
Hari telah berganti dan kondisi tubuh Rakijanwojo maupun paman Hastrayasa kini sudah tampak semakin membaik
Patih Lintang Sanggabumi berjalan menemui Dewi sekardalu yang ada teras rumah tersebut
"Maaf Gusti Ratu, hamba mohon pamit untuk menyelamatkan Putri Sekar Ningrum" kata Patih Lintang Sanggabumi sambil duduk di depan Dewi sekardalu
Melihat apa yang dilakukan oleh Patih Lintang Sanggabumi, Patih Baladewa pun kembali penasaran dengan wanita muda ibunda dari Joko Patah
"Aku mengerti nyai Patih, tapi apa tidak kau tunggu dulu suamimu" balas Dewi sekardalu dengan wajah tenang
"Hamba tak ingin melibatkan nya dalam masalah hamba Gusti Ratu"
Dewi sekardalu memegang pundak menantunya Patih Lintang Sanggabumi "meski dia masih kecil tapi aku yakin dia bisa menjadi pelindungmu dimana pun kau berada" kata Dewi sekardalu sambil tersenyum pada Patih Lintang Sanggabumi
Patih Lintang Sanggabumi mengangguk paham akan maksud dari Dewi sekardalu, namun hatinya berat jika harus mengorbankan seseorang dalam urusan masa lalunya
"Mohon maaf sebelumnya, apa maksud nyai Patih Lintang Sanggabumi memanggil nya dengan sebutan Gusti ratu" tiba-tiba suara laki-laki terdengar diantara percakapan keduanya
"Lancang kau menguping perkataan ku..!!!" Balas Patih Lintang Sanggabumi
__ADS_1
"Sudah-sudah tidak ada artinya kita berdebat" kata Dewi sekardalu melerai keduanya
"Mohon ampun Gusti Patih Lintang Sanggabumi, hamba ingin tau maksud Patih Lintang Sanggabumi menyebut beliau" Patih Baladewa menunjuk ke arah Dewi sekardalu
"dengan sebutan Gusti Ratu, karena wajah beliau mengingatkan saya akan seseorang yang pernah saya kenal" kembali kali ini lelaki itu melanjutkan apa maksud dirinya ikut campur
"Apa kau tidak tau, bila yang duduk di depanmu adalah Gusti Ratu sekardalu" bagaikan keajaiban, apa yang didengar oleh Patih Baladewa jika wanita yang beberapa hari bersamanya itu adalah Gusti Ratu sekardalu
Patih Lintang Sanggabumi merasa aneh melihat lelaki di depannya karena saat dirinya menyebut nama Gusti ratu sekardalu, lelaki yang ada di depannya itu langsung bersujud memberi hormat
"Mohon ampun Gusti Ratu, hamba sama sekali tidak mengetahui sebelumnya jika Anda adalah Gusti Ratu sekardalu"
"Berdirilah" balas Dewi sekardalu melihat lelaki yang belum dia ketahui bersujud hormat padanya
Mendengar namanya disebut, putri Arumdalu menghentikan latihannya dan matanya menatap ke arah paman Patih Baladewa yang menyebutkan namanya
Tatapan tajam Dewi sekardalu mengarah pada gadis muda yang masih menggenggam pedang di tangan kanannya
Air mata menetes dari pulupuk matanya dan bak air hujan kini deras air mata menggenangi pelipis Dewi sekardalu, melihat putrinya yang puluhan tahun tak ada sedikitpun kabar keberadaannya, tapi kini ternyata masih hidup dan ada di hadapan matanya
__ADS_1
Berjalan sempoyongan menahan rasa rindu dan air mata yang tak henti-hentinya menetes
Membasahi pipi dan dagunya yang yang nampak meruncing menahan rasa haru
Dewi sekardalu mulai berlari dan memeluk gadis cantik yang ada di halaman
"Putriku" Tampak bingung gadis cantik itu saat seorang wanita yang dia kenal sebagai ibu dari Joko Patah memanggil nya dengan sebutan putri
Nampak gadis itu menoleh ke kiri dan ke kanan, mencari jawaban karena dia tidak tau apa-apa bahkan maksud ibu Joko memeluknya sambil menangis dia pun juga tak tau
"Putriku, maafkan ibunda" Dewi sekardalu menatap ke arah putri Arumdalu
Berjalan Patih Baladewa menghampiri Dewi sekardalu dan putri Arumdalu "putri Arumdalu dialah ibundamu"
Beberapa kata dari Patih Baladewa yang membuat air mata putri Arumdalu pun meleleh
"Ibunda" kata putri Arumdalu sambil memeluk wanita di depannya
Patih Lintang Sanggabumi tak menyangka jika akan ada pertemuan antara keluarga yang telah lama terpisah
__ADS_1
Bahkan semua orang menganggap bahwa semua keturunan prabu Adiyaksa telah tewas dalam pertarungan di kerajaan Dharmasraya
Namun kini di depan matanya sendiri masih terlihat sehat Gusti Ratu sekardalu, dan kini bahkan putri Arumdalu juga masih hidup dan lebih mengagetkan lagi Patih Baladewa yang dianggap hilang kini tampak berdiri tegap dihadapannya