Baju Bekas

Baju Bekas
Akibat Tidak Mendengarkan Suami


__ADS_3

Ke esokan harinya, Mila ikut dengan Rangga menaiki mobilnya, sempat Rangga bertanya tanya kenapa tingkah Mila aneh hari ini.


" Kamu dirumah saja, jaga kesehatan mu, kalau kamu ikut nanti kamu kecapek an." Rangga mengingatkan.


" Kanapa? kenapa aku tidak boleh ikut, aku capek sendirian, Gani juga sudah pulang kerumah nenek nya, aku ngak mau sendirian, atau jangan jangan ada yang mas sembunyikan dikantor yah hah? " selidik Mila.


" Dasar bocah, jangan sembarangan deh, ya lagian nanti kamu bosan di sana? " Rangga mulai kesal.


" Ini bawaan bayi mas, aku ngidamnya ikut mas Kerja, boleh yah. " Mila pun memohon.


Rangga pun menepuk jidat.


" Ya sudah ayuk, tapi aku ada Rapat hari ini kamu tunggu di ruangan ku saja ya. " Rangga memberi saran.


" Iya iya, " akhirnya mereka berangkat.


***


Di perjalanan mereka terjebak mancet.


" Duh mas membosan kan sekali terjebak macet seperti ini, lebih baik aku turun disini, mau pulang saja, aku naik taksi saja nanti, " tiba tiba Karmila berubah fikiran.


" Eh eh kamu jangan becanda deh, kalau terjadi apa apa sama kamu gimana? ngak ngak lebih baik kamu ikut dengan aku saja. " Rangga menahan Mila karna perasaan nya kurang enak.


" Aduh mas percayalah padaku, aku baik baik saja, aku turun yah. " Mila meraih tangan Rangga untuk bersalim.


Rangga berusaha menahan kesal tapi apa boleh buat Mila sudah turun dari mobil, sedangkan Rangga terjebak macet.


Sebelum pulang Mila sempat berjalan jalan seorang diri, dia berniat membeli cemilan di suatu toko, baru saja hendak masuk toko, tiba tiba ada sepeda motor menyenggol nya, sehingga Mila terjatuh, tapi pengendara motor itu melarikan diri.

__ADS_1


" Aduh tolong, sakit sekali kaki ku, " Mila menahan sakit kakinya yang di tabrak motor tadi.


Dari dalam toko keluar lah seseorang, dia tadi sempat melihat Mila terjatuh, tapi dia tidak peduli, karna dia adalah Angela.


" Kasian, terjatuh yah, makanya berjalan pakai mata, bukan pakai lutut. " Setelah berkata seperti itu, Angela pun pergi tampa memperdulikan Karmila.


" Dasar perempuan ! blis , tega sekali kamu, tolongin kek, ini malah menyelonong saja, uuh. " Mila pun berusaha berdiri, untung saja ada ibu ibu yang mau membantunya.


kemudian dia pergi ke klinik dengan kaki pincangnya, kebetulan klinik tersebut tidak terlalu jauh dari sana.


" untung saja kandungan ibuk tidak apa apa, lain kali ibu harus hati hati, " kata dokter yang ada di klinik tersebut, kemudian mengobati luka di kaki nya.


" Suami ibu mana?. " tanya dokter.


" Sedang kerja dokter ".


" Seharus nya dia ada disini mendampingi ibuk, kandungan ibuk masih lemah, ya sudah saya akan berikan resep obat untuk kaki ibuk, dan juga vitamin untuk kandungan ibuk, supaya tetap sehat. " kata dokter.


Setelah selesai di obati Mila pun pulang dengan taksi.


Sesampainya dirumah Mila beristirahat.


Ternyata hari sudah sore dia tidak menyadari hari sudah berlalu, karna masih merasakan sakit, dia tertidur dan tidak mengetahui Rangga sudah pulang.


Rangga juga cukup heran, kenapa kali ini Mila tidak menyambutnya pulang kerja, karna merasa kuatir, Rangga pun menuju kamar.


Benar saja Mila sedang terbaring dengan kaki yang di perban.


Rangga mendekati lalu membangunkan Mila pelan.

__ADS_1


" Mila, bangun Mila. " Mila pun sangat terkejut karna keberadaan Rangga.


" Ini kaki kenapa? " Rangga bertanya.


" Mmm itu, eeh karna".


" Karna apa? " Rangga pun kesal.


" Tersenggol motor. " jawab Mila singkat sambil menunduk.


" Astaga Mila kan sudah aku bilang hati hati, terus gimana dengan kandungan mu, apakah baik baik saja. " Mila menggangguk dan matanya pun mulai berkaca kaca karna takut di marahi, karna ke egoisan nya.


Rangga pun memghembuskan nafas kasar lalu memeluk Mila.


" Makanya lain kali kalau suami ngomong itu di dengar, jangan membantah, itu buktinya, kamu celaka kan, sekarang mana yang sakit, kamu sudah makan belum?" Mila menggeleng.


" Ya sudah aku masak dulu ya kamu tunggu disini. " kata Rangga.


" Ngak usah mas, Mas kan capek pulang kerja. " Kata Mila kuatir.


" Ngak kok, tunggu bentar yah. " Rangga pun meninggalkan Mila menuju dapur.


Tak lama kemudian, Rangga datang lagi dengan membawa sayur sup beserta nasi untuk Mila.


Kemudian menyuapin Mila, Mila pun bertambah merasa bersalah karna telah merepotkan Rangga.


" Mas maafin aku, seharusnya aku dengarin mas, jika mas mau marah padaku ngak apa apa kok, aku akui memang bersalah. " Mila pun masih merasa bersalah.


Rangga hanya tersenyum dan kembali menyuapi Mila.

__ADS_1


" Iya, lain kali dengarin aku yah, aku hanya tidak ingin kamu kenapa napa, kamu harus jaga diri baik baik, ingat sama anak yang kamu kandung, kamu tidak ingin dia kenapa napa kan. " tanya Rangga.


" Iya, aku akan janji menjaganya untuk kamu mas. " Setelah itu mereka pun makan bersama dengan penuh keharuan.


__ADS_2