
Senyuman yang menunjukan wajah kebahagiaan dibalas dengan tatapan tajam penuh tanda tanya "mustahil kau bisa selamat Darso" sebuah kata penuh makna di ucapkan Patih Lintang Sanggabumi pada lelaki dihadapan nya
"Tidak ada yang mustahil, karena semua yang terjadi di masa lalu akan segera kembali" senyuman semakin melebar tampak dibibir lelaki yang bernama Darso
Patih Lintang Sanggabumi tak mengerti akan maksud dari Darso, kata-kata Darso seolah menunjukkan hal besar akan segera terjadi
Patih Lintang Sanggabumi menghunus pedang yang ada di pinggang sebelah kiri, tetapi sesaat sebelum pedang itu keluar dari sarungnya, sebuah kejutan kembali terjadi
Apa yang dia lihat hari ini bahkan tak pernah ada di benaknya sebelumnya, sebuah wajah yang tak asing kembali terlihat di belakang tubuh Darso
"Apa kabar sayang....????" Sebuah kata sambutan yang terdengar begitu mesra tapi tidak dengan pendengarnya
Wajah Patih Lintang Sanggabumi merasa kesal seperti memendam sesuatu yang besar sesaat melihat sosok lelaki itu muncul
"Tidak usah terlalu kaget" lelaki itu berjalan maju mendekat ke arah Patih Lintang Sanggabumi
__ADS_1
Wajahnya yang masih memiliki umur yang terlihat muda membuat senyuman di wajahnya menjadi manis, tetapi sepertinya tak membuat Patih Lintang Sanggabumi yang berstatus jomblo terkesan
"Aku tak menyangka bahkan aku tak pernah berfikir jika orang seperti kalian masih bisa hidup" perkataan Patih Lintang Sanggabumi membuat Darso maupun lelaki yang baru saja datang tersenyum
Senyuman yang tersirat di wajah mereka menunjukan senyum yang memiliki artian besar, entah apa yang mereka rencanakan hingga mereka berdua berada di sini
"Apa yang kalian inginkan....????" Suara wanita yang begitu tegas terdengar dari seorang wanita yang merasa dalam posisi sulit
"Hanya sedikit informasi saja yang kami perlukan, lalu kami akan pergi dengan damai" Darso mencoba berbasa-basi dengan seorang wanita yang ada di depannya
"Kau tak perlu basa-basi dengannya, dia tipe wanita yang tak suka basa-basi Darso" mata Patih Lintang Sanggabumi menatap lelaki yang berbicara di sampingnya
Patih Lintang Sanggabumi langsung menyerang lelaki yang berani menyentuh dirinya, sebuah aliran tenaga dalam dialirkan ke tangan kanan untuk segera menebas tangan yang sudah berani menyentuhnya
Sebuah pedang beradu, bahkan Patih Lintang Sanggabumi juga tak mengerti darimana lelaki itu mendapatkan sebuah pedang
__ADS_1
Tak sampai disitu kembali Patih Lintang Sanggabumi menyerang lelaki itu dengan beberapa jurus ilmu Kanuragan
Dalam diri Patih Lintang Sanggabumi saat ini, sebuah perasaan berkecamuk antara rasa cinta yang sudah menjadi benci yang membara membakar habis rasa cintanya
Menyerang dengan penuh rasa kebencian, membabi buta, tak terkontrol dan penuh nafsu membunuh
Sorot mata tajam setelah beberapa kali menyerang dan kini sedikit menarik nafas untuk mengatur konsentrasi nya kembali
"Hentikan" suara Darso terdengar melerai pertarungan
Kini Darso sudah berdiri dan mendekap salah satu prajurit yang sudah tak berdaya dengan sebuah pedang kencil yang melingkar di lehernya
"Hentikan Darso" suara Patih Lintang Sanggabumi mencoba membujuk Darso untuk tak berbuat nekad
Karena yang ada di dekapan Darso saat ini adalah putri Sekar Ningrum yang sebelumnya menyamar sebagai prajurit tetapi Darso masih mengetahui nya
__ADS_1
"Katakan dimana jasad guruku kau sembunyikan, jika tidak aku akan membunuh tuan putri" senyuman kemenangan tergambar di wajah Darso
Posisi Patih Lintang Sanggabumi tidak menguntungkan, salah sedikit nyawa putri Sekar Ningrum akan melayang tetapi jika dia mengatakan apa yang inginkan oleh Darso maka dunia akan kembali dalam bahaya