Back To Castle

Back To Castle
enam belas


__ADS_3

Pusaka itu berbentuk pedang dengan memiliki gagang berbentuk kepala naga, memancarkan warna merah terang dan berputar-putar melayang di atas tubuh kakek tua itu yang sedang bersemedi


Berdiri dan menggenggam erat pusaka itu, mencoba mengalirkan tenaga dalam agar pedang itu mampu untuk di genggam dengan sempurna


Tampak terlihat oleh Dewi Arumdalu jika kakek nya terlihat kesulitan menggenggam gagang dari pedang itu, otot-otot di lengan kanannya terlihat kaku dan membesar sesaat berhasil memegang pedang itu


Keringat bercucuran di kening nya menandakan bahwa perlu tenaga dalam yang kuat hanya untuk sekedar menggenggam pedang pusaka itu


"Kakek Hastrayasa tidak apa-apa...???" Dewi Arumdalu bertanya karena merasa khawatir

__ADS_1


Tak ada jawaban dari kakek Hastrayasa dia masih mencoba mengatur nafasnya yang tampak belum stabil


"Kakek tidak apa-apa, ini adalah pedang naga merah, pedang yang dimiliki oleh leluhur mu, dan akan kakek serahkan kepadamu sebagai ahli waris pemilik pedang ini"


"Apa kakek yakin, bahkan kakek sendiri harus mengeluarkan tenaga dalam hanya untuk menggenggam pedang ini, aku tak yakin aku bisa memiliki pedang ini" Dewi Arumdalu merasa tak mampu jika harus menggunakan pedang dengan kekuatan sebesar itu


"Kakek bilang kita adalah keturunan kerajaan, sekarang kakek bilang aku adalah anak dari seorang raja, kakek aku tidak mengerti tentang semua ini" putri Arumdalu tertunduk dan masih tak percaya


"Apa yang kakek katakan memang sebuah kenyataan yang harusnya kakek katakan sejak dulu, tapi kakek perlu waktu untuk mengatakan hal ini, karena kakek tak ingin kamu berada dalam bahaya"

__ADS_1


"Apa maksud kakek aku dalam bahaya,,,,???" Putri Arumdalu semakin bingung


"Jika sampai identitas putri Arumdalu terdengar bahkan jika sampai prabu Losanjaya mengetahui, maka keselamatan putri Arumdalu menjadi taruhannya" Kakek Hastrayasa menatap tajam ke arah putri Arumdalu dengan tatapan penuh makna


"Kakek tolong ceritakan semua dari awal, asal usul keluarga ku yang sebenarnya..???" Putri Arumdalu mencoba memahami keadaan dan ingin mendengar cerita asal usul keluarganya


"Ayahmu prabu Adiyaksa dan ibumu Dewi sekardalu, memiliki dua orang anak, satu laki-laki dan satunya lagi kamu putri, saat kejadian malam itu, aku mengajakmu berkeliling istana karena aku ingin berjalan-jalan dengan keponakan ku, tapi sebuah kejadian tak terduga terjadi, kerajaan Dharmasraya diserang oleh orang yang tak dikenal, dan suasana berubah menjadi mencekam, aku membawamu bersembunyi di dalam ruangan khusus yang hanya di ketahui oleh aku dan ayahmu, tak berselang lama, ayahmu prabu Adiyaksa datang dan memintaku untuk menyelamatkan dirimu dengan membawamu pergi ke istana dan bersembunyi di hutan ini, sebelum aku pergi ayahmu, prabu Adiyaksa menitipkan pedang naga merah ini, untukmu kelak jika suatu saat kamu bisa menjadi seorang pendekar yang hebat, untuk lebih tepatnya esok kakek akan membawamu untuk bertemu dengan seseorang" kata kakek Hastrayasa dengan air mata yang mulai membasahi pipinya, mengingat kejadian lima belas tahun yang lalu


putri Arumdalu hanya terdiam dan mencoba memahami apa yang dikatakan oleh kakeknya

__ADS_1


__ADS_2