
Cahaya bulan menyinari terang di kerajaan Adibuana, suasana nyaman dan damai tergambar jelas di wajah para prajurit maupun para dayang yang mengabdi pada kerajaan Adibuana
Kepemimpinan yang adil oleh prabu Jayadiningrat membuat siapapun merasa tenang jika terjadi permasalahan di lingkungan kerajaan
Arif dan bijaksana memang sudah terlihat sejak sang prabu masih berumur remaja, tak ada yang dilakukan olehnya kecuali untuk kepentingan penduduk dan kerajaan
"Kanda,,, apa yang kanda pikirkan...???" Suara lembut terdengar dari balik punggung prabu Jayadiningrat
"Dinda Dewi Puspasari, duduklah di sini" kata prabu Jayadiningrat sambil merenggangkan tempat duduknya
"Kanda,,, esok hari bibik Lintang Sanggabumi akan pergi ke kerajaan Balongan dan putri kita ingin ikut untuk melihat dunia luar, bagaimana menurut mu kanda...???" Pertanyaan dari Dewi Puspasari membuat para ulama Jayadiningrat menatap tajam padanya
Terdiam sejenak memikirkan apa yang akan dia katakan pada istrinya, "itu terlalu berbahaya, apalagi saat ini kerajaan Dharmasraya ingin menyerang kerajaan kita" Dewi Puspasari terkejut dengan apa yang baru saja dikatakan oleh suaminya, dia tak tau menahu jika akan ada perang
__ADS_1
"Apa yang sebenarnya terjadi, mengapa mereka ingin berperang dengan kita, apa ada permusuhan diantara kita dengan pihak mereka kanda...????"
"Itu lah yang masih aku selidiki, menurut teliksandi yang aku kirimkan memang kerajaan Dharmasraya sedang menyiapkan sebuah prajurit besar di wilayah bagian selatan di wilayahnya" Dewi Puspasari tertunduk membayangkan apa yang akan terjadi jika sampai perang itu benar-benar terjadi
Melihat Dewi Puspasari terdiam seolah terkejut dengan apa yang baru dia dengan, prabu Jayadiningrat memeluk erat tubuhnya untuk memberikan rasa nyaman agar Dewi Puspasari merasa tenang
................
Fajar sudah menyingsing matahari sudah berdiri tegak di atas kepala, rombongan dari kerajaan Adibuana mulai meninggalkan wilayah perbatasan kerajaan wilayah timur dan mulai memasuki hutan belantara di wilayah kerajaan Pilangbangu
Setelah semua rombongan turun dari kereta kuda yang berjumlah dua, ada seorang yang tampak mencurigakan turun dari kereta kuda terakhir
Tatapannya terlihat menunduk dan ketika ditanya tak sekalipun menjawab, membuat salah seorang prajurit melapor pada Patih Lintang Sanggabumi
__ADS_1
"Maaf mengganggu istirahat Anda, ada seorang prajurit yang tampak mencurigakan berada di rombongan sebelah" prajurit itu berkata sambil membungkuk di depan Patih Lintang Sanggabumi
"Siapa yang berani menyusup" gumam Patih Lintang Sanggabumi
Bergegas beranjak dari tempat istirahat nya Patih Lintang Sanggabumi langsung menuju dimana tempat prajurit yang dianggap sebagai penyusup
Tatapan tajam saat melihat ke arah prajurit yang dimaksud, tapi secara tidak langsung pandangan Patih Lintang Sanggabumi berubah menjadi sebuah senyum, "tatapan tajam nya lenyap berganti senyum manis di wajah cantiknya
Para prajurit yang melihat ke arah Patih Lintang Sanggabumi seolah tak berdaya dengan apa yang mereka lihat, senyuman Patih Lintang Sanggabumi membuat seribu pertanyaan bagi para prajurit yang melihatnya
"Apa yang membuat Gusti Patih tersenyum...???" Seorang prajurit memberanikan diri bertanya
Patih Lintang Sanggabumi menatap ke arah suara itu "ampuni Amba Gusti Patih, hamba tak bermaksud lancang" kata prajurit itu setelah melihat Patih Lintang Sanggabumi menatap ke arahnya
__ADS_1
"Apa kalian tidak mengenalinya....????" Perkataan Patih Lintang Sanggabumi membuat para prajurit saling bertatap muka satu dengan yang lain, mencari tau jawaban apa yang akan mereka katakan tapi tak ada satupun yang menemukan jawaban
"Maaf Gusti Patih, kita semua tak tau bahkan tak mengerti maksud dari Gusti Patih" senyum kembali tergambar di wajah Patih Lintang Sanggabumi melihat wajah para prajurit dengan sejuta pertanyaan