
Patih Lintang Sanggabumi berjalan bersama dengan seorang lelaki, entah apa yang ada di masing-masing hati mereka
Hanya berjalan tanpa sedikitpun kata yang keluar diantara mereka, diam, diam dan hanya diam yang di perlihatkan Patih Lintang Sanggabumi di sepanjang perjalanan
Joko Patah pun merasa enggan untuk berbicara meski kini dia adalah suami dari wanita yang berjalan di sampingnya
Karena saat ini tampak dari raut wajah istrinya raut wajah yang rumit, entah apa yang dipikirkan olehnya Joko tak sedikitpun berani bertanya
Wajah rumit itu terus Joko lihat hingga satu hari penuh selama perjalanan, untuk mencapai lembah jurang dalam memang membutuhkan waktu dua hari jika dari gunung Merapi
Maka dari itu Patih Lintang Sanggabumi memutuskan untuk tidak berhenti beristirahat meski dia merasa lelah untuk secepatnya sampai ditempat tujuan
"Bukankah lebih baik kita beristirahat dulu,,,????" Kata Joko Patah di sela-sela perjalanan
"Tidak perlu karena itu hanya akan membuang-buang waktu" tegas Patih Lintang Sanggabumi menjawab
Joko patah tak melanjutkan perkataannya, meski dia tau bahwa beberapa kali Patih Lintang Sanggabumi meneguk bekal air yang dia bawa, namun Patih Lintang Sanggabumi tetap saja memaksakan diri untuk tidak berhenti agar segera sampai di tempat yang dia tuju
Joko bukanlah orang yang senang melihat perjuangan seorang diri seorang wanita, dia tiba-tiba saja memopong tubuh istrinya itu di dekapannya
"Apa yang kamu lakukan" berontak Patih Lintang Sanggabumi pada suaminya yang seenaknya sendiri memopong tubuhnya
__ADS_1
"Diam dan beristirahatlah" jawab Joko dengan tidak menghentikan langkah kakinya
Joko Patah menggendong Patih Lintang Sanggabumi melewati lebatnya hutan dan curamnya lembah
Kali ini Joko patah meminta istrinya untuk naik di pundaknya, meski enggan melakukan, namun karena waktu yang semakin menyempit membuat Patih Lintang Sanggabumi tak memiliki pilihan
Joko patah berjanji akan segera membawa Patih Lintang Sanggabumi dengan cepat ke tempat tujuan jika dia mau menuruti apa keinginan untuk naik ke pundak Joko
Setelah Patih Lintang Sanggabumi naik kepuncak Joko, Joko pun langsung berdiri dan di tubuhnya tiba-tiba terselimuti kekuatan tenaga dalam berwarna kuning
Setelah cahaya itu muncul satu langkah dari Joko patah mampu membuat dia melewati jarak seratus meter dengan dua kali lompatan
Itu membuat Patih Lintang Sanggabumi tak bisa lagi mengelak akan betapa kuat lelaki yang kini berstatus sebagai suaminya tersebut
"Aku minta maaf, tapi aku hanya tak ingin melihatmu bersedih, memikirkan semua masalah yang kamu hadapi memang bukan perkara yang mudah, tapi aku yakin kamu pasti bisa mengatasinya, dan aku akan berjanji untuk menjagamu selama hidupku"
Patih Lintang Sanggabumi merasa dia memiliki suami yang baik, meski dulu dia pernah di sakiti, namun saat ini dia merasa bukanlah sosok wanita yang lemah seperti dulu
Kehadiran Joko Patah sudah mengobati luka dalam yang dulu pernah dia rasakan, Patih Lintang Sanggabumi memeluk erat tubuh Joko Patah dari belakang dan membenamkan wajahnya pada pundak suaminya
.................
__ADS_1
Lembah jurang dalam
Suasana sunyi tanpa sedikitpun keributan tampak damai bagi kedua orang yang sedang melakukan meditasi
Alam memberikan kenyamanan bagi siapapun yang ingin merasakan damainya kehidupan
Namun sebuah cahaya kuning tiba-tiba muncul dihadapan dua orang yang masih belum menunjukan jika mereka menyadari akan hadirnya sosok lain Diantara keduanya
Patih Lintang Sanggabumi turun dari pundak suaminya dan berjalan ke arah kedua lelaki yang ada di hadapannya
"Kalian jangan berpura-pura tidak tau, cepat katakan dimana kalian sembunyikan gadis itu" keras teriakan Patih Lintang Sanggabumi, lebih keras dari pada biasanya
Itu menandakan bahwa dia memiliki urusan besar dengan kedua lelaki di hadapannya, Joko patah hanya dia saja melihat apa yang dilakukan oleh istrinya
"Hahahahahahaha" suara tawa keras terdengar dari salah satu lelaki yang kini tengah berdiri menatap tajam kepada Patih Lintang Sanggabumi
"Sayang,,,,,,, apa kau bisa sedikit lebih pelan, aku merindukan sikap lembutmu yang dulu" kembali sosok lelaki itu berkata Sambil mendekat ke arah Patih Lintang Sanggabumi
Joko Patah yang melihat lelaki itu akan mendekati istrinya, dia langsung melesat mengalirkan tenaga dalam di tangannya
"Bluuuuuummmmm" sebuah suara terdengar sesaat tubuh lelaki yang sebelum nya berjalan mendekat ke arah Patih Lintang Sanggabumi, kini meringkuk dibawah reruntuhan batu yang menimpanya
__ADS_1
Pukulan dari Joko patah mampu membuatnya mundur beberapa meter dan membentur dinding tebing
Meski belum kalah namun pukulan itu nampak cukup membuat lelaki yang sebelumnya nampak tersenyum kini mengerutkan alisnya