang melihat seorang gadis dilempar ke dalam jurang, langsung mengikuti kemana arah gadis itu dilemparkan


tak memiliki rasa takut atau apa dia langsung terjun menyusul ke dalam jurang


Darso menghilang dengan kedipan mata dari pandangan Patih Lintang Sanggabumi yang kini sedang berdiri di bibir jurang yang tak tampak dasarnya


hanya gelap hitam dan pekat sampai cahaya matahari pun tak mampu menyinari dasar jurang tersebut


apalagi saat mengingat cerita jika di dasar jurang tersebut adalah lembar siluman ular

__ADS_1


membuat hati Patih Lintang Sanggabumi berdetak sangat kencang , diliputi rasa khawatir dan rasa cemas karena baik putri Sekar Ningrum maupun Joko Patah belum juga nampak di permukaan


namun dari dalam jurang nampak cahaya kuning melesat lurus ke atas langit, entah cahaya apa itu, Patih Lintang Sanggabumi hanya menatap tajam ke arah mana cahaya itu akan jatuh


__ADS_2