
Pada sore hari nya Melisa mengintip di jendela kontrakan, dia melihat Rido pulang, dia sangat senang, Melisa berniat untuk menemui Rido.
Pelan pelan dia melangkah menuju rumah Rido, Melisa juga mengetahui ibu Erna sedang berada di rumah Karmila.
Melisa berangan angan membayangkan akan bersenang senang dengan Rido seperti dulu, Melisa sangat yakin Rido tidak akan menolak nya, karna Melisa yakin dan juga membanggakan lekuk tubuh nya yang padat berisi, pasti Rido akan tergoda.
Diam diam Melisa melangkah mencari keberadaan Rido di dalam rumah nya, pelan pelan Melisa menutup pintu rumah Rido, dia tidak ingin nanti jika ada orang lain mengganggu kebersamaan nya bersama Rido.
" Mana ya Mas Rido, pasti lagi mandi, uuuh ngak sabar pengen berpelukan bersama nya, aku yakin mas Rido tak akan menolak ku, apalagi aku memakai pakaian sexy seperti ini. " kata Melisa dalam kesendirian sambil memperbaiki atasan baju nya yang memperlihatkan bulatan bulatan kenyalnya.
Benar saja Melisa mendengar orang sedang mandi, Melisa sangat yakin itu Rido, karna tidak ada orang lain dirumah ini, karna Erna dan Gani anaknya Mila berada dirumah Mila.
Benar saja tak lama Rido pun keluar dari kamar mandi, Rido sangat terkejut mendapati Melisa sudah berdiri di hadapan nya.
Melisa melotot ke arah tubuh Rido yang masih basah dengan air, membuatnya tergiur.
" Kamu ngapain disini? pulang sana pulang. " Usir Rido bertampang tidak suka dengan Melisa.
__ADS_1
" Aduh mas, kamu tambah ganteng saja, mas aku kangen, mas tau tidak, aku bela belain jauh jauh kesini hanya ingin bertemu dengan kamu mas, mas kita senang senang yuk. " Melisa pun memeluk tubuh Rido dengan manjanya.
Rido berusaha memberontak.
" Woi lepasin ngak, malu sama tetangga tauk, kamu main masuk masuk saja kerumah orang. " Rido pun berhasil melepaskan diri dari Melisa.
" Ih mas Rido aku kangen mas, yuk mas kita ehem ehem yuk, aku lagi kepengen nih yah yah.
"Bujuk Melisa.
" Haha mas mas, jangan sok kamu, pendosa, ya pendosa saja ngak usah sok suci kayak gitu, ayuk lah mas, pengeeeen. " Melisa berusaha merangkul Rido kembali.
" Ngak ngak, aku ngak mau sama bini orang, jangan goda aku lagi, hal ku lakukan bersama mu dulu, itu sah kesalahan mu, kamu yang memaksaku melakukan hal buruk itu, sejak kejadian itu, hidupku jadi sial, aku ngak mau terulang lagi, sana keluar, aku muak dengan kamu. " Rido mendorong dorong Melisa supaya keluar dari rumah nya.
" Mas jangan gitu dong, mas kan juga menikmatinya kan, mari kita nikmatinya lagi yuk. " Rayu Melisa lagi.
" Ngak ngak deh, aku ngak mau lagi bergelimangan dosa lagi. " Rido sudah berhasil Membuka kan pintu untuk mengusir Melisa.
__ADS_1
" Mas jangam gitu dong, plis mas sekali ini saja yah yah. " Melisa menahan pintu.
" Ogah. " Rido pun membanting pintu, sehingga membuat Melisa kaget, dia tidak menyangka kali ini Rido menolak nya, dia pun jadi kesal.
Melihat ada orang di luar, Melisa pun berlari masuk kedalan kontrakan nya.
Sementara Rido membuang nafas kasar, untung saja Rido berhasil mengusir Melisa, hampir saja Rido tergoda dengan penampilan Melisa tadi yang memakai pakaian yang kurang bahan seperti Itu.
Rido sudah bertekat ingin berubah, dia ingin menjadi orang baik baik, dan tidak mau terjerumus kepada dosa dosa lagi.
Dia ingin memperbaiki dirinya, kegagalan nya bersama Mila dulu, murni itu karna kesalahan nya yang tidak bisa menahan nafsunya, karna kebodohan nya, dia kehilangan mantan terindahnya.
Yang lebih menyakit kan lagi, Rido juga pernah bersikap kasar kepada Mila, sehingga membuat Mila menderita, Rido benar benar menyesal telah seperti itu kepada Mila mantan Istrinya.
Rido menghembuskan nafas kasar, dia harus berubah, dan berdoa supaya mendapat kan jodoh yang bisa menerima kekurangan dan kesalahan di masa lalu nya.
Tidak di pungkiri, Rido ingin mencoba mencari kebahagian nya sendiri dan dapat menemukan jodoh yang bisa menerima nya apa adanya.
__ADS_1