Back To Castle

Back To Castle
empatpuluhtujuh


__ADS_3

Selang beberapa waktu setelah apa saja kejadian yang terjadi di gubuk milik eyang Suropati


Joko Patah maupun Patih Lintang Sanggabumi sudah kembali memakai pakaian dengan sempurna


Meski tampak sedikit malu tapi saat ini rasa itu sedikit mereka alihkan, karena saat ini kesembuhan kedua lelaki yang bernasib buruk itu jauh lebih penting


Patih Baladewa tau siapa wanita yang bersama dengan lelaki yang bernama Joko Patah itu adalah Patih Lintang Sanggabumi, Patih dari kerajaan Adibuana


Namun dia tidak tahu menahu tentang keperluannya berada di sini, karena semua seperti sebuah kebetulan


Karena sebelumnya Rakijanwojo juga meminta untuk membawanya ke lereng gunung Merapi, menemui eyang Suropati


Tapi ternyata di sini juga ada paman Hastrayasa yang dalam kondisi buruk dan ditambah lagi Rakijanwojo yang sekarat setelah kalah bertarung


Patih Baladewa masih belum mengerti tentang apa yang terjadi, namun baginya ini sebuah keuntungan jika kerajaan Adibuana mau membantu melawan keangkaramurkaan yang dilakukan oleh prabu Losanjaya


"Baiklah" Joko patah duduk bersila di hadapan paman Hastrayasa dan segera mengaliri tubuh paman Hastrayasa dengan tenaga dalam


Satu, dua, tiga, totokan dia lakukan di beberapa bagian tubuh paman Hastrayasa

__ADS_1


Dan di ikuti puluhan totokan yang begitu cepat gerakannya, bahkan semua orang yang melihat menjadi tak bisa menghitung sudah berapa kali Joko Patah melakukan totokan di sekujur tubuh paman Hastrayasa


Darah segar mulai keluar dari bibir paman Hastrayasa yang masih terselimuti tenaga dalam dari Joko Patah


Joko patah menarik dan memberikan sebuah ramuan kepada paman Hastrayasa untuk dia minum


Keringat dikenang Joko patah tampak terlihat bahkan beberapa kali keringat itu jatuh melewati pelipisnya


Kembali Joko Patah melakukan totokan yang semakin cepat dari totokan yang pertama


Membuat paman Hastrayasa kembali muntah darah untuk yang kedua kalinya, namun setelah itu tenaga dalam yang sebelumnya hanya menyelimuti paman Hastrayasa kini hilang seolah diserap masuk ke dalam tubuh paman Hastrayasa


Patih Lintang Sanggabumi mengusap kening suaminya dengan pakaian yang dia gunakan, Joko patah yang merasa ada sentuhan dari istrinya pun. Tersenyum mengarah padanya


Joko patah berpindah posisi, kini dia menghadap ke arah paman Rakijanwojo yang tampak lemas setelah kalah dalam pertarungan


Aliran tenaga dalam kembali Joko alirkan untuk mengetahui penyebab kondisi paman Rakijanwojo seperti ini


Joko patah mengangkat tubuh paman Rakijanwojo dan mendudukkannya, Joko patah duduk bersila dibelakang paman Rakijanwojo dan menempelkan kedua telapak tangannya di punggung paman Rakijanwojo

__ADS_1


Sebuah cahaya biru keluar dari telapak tangan Joko Patah, kulit yang sebelumnya gosong kini perlahan mulai kembali normal


Setelah tubuh paman Rakijanwojo kembali normal Joko patah menghentikan tenaga dalamnya


Dan tangan kanan paman Rakijanwojo yang sebelumnya bengkak karena ada tulangnya yang patah, kini Joko patah meluruskan lengan tersebut dan menariknya


Jeritan keras terdengar dari bibir paman Rakijanwojo menahan sakitnya tangan yang ditarik oleh Joko Patah


Kemudian. Kembali Joko mengalirkan tenaga dalam di lengan paman Rakijanwojo membuat perlahan daging yang sebelumnya bengkak kini kembali normal


Merasa cukup dengan apa yang dia lakukan Joko patah menarik nafas panjang "perlu waktu beberapa hari untuk mengembalikan tenaga dalam paman" kata Joko Patah pada Rakijanwojo yang tampak sudah tampak merasa baik


.............


Beberapa hari telah berlalu, kini Rakijanwojo maupun paman Hastrayasa sudah mulai kembali berlatih


Meski hanya melatih tenaga dalam namun itu merupakan kemajuan yang cepat melihat apa yang sebelumnya terjadi pada keduanya


Patih Baladewa sebenarnya masih penasaran dengan wanita yang mengaku sebagai ibu dari Joko Patah

__ADS_1


Namun dia sedikit menunggu waktu yang pas untuk menanyakan akan hal itu


__ADS_2