
Harao berjalan dari balik reruntuhan menuju ke arah dimana lelaki muda yang sebelumnya telah berhasil memukul nya dengan tiba-tiba
Darso yang membantu Harso bangkit tampak geram melihat adiknya diperlakukan seperti itu, tatapan tajam dari keduanya sangat menakutkan
Patih Lintang Sanggabumi berjalan mendekat ke arah suaminya "biarkan ini menjadi urusanku Kangmas'
Darso dan Harso Tampak kaget dengan apa yang diucapkan oleh Patih Lintang Sanggabumi, pada lelaki muda yang ada di sampingnya
Sebuah tenaga dalam kuat kini telah dikeluarkan oleh Darso dan Harso, melihat hal itu Patih Lintang Sanggabumi bersiap dengan sebuah kuda-kuda begitu juga dengan Joko patah
Harso maju dengan sebuah serangan lurus, meski hanya dengan sebuah tenaga dalam tapi bisa dirasakan jika sampai terkena pukulan dari Harso semua pasti bisa berakhir di pemakaman
Patih Lintang Sanggabumi melihat ke arah Harso yang terus melakukan serangan bertubi-tubi pada suaminya
Joko Patah menggunakan ajian lembu sekilan membuatnya bisa dengan mudah menghindari setiap serangan dari Harso
Joko patah mengeluarkan sebuah tenaga dalam dari tangan kirinya, cahaya kuning berkumpul di telapak tangannya dan perlahan memadat menjadi sebuah pedang berkilau emas
Meski Harso tak merasa takjub dengan kekuatan lawan yang kuat, namun dirinya menyadari jika dia pasti bisa memenangkan pertarungan ini, apalagi dia belum mengeluarkan ajian andalannya, menambah sombong senyum yang tergambar di wajahnya
__ADS_1
Joko Patah mengangkat pedangnya, langit berubah menjadi kuning keemasan dan angin berhembus sangat kencang
Patih Lintang Sanggabumi menghindar dari Medan pertempuran, dia memilih menjauh dari suaminya yang sedang bertarung melawan Harso
Namun Darso tak membiarkan Patih Lintang Sanggabumi lolos begitu saja, dia mengejar dan menyerang Patih Lintang Sanggabumi
Kembali keduanya bertarung setelah beberapa waktu lalu, Patih Lintang Sanggabumi menyerang Darso dengan jurus ilmu Kanuragan yang cukup gesit
Tapi Darso juga menahannya dengan ilmu Kanuragan yang cukup kuat, membuat keduanya bertarung dengan seimbang
...............
Angin ****** beliung tercipta dari atas langit, turun dan memutar di tengah-tengah antara Joko Patah dan Harso
tangan Harso mengepal dan mengarahkannya ke langit, sebuah cahaya biru terlihat terang bersamaan dengan tangan Harso yang diangkat
Harso mencoba mengeluarkan sebuah pukulan andalan, ajian Ba'da tubi
Pedang yang diangkat oleh Joko patah kini di tebaskan ke arah Harso, angin ****** beliung yang sebelumnya hanya berputar di tengah kini, mengarah lurus seiring arah tebasan pedang Joko patah
__ADS_1
Berputar mengelilingi tubuh Harso angin semakin lama semakin bertambah kuat membuat Harso harus dengan sekuat tenaga menahan tubuh nya, agar tidak terbawa oleh pusaran angin
Satu kaki kanan milik Harso dia injakan ke dalam tanah dan begitupun dengan kaki sebelah kirinya
Tanah di sekitar Harso terbang melayang terbawa pusaran angin, kalau tidak dengan pertahanan penuh, mungkin Harso sudah terbang terhempas oleh angin
Tubuh Harso diselimuti tenaga dalam berwarna biru, dan puluhan pukulan dia lepaskan ke delapan penjuru arah mata angin
Pusaran angin yang mengelilingi Harso hilang setelah pukulan delapan arah mata angin ajian Ba'da tubi
Namun sosok lelaki muda yang sebelumnya ada dihadapannya kini hilang entah kemana setelah angin itu lenyap
Harso melirik ke kiri dan ke kanan, dengan tatapan tajam dan sikap waspada
Persekian detik tubuh Joko sudah berdiri di atas kepalanya, dan langsung menebas Harso dari atas
Harso mengarahkan pukulan Ba'da tubi pada tubuh Joko yang tiba-tiba sudah menyerang dari atas kepalanya
Kepalan tangan besar berwarna biru berhadapan pedang berkilau emas milik Joko Patah
__ADS_1