Back To Castle

Back To Castle
tigapuluhtiga


__ADS_3

Matahari telah menyingsing Joko Patah terlihat sedang menikmati waktu di sebuah desa kecil di pinggiran wilayah kerajaan Dharmasraya


Niat nya untuk bergegas meninggalkan desa-desa yang ada di wilayah kerajaan Dharmasraya dia tanggalkan, dan memilih sejenak menikmati waktu sebelum akhirnya nantinya dia akan kembali ke dalam pedalaman hutan yang suasana nya tak seperti yang saat ini dia rasakan


Satu, dua tegukan minuman yang bisa membuat alis nya mengerut naik untuk menahan rasa pahit dari air yang dia teguk mulai terlihat


Tapi begitu menghangatkan sesaat setelah dia memakan makanan yang di suapkan oleh gadis yang ada di pangkuannya


Pikirannya santai dan urat-urat nya lemas santai, sembari membujungkan tubuh, Joko Patah pun juga tak lupa meminta gadis yang melayaninya untuk memijit tubuhnya


Bak raja dengan selir yang setia , Joko patah merasa jika saat ini nirwana telah berhasil dia rasakan


Jika sebelumnya dia hanya hidup berdampingan dengan alam di dalam hutan, kini seolah berubah Tiga ratus enam puluh derajat saat dia menikmati indahnya ciptakan tuhan yang namanya wanita


Dinikmatinya sentuhan pijatan lembut dari tangan gadis yang masih tampak berusia muda itu, tak lepas pandangan Joko Patah dari wajah gadis yang memijat tubuhnya

__ADS_1


Senyumnya yang manis serta bentuk tubuh yang seperti gitar maupun biola yang tampak setiap lekukan nya


Membuat sesuatu di balik semak-semak yang ada di antara kedua pahanya menjadi bergerak


Semakin lama semakin terasa, bukan hanya di satu bagian, gadis itu juga mulai memijit hampir ke seluruh tubuh Joko patah


Menggeliat tak karuan karena bagi Joko mungkin ini pengalaman pertama dalam hidupnya bersentuhan secara intim dengan seorang wanita


Aliran darah muda yang masih mencari jati diri tampak terlihat sesaat dirinya mulai menginjakan kaki di wilayah kerajaan Dharmasraya


"Mas apa ini....????" Senyuman dari Joko Patah tergambar setelah gadis itu bertanya sesuatu yang mengganjal di salah satu bagian tubuhnya


"Sepertinya itu bergerak secara alami, karena aku juga belum mengerti mengapa bisa seperti itu" balas Joko Patah untuk menggambar apa yang dia rasakan


Tersipu malu gadis itu mendengar jawaban lelaki yang masih menggeliat karena merasa risih dengan sesuatu yang mulai menonjol

__ADS_1


"Sepertinya posisi ini kurang nyaman denganku...????" Joko patah mulai duduk untuk mengatur tubuhnya diposisi berikutnya


"Mas nya baru pertama kali ya.....???" Joko Patah tersenyum mendengar apa yang di katakan gadis itu, hanya senyum yang menggambarkan perasaan nya


"Sepertinya kau benar" jawab Joko Patah setelah senyuman di wajahnya


"Kalau begitu biarkan aku yang memulai" Joko Patah semakin ragu untuk melanjutkan atau berhenti, tapi dia sendiri juga masih penasaran dengan kelanjutan kegiatannya


Anggukan kepala membuat gadis itu memulai permainan nya, Joko patah menggigit giginya karena merasa geli saat bagian sensitifnya mulai tersentuh hal-hal yang baru


"apa seperti ini rasanya" gumam Joko dalam hatinya sambil menahan rasa geli


"tahan ya" sebuah sensasi yang memaksa Joko Patah harus berteriak keras setelah aba-aba peringatan dikatakan oleh gadis itu


perlahan tapi pasti akhirnya mereka melakukan beberapa teknik untuk memberikan rasa nyaman dalam diri mereka dan rasa lembut dari sentuhan kulit wanita dan hal-hal lain dari bagian tubuh wanita membuat Joko harus bertekuk lutut di hadapan makhluk yang tercipta dari tulang rusuknya tersebut, butuh waktu beberapa jam untuk keduanya mencapai puncak dari kegiatan mereka

__ADS_1


__ADS_2