Back To Castle

Back To Castle
limapuluhsatu


__ADS_3

Harao berjalan dari balik reruntuhan menuju ke arah dimana lelaki muda yang sebelumnya telah berhasil memukul nya dengan tiba-tiba


Darso yang membantu Harso bangkit tampak geram melihat adiknya diperlakukan seperti itu, tatapan tajam dari keduanya sangat menakutkan


Patih Lintang Sanggabumi berjalan mendekat ke arah suaminya "biarkan ini menjadi urusanku Kangmas'


Darso dan Harso Tampak kaget dengan apa yang diucapkan oleh Patih Lintang Sanggabumi, pada lelaki muda yang ada di sampingnya


Sebuah tenaga dalam kuat kini telah dikeluarkan oleh Darso dan Harso, melihat hal itu Patih Lintang Sanggabumi bersiap dengan sebuah kuda-kuda begitu juga dengan Joko patah


Harso maju dengan sebuah serangan lurus, meski hanya dengan sebuah tenaga dalam tapi bisa dirasakan jika sampai terkena pukulan dari Harso semua pasti bisa berakhir di pemakaman


Patih Lintang Sanggabumi melihat ke arah Harso yang terus melakukan serangan bertubi-tubi pada suaminya


Joko Patah menggunakan ajian lembu sekilan membuatnya bisa dengan mudah menghindari setiap serangan dari Harso


Joko patah mengeluarkan sebuah tenaga dalam dari tangan kirinya, cahaya kuning berkumpul di telapak tangannya dan perlahan memadat menjadi sebuah pedang berkilau emas


Meski Harso tak merasa takjub dengan kekuatan lawan yang kuat, namun dirinya menyadari jika dia pasti bisa memenangkan pertarungan ini, apalagi dia belum mengeluarkan ajian andalannya, menambah sombong senyum yang tergambar di wajahnya

__ADS_1


Joko Patah mengangkat pedangnya, langit berubah menjadi kuning keemasan dan angin berhembus sangat kencang


Patih Lintang Sanggabumi menghindar dari Medan pertempuran, dia memilih menjauh dari suaminya yang sedang bertarung melawan Harso


Namun Darso tak membiarkan Patih Lintang Sanggabumi lolos begitu saja, dia mengejar dan menyerang Patih Lintang Sanggabumi


Kembali keduanya bertarung setelah beberapa waktu lalu, Patih Lintang Sanggabumi menyerang Darso dengan jurus ilmu Kanuragan yang cukup gesit


Tapi Darso juga menahannya dengan ilmu Kanuragan yang cukup kuat, membuat keduanya bertarung dengan seimbang


...............


Angin ****** beliung tercipta dari atas langit, turun dan memutar di tengah-tengah antara Joko Patah dan Harso


tangan Harso mengepal dan mengarahkannya ke langit, sebuah cahaya biru terlihat terang bersamaan dengan tangan Harso yang diangkat


Harso mencoba mengeluarkan sebuah pukulan andalan, ajian Ba'da tubi


Pedang yang diangkat oleh Joko patah kini di tebaskan ke arah Harso, angin ****** beliung yang sebelumnya hanya berputar di tengah kini, mengarah lurus seiring arah tebasan pedang Joko patah

__ADS_1


Berputar mengelilingi tubuh Harso angin semakin lama semakin bertambah kuat membuat Harso harus dengan sekuat tenaga menahan tubuh nya, agar tidak terbawa oleh pusaran angin


Satu kaki kanan milik Harso dia injakan ke dalam tanah dan begitupun dengan kaki sebelah kirinya


Tanah di sekitar Harso terbang melayang terbawa pusaran angin, kalau tidak dengan pertahanan penuh, mungkin Harso sudah terbang terhempas oleh angin


Tubuh Harso diselimuti tenaga dalam berwarna biru, dan puluhan pukulan dia lepaskan ke delapan penjuru arah mata angin


Pusaran angin yang mengelilingi Harso hilang setelah pukulan delapan arah mata angin ajian Ba'da tubi


Namun sosok lelaki muda yang sebelumnya ada dihadapannya kini hilang entah kemana setelah angin itu lenyap


Harso melirik ke kiri dan ke kanan, dengan tatapan tajam dan sikap waspada


Persekian detik tubuh Joko sudah berdiri di atas kepalanya, dan langsung menebas Harso dari atas


Harso mengarahkan pukulan Ba'da tubi pada tubuh Joko yang tiba-tiba sudah menyerang dari atas kepalanya


Kepalan tangan besar berwarna biru berhadapan pedang berkilau emas milik Joko Patah

__ADS_1


__ADS_2