
Setelah semua punggawa kerajaan berkumpul di dalam aula singgasana, prabu Losanjaya mulai berdiri dan berkata "setelah sekian lama, aku meratapi kepergian putraku, menepi dari gemerlapnya kehidupan, kini,,, mulai saat ini, aku tegaskan, akan kembali membawa kerajaan ini pada garis depan pertempuran, kerajaan Adibuana akan menjadi tujuan utama kita" prabu Losanjaya memejamkan kedua matanya setelah selesai berbicara
"Maaf Gusti prabu,, apa Gusti prabu sudah menimbang masalah ini dengan baik-baik, karena kerajaan Adibuana merupakan kerajaan yang sangat besar dan kuat" perkataan itu membuat prabu Losanjaya membuka kedua matanya dan merapatkan tajam pada punggawa yang berkata tersebut
Punggawa itu terdiam melihat tatapan tajam dari prabu Losanjaya, berjalan mengarah pada salah satu punggawa yang sebelumnya berbicara prabu Losanjaya kembali berhenti di salah satu lelaki yang tampak menunduk "apa kau meragukan kekuatan kerajaan Dharmasraya Ki" bergetar bibir lelaki itu setelah mendengar perkataan dari prabu Losanjaya
"Tidak Gusti prabu,, maafkan hamba" bersujud lelaki itu, bersimpuh lutut di depan prabu Losanjaya dan tak berkata apapun lagi
"Dengarkan semuanya,,, kita akan menyerang bagian terlemah dari wilayah kekuasaan kerajaan Adibuana, kita kuasai dulu sedikit demi sedikit sebelum akhirnya kita akan hancurkan kerajaan itu" perkataan prabu Losanjaya kini menggema di aula singgasana di Inggris sorak-sorai semua punggawa yang ada di sana
__ADS_1
Setelah pertemuan di aula singgasana selesai Dewi Mayangsari berjalan mengarah ke dalam kamar nya di ikuti oleh prabu Losanjaya yang berjalan di belakangnya
Terlihat sedikit tergesa-gesa keduanya memasuki kamar dengan pandangan yang sedikit manja
Setelah sampai ke dalam kamar prabu Losanjaya langsung memeluk Dewi Mayangsari dengan erat dari belakang, sedangkan bibir nya menyentuh setiap inci leher Dewi Mayangsari
Dewi Mayangsari yang menikmati apa yang dilakukan oleh prabu Losanjaya tak sedikitpun mengubah posisinya, agar apa yang dia rasakan tak segera berakhir
Bahkan kini suara yang sebelumnya tak terdengar di dalam kamar kini mulai menggema dan sayup-sayup terdengar dari luar kamar Dewi Mayangsari
__ADS_1
Dayang maupun abdi dalem yang mendengar suara itu tampak memilih menjauhi kamar Dewi Mayangsari dikarenakan tak ingin mendapatkan masalah jikalau ada yang memergoki mereka
Entah itu Dewi Mayangsari ataupun prabu Losanjaya kini sudah tak ada sehelai pun pakaian di tubuhnya, semua kain yang menutupi tubuh mereka berdua lepas entah kemana, bahkan mereka pun seperti tak perduli jika orang lain mendengar setiap Sura uang keluar dari bibir Dewi Mayangsari ketika prabu Losanjaya menekan tubuh Dewi Mayangsari dengan sekuat tenaga
Mengerang kesakitan tapi menikmati setiap gerakan dari lelaki yang menindih tubuh mu#lus putih tanpa sedikitpun cacat
Tampak keduanya memang sudah merasa bahwa dunia ini hanya milik mereka berdua, waktu terus berjalan, tapi aktivitas Dewi Mayangsari dan prabu Losanjaya juga terus berlanjut
"Cukup kanda aku sepertinya sudah tak bisa menahan terlalu lama, semua tubuhku serasa lemah bahkan untuk mengangkat tubuhku sendiri" kata Dewi Mayangsari dengan tatapan mata yang tampak lelah
__ADS_1
"Tahan sebentar lagi Dinda" jawab prabu Losanjaya dengan masih mencoba memaksakan kehendaknya
Desahan panjang Dewi Mayangsari mengakhiri pertarungan yang mereka lakukan semenjak selesai pertemuan di aula singgasana sebelumnya