
Selang beberapa waktu setelah apa saja kejadian yang terjadi di gubuk milik eyang Suropati
Joko Patah maupun Patih Lintang Sanggabumi sudah kembali memakai pakaian dengan sempurna
Meski tampak sedikit malu tapi saat ini rasa itu sedikit mereka alihkan, karena saat ini kesembuhan kedua lelaki yang bernasib buruk itu jauh lebih penting
Patih Baladewa tau siapa wanita yang bersama dengan lelaki yang bernama Joko Patah itu adalah Patih Lintang Sanggabumi, Patih dari kerajaan Adibuana
Namun dia tidak tahu menahu tentang keperluannya berada di sini, karena semua seperti sebuah kebetulan
Karena sebelumnya Rakijanwojo juga meminta untuk membawanya ke lereng gunung Merapi, menemui eyang Suropati
Tapi ternyata di sini juga ada paman Hastrayasa yang dalam kondisi buruk dan ditambah lagi Rakijanwojo yang sekarat setelah kalah bertarung
Patih Baladewa masih belum mengerti tentang apa yang terjadi, namun baginya ini sebuah keuntungan jika kerajaan Adibuana mau membantu melawan keangkaramurkaan yang dilakukan oleh prabu Losanjaya
"Baiklah" Joko patah duduk bersila di hadapan paman Hastrayasa dan segera mengaliri tubuh paman Hastrayasa dengan tenaga dalam
Satu, dua, tiga, totokan dia lakukan di beberapa bagian tubuh paman Hastrayasa
__ADS_1
Dan di ikuti puluhan totokan yang begitu cepat gerakannya, bahkan semua orang yang melihat menjadi tak bisa menghitung sudah berapa kali Joko Patah melakukan totokan di sekujur tubuh paman Hastrayasa
Darah segar mulai keluar dari bibir paman Hastrayasa yang masih terselimuti tenaga dalam dari Joko Patah
Joko patah menarik dan memberikan sebuah ramuan kepada paman Hastrayasa untuk dia minum
Keringat dikenang Joko patah tampak terlihat bahkan beberapa kali keringat itu jatuh melewati pelipisnya
Kembali Joko Patah melakukan totokan yang semakin cepat dari totokan yang pertama
Membuat paman Hastrayasa kembali muntah darah untuk yang kedua kalinya, namun setelah itu tenaga dalam yang sebelumnya hanya menyelimuti paman Hastrayasa kini hilang seolah diserap masuk ke dalam tubuh paman Hastrayasa
Patih Lintang Sanggabumi mengusap kening suaminya dengan pakaian yang dia gunakan, Joko patah yang merasa ada sentuhan dari istrinya pun. Tersenyum mengarah padanya
Joko patah berpindah posisi, kini dia menghadap ke arah paman Rakijanwojo yang tampak lemas setelah kalah dalam pertarungan
Aliran tenaga dalam kembali Joko alirkan untuk mengetahui penyebab kondisi paman Rakijanwojo seperti ini
Joko patah mengangkat tubuh paman Rakijanwojo dan mendudukkannya, Joko patah duduk bersila dibelakang paman Rakijanwojo dan menempelkan kedua telapak tangannya di punggung paman Rakijanwojo
__ADS_1
Sebuah cahaya biru keluar dari telapak tangan Joko Patah, kulit yang sebelumnya gosong kini perlahan mulai kembali normal
Setelah tubuh paman Rakijanwojo kembali normal Joko patah menghentikan tenaga dalamnya
Dan tangan kanan paman Rakijanwojo yang sebelumnya bengkak karena ada tulangnya yang patah, kini Joko patah meluruskan lengan tersebut dan menariknya
Jeritan keras terdengar dari bibir paman Rakijanwojo menahan sakitnya tangan yang ditarik oleh Joko Patah
Kemudian. Kembali Joko mengalirkan tenaga dalam di lengan paman Rakijanwojo membuat perlahan daging yang sebelumnya bengkak kini kembali normal
Merasa cukup dengan apa yang dia lakukan Joko patah menarik nafas panjang "perlu waktu beberapa hari untuk mengembalikan tenaga dalam paman" kata Joko Patah pada Rakijanwojo yang tampak sudah tampak merasa baik
.............
Beberapa hari telah berlalu, kini Rakijanwojo maupun paman Hastrayasa sudah mulai kembali berlatih
Meski hanya melatih tenaga dalam namun itu merupakan kemajuan yang cepat melihat apa yang sebelumnya terjadi pada keduanya
Patih Baladewa sebenarnya masih penasaran dengan wanita yang mengaku sebagai ibu dari Joko Patah
__ADS_1
Namun dia sedikit menunggu waktu yang pas untuk menanyakan akan hal itu