Back To Castle

Back To Castle
tigapuluhempat


__ADS_3

Nafas panjang dan sedikit lirikan ke arah gadis yang sudah lemas tak berdaya dalam pelukannya


Joko patah mencoba mengubah posisi gadis yang saat ini berbaring di atasnya untuk dia rebahkan di sebelahnya


Matanya tampak belum mau terbuka, tubuhnya tampak lemas dan tak sehelai pun tertutup kain


Pandangan Joko Patah masih belum juga berpaling dari tubuh gadis yang membuatnya harus bekerja keras untuk sekedar terlihat gagah


Meski sedikit penjelasan ada di benak Joko, tetapi sebuah senyuman juga tergambar di wajahnya


Entah apa yang di banggakan oleh Joko saat ini, mungkin juga karena sudah berhasil membuat seorang gadis terbujur lemas ataukah yang lainnya


Setelah merasa cukup kuat setelah adegan yang menguras tenaga, Joko patah mulai berdiri untuk mengenakan pakaian yang berserakan di lantai kamar tersebut


Tubuhnya kini terasa lebih baik, pikirannya jernih "mengapa rasanya seperti ini, belum pernah aku merasakan hal yang seperti ini sebelumnya" gumam Joko dalam hati


Bagi Joko melakukan hubungan antara lelaki dan perempuan yang belum pernah dia lakukan sebelumnya seperti pengalaman baru


Efek yang dirasakan Joko bisa digambarkan dengan senyum yang tampak cerah di wajahnya, menandakan betapa bahagianya dia saat ini

__ADS_1


.................


Di wilayah lembah jurang dalam


Tampak dua orang sedang melakukan meditasi dengan konsentrasi penuh, tak ada sedikitpun kata dari keduanya, hanya mata yang terpejam dengan posisi duduk bersila di atas batu


Di dekat mereka tampak sebuah tubuh perempuan yang di ikat di pohon besar dengan wajah tertunduk ke bawah dan rambut terurai


Tampak tubuh wanita itu belum juga bergerak meski setelah lama dia di ikat di pohon besar tersebut


Dingin nya angin yang melewati setiap tebing membuat udara begitu tajam menusuk kulit


Matanya tampak mencari sesuatu sehingga lirikannya mengawasi kiri dan kanan tempat dia berada


"Kakang apa kau yakin dia akan datang....????" Kata lelaki yang kini berdiri atas batu besar


Mata yang sebelumnya tertutup kini mulai terbuka, lelaki dengan perawakan bertubuh kekar itu kini juga mulai berdiri


"Aku yakin bagaimana gadis ini begitu penting baginya, dia pasti datang"

__ADS_1


Darso dan Harso sudah mempersiapkan apa yang menjadi tujuan awal dia berada di lembah jurang dalam


"Kakang, apa kau pernah mendengar cerita yang beredar tentang lembah ini....????" Harso mencoba bertanya tentang tempat yang di pilih kakaknya


"Aku juga belum tau tentang kebenaran cerita itu, tapi aku memilih tempat ini karena pastinya tidak ada orang yang berani datang mengganggu urusan kita di sini" Darso membalas dengan perasaan datar


"Disaat kita bisa membangkitkan kembali guru kita, aku yakin kita akan bisa membangun kembali padepokan kita yang selama puluhan tahun mati" Harso hanya mengangguk mendengar apa yang di ucapkan oleh kakak nya


"Aku ingin melihat bagaimana guru membalaskan dendam nya pada Patih Lintang Sanggabumi dan semua pengikutnya" senyum Harso terpahat setelah mengatakan sebuah tujuan yang ada dalam dirinya


dahulu padepokan yang memiliki julukan Gondo Mayang menjadi momok bagi siapapun yang mendengarnya


pemimpin mereka nyai Ageng Tirtayasa yang memiliki wajah cantik jelita meski usianya ratusan tahun pun terkenal di seluruh pelosok yang ada


murid-murid dari perguruan Gondo Mayang terkenal sadis dan tanpa ampun dalam setiap pertarungan


perguruan dengan menganut ilmu hitam yang mereka yakini selama berpuluh-puluh tahun, membuat tak ada satu orang pun yang mencari masalah dengan mereka


sebelum akhirnya ada sebuah perguruan yang mencoba melawan agar Angkara murka bisa diredam

__ADS_1


__ADS_2