Back To Castle

Back To Castle
empatpuluhlima


__ADS_3

Kembali menegang otot-otot Dewi sekardalu mendengar apa yang dikatakan oleh Patih Lintang Sanggabumi


Dewi sekardalu tak percaya, syarat yang diucapkan oleh Joko Patah di iyakan olehnya


"Apa tak ada jalan lain nyai Patih, putraku bisa pergi sebentar dan akan kembali lagi dalam waktu dekat" kata Dewi sekardalu mencoba memberikan jalan keluar bagi permasalahan ini


"Tak ada waktu lagi Gusti Putri, mungkin ini memang sudah menjadi takdir hidupku" balas Patih Lintang Sanggabumi dengan tegas


Joko Patah terdiam, melihat keadaan ini sebenarnya bukanlah keinginannya, tapi apa yang dia rasa saat ini bagaikan hal yang tidak mudah


Obsesinya begitu besar dan dia sendiri kesulitan untuk mengontrol, apa yang dia alami kali ini memang baru pertama kali ini dia rasakan


"Cepat kita lakukan upacara pernikahannya Gusti Putri, ada hal setelah ini yang harus aku lakukan" pinta Patih Lintang Sanggabumi pada Gusti Putri sekardalu


Dewi sekardalu menggangguk, paham akan maksud dari Patih Lintang Sanggabumi, karena setelah ini keselamatan putri Sekar Ningrum menjadi prioritas utama


Joko Patah dan Patih Lintang Sanggabumi duduk berdampingan dan upacara pernikahan pun dilangsungkan


Note; kita anggap saja Dewi sekardalu mampu menikahkan keduanya dan kini mereka sudah menjadi sepasang suami istri


Malam pun tiba, Joko Patah mencoba melihat kembali keadaan paman Hastrayasa dengan mulai mengalirkan tenaga dalam pada seluruh bagian tubuh nya

__ADS_1


Patih Lintang Sanggabumi melihat apa yang dilakukan oleh Joko Patah yang kini sudah menjadi suaminya


Tak ada perkataan apapun yang keluar dari bibir nya dan dengan sekejap Joko menarik kembali tenaga dalamnya


"Bagaimana...???" Sebuah suara dari balik punggung Joko terdengar


"Aku harus membuka sumbatan aliran darah yang menuju ke syaraf paman Hastrayasa, setelah itu syarafnya yang lumpuh bisa berangsur membaik"


Perkataan Joko Patah membuat Patih Lintang Sanggabumi sedikit menarik nafas "cepat lakukan agar aku bisa segera menyelamatkan Putri Sekar Ningrum" kata Patih Lintang Sanggabumi dan langsung memeluk Joko Patah


Merasa dipeluk oleh seorang wanita, membuat Joko Patah sedikit merasakan sensasi aneh


Apa yang ada di antara kedua pahanya terasa bergerak-gerak, meski mencoba menahan sekuat mungkin tapi sepertinya tak ada hasil


Wajah Joko Patah rumit memikirkan hal apa yang akan dia lakukan pada wanita yang ada di pelukannya, yang kini sudah menjadi istrinya


Merasa tak ada respon dari Joko Patah, Patih Lintang Sanggabumi langsung mencium bibir suaminya dengan lembut


Meski Patih Lintang Sanggabumi memiliki umur jauh lebih tua darinya, namun raut mukanya tampak masih terlihat muda, seperti wanita berumur dua puluh enam tahun meski usianya jauh di atas itu


Wajahnya yang cantik dan bau harum tubuhnya yang wangi membuat Joko Patah mulai membalas ciuman nya dan larut akan dekapan

__ADS_1


Tersingkap pakaian yang dikenakan oleh istrinya membuat Joko patah hilang kendali, dia dengan sedikit keras menekan dua daging yang tumbuh di bagian dada istrinya


Membuat suara jeritan dari istrinya menggema didalam kamar yang saat ini mereka tempati


Saling memeluk diantara keduanya Dengan begitu erat membuat keduanya merasakan hal yang membuat jiwa mereka melayang di nirwana


Rasa geli seperti orang di gelitik di bagian int#im keduanya, membuat keduanya tak sedikitpun memberikan kesempatan untuk persekian detik melewatkan kenikmatan yang kini mereka rasakan


Berkali-kali tubuh Joko Patah menindih tubuh istrinya yang kini tampak tak bisa mengelak, jika diapun juga merasakan hal yang mungkin baru pertama kali dia rasakan


Rasa yang membuat beban dipundaknya seakan hilang entah kemana, berganti dengan rasa nikmat yang tiada batas


Berganti tubuh Patih Lintang Sanggabumi menindih tubuh suaminya, membuat jeritannya semakin kencang terdengar


Dari balik ruang kamar yang di tempati oleh Dewi sekardalu, suara jeritan dari Patih Lintang Sanggabumi sangat jelas terdengar


Dewi sekardalu paham apa maksud dari Suara jeritan itu, dia sendiri tau jika itu adalah hal wajar bagi seorang suami istri


Air matanya menetes membasahi pipinya yang halus, teringat kembali akan sosok suaminya prabu Adiyaksa


Tentang kekejaman yang telah puluhan tahun berlalu dia alami, kini saat ini hanya tinggal angan-angan saja karena semua sudah hanya tinggal kenangan

__ADS_1


Tiba-tiba sebuah langkah kaki terdengar sayup-sayup oleh Dewi sekardalu dan membubarkan semua lamunannya


__ADS_2