
21
Patih Lintang Sanggabumi berjalan ke arah prajurit yang dimaksud oleh para prajurit lain, di ikuti oleh beberapa prajurit yang melaporkan hal itu
Berdiri di depan prajurit yang di maksud Patih Lintang Sanggabumi tersenyum "sembah hamba tuan putri" melihat apa yang dilakukan Patih Lintang Sanggabumi prajurit yang berada di belakangnya pun ikut berlutut di belakang Patih Lintang Sanggabumi menghadap prajurit yang sebelumnya di curigai sebagai penyusup
Semua prajurit yang melihat dan mendengar apa yang diucapkan maupun apa yang dilakukan oleh Patih Lintang Sanggabumi langsung melakukan hal yang sama
Prajurit yang sebelumnya di curigai bingung harus berbuat apa melihat para prajurit dan Patih Lintang Sanggabumi berlutut di hadapannya
"Bangunlah bibik, maafkan aku telah lancang mengikuti bibik samapai ke tempat ini, aku hanya ingin melihat bagaimana kehidupan di luar istana" prajurit yang dicurigai itu langsung membuka penutup muka yang dia kenakan dan langsung mengangkat tubuh Patih Lintang Sanggabumi untuk berdiri
"Hamba juga minta maaf karena hamba lalai tidak mengecek satu persatu rombongan sebelum berangkat, sehingga Gusti putri bisa berada di dalam rombongan hamba"
"Tidak apa-apa, kalian semua berdirilah, mari kita selesaikan semua ini bersama-sama" kata putri Sekar Ningrum sambil tersenyum memandang semua prajurit yang ada
__ADS_1
"Tuan putri seharusnya tidak nekad untuk sampai ke tempat ini, karena setelah ini kita akan melewati lembah yang sering orang sebut dengan lembah jurang kematian, di sana akan banyak perampok yang akan menggambar perjalanan kita dan aku tak ingin Gusti putri celaka" Patih Lintang Sanggabumi menjelaskan apa yang akan di hadapi di depan
"Tapi aku yakin , bibik pasti bisa manjagaku" senyum manis tergambar sesaat putri Sekar Ningrum berkata
...............
Kerajaan Adibuana
Suasana heboh terjadi saat Dewi Puspasari melihat surat yang ada di dalam kamar putri Sekar Ningrum, membuatnya menangis menggebu-gebu
"Maaf tuan penasehat,,, Gusti prabu memerintahkan hamba untuk menyampaikan surat ini" sebuah gulungan di keluarkan dari balik baju utusan tersebut
Dibuka dan dibaca dengan seksama Rakijanwojo terkejut dengan apa isi surat tersebut
Bergegas setelah membaca isi surat itu, Rakijanwojo bergegas menghampiri sebuah kamar yang ada di salah satu ruangan di rumahnya
__ADS_1
Ketukan pintu terdengar keras oleh orang yang menempati kamar tersebut, dengan segera orang itu membuka pintu kamarnya
"Ada apa,,,, kau terlihat cemas...???"
"Putri Sekar Ningrum pergi mengikuti rombongan kerajaan menuju ke kerajaan Balongan, dan prabu Jayadiningrat memerintahkan ku untuk menyusul rombongan itu dan membawa putri Sekar Ningrum kembali" Rakijanwojo menjelaskan dengan nafas yang terburu-buru
"Akan sangat berbahaya jika putri seorang raja berkeliaran tanpa pengawal" balas paman Hastrayasa dengan spontan
"Tapi setidaknya ada Patih Lintang Sanggabumi didalam rombongan itu" Rakijanwojo menanggapi apa yang di ucapkan kakak seperguruannya
"Kalau begitu biar aku yang menyusul, sudah lama aku tidak bertemu dengan Patih Lintang Sanggabumi"
Senyuman terlihat jelas di wajah paman Hastrayasa sepertinya ada maksud lain di dalam hati paman Hastrayasa
Sekejap mata, tanpa pamitan paman Hastrayasa hilang dari pandangan mata Rakijanwojo "masih seperti dulu, tidak punya sopan santun" gumam Rakijanwojo dalam hati melihat tingkah paman Hastrayasa
__ADS_1
maaf baru bisa update lagi, ada keperluan yang tidak bisa ditinggalkan , thanks