
( Rangga)
Acara di adakan sampai malam, kami pun di arah kan untuk berganti pakayan dengan model yang versi malam, setelah selesai kami pun dia antar lagi kepelaminan.
Tamu hari ini sangat banyak, mulai dari teman teman kerja ku sampai kerabat kerabat pun hampir semua hadir, diantara salah satu tamu yang hadir,
Seseorang menghampiri kami, aku pikir dia akan memberi selamat, orang itu sangat ku kenal, dia tidak asing bagiku, secara tiba tiba dia mendorong Karmila kebelakang sehingga Karmila tersandar ke kursi. Semua tamu tersentak kaget lalu berdiri.
" Berani beraninya nya kamu mendampingi Rangga di sini, seharusnya aku yang berada di sini! " katanya.
Dia adalah Angela, teman dekatku selama ini, mestipun aku tak pernah menyatakan cinta, tapi Angela memperlakukan ku seperti pasangan nya, dia selalu ada untuk ku, mestipun aku hanya menganggap nya teman biasa.
"Angel, jaga sifatmu, dia istri ku! " kataku begitu lantang.
"Aku tak rela dia jadi istrimu, kamu milik ku, " kata Angel.
" Maaf Angel, kamu sudah ku anggap sahabatku, aku tidak mungkin jadi milikmu".
" Apa? jadi selama ini aku kamu anggap apa? kenapa kamu lebih memilih perempuan kampung ini, seharusnya kamu memilih aku! "kata Angel tak terima.
" Lihat perempuan ini! dia tidak pantas untuk mu Rangga, aku lebih segala galanya dari dia, "Angel masih saja tidak terima.
"Aku tidak bisa bersama mu, sekarang Karmila adalah istriku, jadi aku mohon jangan kamu ganggu dia, sekarang kamu pulang saja dulu, nanti aku jelas kan semua ini, " kata ku berharap Angel mau mengerti, aku juga tidak enak dengan para tamu undangan merasa terganggu dengan semua ini.
"Apa? Kamu lebih memilih dia, jangan harap kalian bisa bahagia, akan ku pasti kan pilihan mu ini akan menderita, sini kamu! " kata Angel sambil menarik Tangan Karmila sehingga Karmila sedikit tersungkur.
Dengan cepat Karmila berdiri dan lansung mendorong Angel hingga terpental, Karmila sangat marah, aku tak menyangka Karmila seberani itu.
" Eh, jika kamu ada masalah dengan mas Rangga jangan bawa bawa aku, kamu siapa?, kami tidak ada yang mengundangmu, jadi jangan bermimpi kamu bisa merusak acara ku, " kata Karmila.
" Bapak bapak para undangan, bantu aku, dia bukan tamu kami, dia adalah perusak acara, tolong bantu bawa dia keluar, " kata Karmila tegas, kemudian para undangan membawa Angel keluar, Angel tak terima dia brontak.
__ADS_1
" kurang *jar kamu ya, ingat aku akan membalas kamu, aku tak akan membiar kan kamu bahagia, kamu telah merampas Rangga dari aku, awas kamu" Kata Angel sambil melangkah keluar karna di paksa oleh para undangan.
Setelah itu Kamila tersandar di kursi pelaminan dengan muka membeku, dia tidak menghiraukan panggilan ku, dia hanya berusaha untuk tenang, ibu ku dan kerabat lain menyuruh kami untuk tenang dan sabar.
Acara nya masih berlansung, mestipun agak tegang kami berusaha untuk sedikit tenang.
"Seharusnya kamu bisa menolak pernikahan ini, jika memang kamu sudah memiliki pasangan, sehingga kejadian seperti ini tidak terjadi, " kata Mila dengan sifat dingin nya.
"Sudah lah, kan sudah aku katakan, dia hanya teman ku ,yang terlalu menginginkan aku, wajar saja aku kan tampan dan mempesona ,jadi banyak yang tergila gila padaku, " aku berusaha membuat Karmila tersenyum.
Mila hanya memutar bola mata males.
" Jika suatu saat dia datang lagi, jangan salahkan aku jika aku akan melawan nya, karna dia sudah main fisik, aku paling tidak suka orang lain menyentuhku dengan kasar, karna sudah terlalu banyak kenangan pahit tentang itu, " kata Mila.
Begitu dalam kah sakit yang di alami Karmila selama ini sehingga dia tidak bisa mengontrol dirinya lagi, aku jadi kasihan padanya.
"Tidak usah kasian padaku, aku masih dalam ke adaan baik baik saja, "kata Karmila seperti bisa membaca fikiranku.
