
Di dalam rumahatauoun gubuk, karena terbuat dari kayu, tapi juga berbentuk sebuah rumah, Patih Lintang Sanggabumi melihat ke segala arah, mencoba waspada jika ada sebuah jebakan
"Tenang bibik, meskipun aku tidak mengenalmu tapi aku tak bermaksud menyakitimu" kata Joko Patah karena memang sampai saat ini Patih Lintang Sanggabumi tidak memperkenalkan diri, meskipun Joko Patah sudah menyebutkan namanya
"Dimana Ki Suropati berada, disini tampak tak ada seorangpun yang menempati rumah ini...???" Tanya Patih Lintang Sanggabumi sambil duduk bersila
"Baiklah, tunggu sebentar"
Joko Patah duduk bersila, sebuah cahaya keluar dari tubuh nya, Patih Lintang Sanggabumi merasa kagum dengan apa yang dilakukan oleh lelaki tak jelas bernama Joko Patah tersebut
"Kakek,, kakek,, aku Joko , dimanakah kakek berada" Joko Patah berkomunikasi dengan ajian tali jiwo
Tak ada tanggapan setelah beberapa kali Joko Patah menggunakan ajian Tali Jiwo
Joko Patah membuka matanya beberapa saat, dan kemudian dia memejamkan matanya kembali
"Ibu,, ibu,, aku Joko, dimanakah ibu berada....???"
"Ada apa anak ku, aku masih melanjutkan pertapaan ku" balas suara wanita di dalam batin Joko Patah
"Aku ingin bertemu dengan kakek ibu, aku sekarang berada di rumah, tapi tak ada seorangpun disini"
__ADS_1
"Tunggulah sebentar" balas kembali wanita itu setelah Joko menyampaikan maksud memanggilnya
Joko Patah membuka mata nya, dan berdiri menghampiri wanita yang duduk bersila di dalam ruangan
"Kita tunggu sebentar" kata Joko pada wanita yang masih tak sedikitpun berbaik sikap padanya
Tak lama sebuah langkah kaki terdengar di telinga Patih Lintang Sanggabumi
Patih Lintang Sanggabumi yang sebelumnya bersemedi, kini membuka matanya melihat siapa yang sedang mendekat ke tempatnya
Sebuah pintu terbuka dari arah depan, dan terlihat sebuah wanita cantik yang menatap tajam ke dalam rumah
"Senang bertemu Patih Lintang Sanggabumi di tempat ini" wanita yang baru saja datang membungkuk hormat di depan Patih Lintang Sanggabumi
"Senang juga bertemu Gusti Ratu, ini merupakan kejutan bagi saya" Patih Lintang Sanggabumi melakukan hal sama seperti yang dilakukan Dewi sekardalu
Melihat seperti ada keakraban Ibunda nya dengan wanita yang sedari tadi hanya menaruh curiga padanya, Joko Patah pun menghampiri mereka berdua
"Ibunda" sapa Joko Patah sambil mencium punggung tangan Dewi sekardalu
Patih Lintang Sanggabumi menatap ke arah Joko Patah, entah apa yang ada di pikirannya mendengar Joko Patah memanggil ibunda pada Dewi sekardalu
__ADS_1
"Dimana kakek ibu, wanita ini ingin menemui kakek" kembali Joko Patah berkata sambil menjelaskan maksud kedatangan wanita di depannya
"Jadi begini" Patih Lintang Sanggabumi menceritakan semua hal yang terjadi padanya dan maksud kedatangan dirinya di tempat ini
"Tapi maaf sekali, Romo sudah beberapa hari yang lalu pamit dan entah mau kemana aku juga tidak tau, hanya saja dia meninggalkan kitab ini, agar nantinya aku menyerahkan nya kepada Joko" Dewi sekardalu menanggapi maksud Patih Lintang Sanggabumi sambil menunjukkan sebuah kitab
Seketika Patih Lintang Sanggabumi menarik nafas berat, merasa apa yang yang dia lakukan selama ini sia-sia
"Tapi tenang saja Gusti patih, sebelum Romo pergi beliau berpesan jika Joko sudah lebih hebat dari beliau, dan kitab ini adalah ilmu terakhir beliau yang bisa beliau berikan padanya, mungkin jawaban atas permasalahan Gusti Patih ada di dalam kitab ini"
Mendengar apa yang dikatakan Dewi sekardalu Patih Lintang Sanggabumi melihat ke arah Joko Patah dengan tatapan aneh
Entah pikiran apalagi yang ada di benaknya, semuanya tak ada yang tau
Joko Patah yang merasa terkejut akan amanah yang diberikan oleh kakeknya kini merasa kehilangan
Karena dia tak tau apapun tentang kitab yang kini akan dia pelajari, belajar tanpa seorang guru merupakan hal yang sulit dilakukan
Apalagi dia baru pertama kali melihat kitab yang ibundanya berikan, jika mendengar jika kitab ini adalah kitab terakhir yang bisa di ajarkan oleh kakek nya, tentunya kitab ini bukan kitab yang bisa sembarangan di pelajari
Pasti isi dari kitab itu adalah ilmu yang selama ini sulit dikendalikan oleh kakeknya sendiri, karena Joko Patah pernah melihat kakeknya mencoba menyempurnakan sebuah jurus sebelum dirinya pergi melihat wilayah kekuasaan kerajaan Dharmasraya
__ADS_1