"Apaan sih, aku hanya tidak ingin dia merusak acara ini saja kok, lagian dia tidak di undang, ngapain dia datang kesini, atau jangan jangan kamu sengaja pamerin dia pada ku, berharap aku mengakui kamu tuh laku, tidak jomblo akut lagi gitu, " kata Mila.
" Apaan sih, emang dari dasar nya aku ini tampan, semua wanita tergila gila padaku, hanya saja aku lebih suka menyendiri,
makanya kamu hanya melihat diriku tidak laku, tuh buktinya tadi ada yang ngak rela aku jadi milikmu, akan dipastikan setelah ini bakalan banyak yang bersedih hati, karna aku sudah menjadi milikmu, "
Lagi lagi aku sukses membuat muka Karmila merah merona, aku hanya tersenyum melihat nya.
"Idih sok kegantengan, aku liat kamu biasa aja, gantengan Lee Min Ho Kemana mana, kamu bukan apa apa di bandingan dia, " kata Karmila membandingkan aku dengan Aktor film k*rea.
"Ya beda lah markonah, mungkin muka nya di oplas, lah aku muka ku original, no oplas oplas, sungguh beruntung nya kamu mendapatkan aku, " kataku tak mau kalah.
" Untung dari mana? yang aku takutkan malah nanti tiap hari berantem melulu, kamu kan jagonya cari masalah!".
__ADS_1
"Enak saja yang cari masalah siapa? kamu itu selalu yang buat aku jengkel, orang bertanya baik baik, jawabnya selalu judes" kataku semakin tak mau kalah.
Tampa kami sadari ternyata semua orang melihat kami sedang berdebat, mereka hanya menggeleng gelengkan kepala, mungkin merasa heran melihat kami.
Ya wajar saja mereka heran seharus nya pasangan di pelaminan itu anteng, senyum sana senyum sini, ini malah seperti tom and jerry ribut mulu, kami pun dihampiri ibuku.
" Kalian ini kenapa sih pada ribut, malu tuh sama para undangan, sudah sudah jangan ribut lagi, sebentar lagi acara potong kue pernikahan, lebih baik kalian siap siap, ok" .
"Iya bu, " jawab kami serentak, ibu pun pergi meninggalkan kami.
" Nanti kamu makan kuenya jangan kebanyak kan ya, takutnya aku ngak kebagian, " kataku memecahkan keheningan antara kami berdua.
" Enak saja, palingan kamu yang makan banyak, kamu kan rakus, sudah keliatan dari sebelum nya, kamu banyak makan, " kata Karmila tak mau kalah.
" Ngak juga tu, mungkin waktu itu lagi laper saja kali, biasa nya makan ku sedikit dan ngak terlalu banyak, takut gendut kayak kamu, tu liat perutmu bergelambir, " spontan Mila menutup perutnya.
" Enak saja bergelambir!, nih bekas bongkar mesin, kamu kan tau aku sudah punya dua anak, mau yang rata?, kenapa ngak nikahi gadis saja" kata Karmila.
"Ngak ah, mending sama janda saja berpengalaman, kalo gadis kan ajarin dulu, ribet, akukan duda, sama sama berpengalaman, jadi nanti tinggal tancap gas saja, " kata ku, tiba tiba Karmila memukul tahu ku.
"Ah sakit, kasar banget jadi perempuan, " kataku sambil mengusap ngusap bahu ku.
" Rasain memang nya enak, makanya jangan asal ngomong, malu nanti kedengaran sama orang, " kata Karmila sambil melotot kepadaku.
Aku hanya tersenyum tipis, melihat kelakuan nya, aku hari ini sangat bahagia, aku tak tau apakah Karmila juga merasakan nya, setidak nya aku bertekat ingin membahagiakan nya dan keluarga baru ku.
Mestipun aku yakin pasti banyak rintangan nanti, seperti ancaman Angela tadi, aku yakin dia bersungguh sungguh ingin merusak rumah tanggaku, aku yakin aku dan Karmila bisa melewati ini semua.
Acara potong kuenya berlansung dengan aman semua orang bahagia, termasuk anak anak kami, mereka sangat bahagia bisa menjadi saudara, akhirnya impian mereka terwujud.
Semua orang menikmati acara dengan senang hati dan damai tampa ada keributan lagi, dan kami pun melanjut acara sampai selesai.
__ADS_1
Mudah mudahan saja ini adalah pernikahan terakhirku karna aku yakin Karmila yang terakhir bagi ku , dan akan ku pastikan akan menjaganya selama nya.