
"Tolong jelaskan padaku mas? Sebenar apa yang terjadi jangan membuatku bingung mas." tanya Mila.
Rangga hanya terdiam dan kemudian menceritakan awal perkenalan nya dengan Diana.
Flashback.
Rangga sedang mengendarai mobilnya, tiba tiba dia di kejutkan oleh seseorang melintas, ingin menyeberang tepat di depan mobilnya, tapi tidak melihat kiri kanan, terpaksa Rangga menghentikan mobil nya secara mendadak.
Karna terkejut seseorang itupun menjatuh kan dirinya karna terlalu kaget.
Rangga pun muak langsung ke luar dari mobil.
" Kalau nyeberang liat liat jalan dong, mau mat! kamu hah?" Rangga pun membentak orang tersebut, ternyata yang hampir di tabrak Rangga adalah seorang perempuan.
" Maafkan saya, saya tidak sengaja. " kemudian perempuan itu memandang ke arah Rangga, Rangga sangat terkejut.
" Diana!" ternyata Rangga sangat mengenal perempuan itu, Diana adalah teman se waktu SMA yang sangat pintar dan di sayangi guru gurunya dulu.
" Rangga, kenapa kamu ada di sini, " Dianapun menangis tersedu sedu karna membayangkan hampir saja di tabrak mobil Rangga.
Rangga mengajak Diana berdiri dan lalu sama sama memasuki mobil dan menuju sebuah rumah makan.
***
" Kamu makan dulu, sepertinya kamu belum makan." kata Rangga.
" Makasih".
__ADS_1
Rangga pun melihat perut Diana sudah membesar, dengan agak canggung Rangga memberanikan bertanya.
" Kamu sedang hamil? " Diana pun mengangguk.
" Suami kamu mana? " Diana hanya diam, dan matanya berkaca kaca.
" Maaf bukan maksudku membuat kamu bersedih, sekali lagi maaf." kata Rangga, kemudian memalingkan muka nya.
" Suamiku telah meninggal, karna kecelakaan pesawat, hubungan kami tidak direstui oleh orang tua suami ku, terpaksa kami hanya nikah S! ri, sekarang aku sedah hamil 3 bulan, aku tidak tau harus bagai mana lagi, orang tua juga tidak punya, aku hanya sebatang kara. " Kata Diana menahan tangis.
Rangga pun merasa kasihan.
Singkat cerita.
Karna merasa kasian melihat nasib Diana, akhirnya Rangga menikahi Diana dan mengakui anak yang di kandung Diana adalah anak kandung nya.
Tapi sayang pernikahan mereka tidak lama karna Diana sakit dan berakhir meninggal dunia.
Akhirnya Rangga bertemu dengan Angela, ternyata Angela adalah adik kandung dari mendiang suami Diana, Rangga berusaha mendekati Angela, tapi sayang Angela malah salah mengira, dia pikir Rangga menyukainya, padahal Rangga mendekati Angela untuk mengetahui seluk beluk keluarga nya.
Dan Rangga berniat bila suatu saat akan memberi tahu semuanya kepada Angela bahwa Aqila adalah keponakan nya.
ceritapun selesai...
Karmila sampai berlinang air mata mendengar semua cerita Rangga, dia tidak menyangka selama ini Rangga menyimpan nya sendiri, semua beban dalam hidupnya.
Kemudian Mila memeluk Rangga, karna Mila yakin Rangga sangat membutuhkan dirinya saat ini.
__ADS_1
" Mila, maukah kamu berjanji padaku, untuk menjaga rahasia ini sementara, jika suatu saat aku siap, aku akan memberi taunya sendiri, " kata Rangga memohon.
Mila pun mengangguk dan kembali memeluk Rangga.
***
Ke esokan harinya, Rangga menunggu Aqila keluar dari kamarnya, tak lama kemudian Aqilapun keluar.
" Aqila kamu duduk disini, " kata Rangga, Aqila pun menurut.
" Jadi dari siapa kamu mendapat kan obat itu, " Qila hanya diam saja, membuat Rangga kesal, dan Mila mencoba menenangkan nya.
" Jadi kamu ngak mau ngaku, berarti kamu bersiap tinggal di pesantren, dan tinggal di asrama." Aqila hanya diam sambil menunduk.
" Kenapa diam, apa kam... ?" belum sempat Rangga menyelesaikan pembicaraan nya Qila bersuara.
" Aku siap tinggal di pesantren papa, " Rangga dan Mila terperangah, Aqila sangat menyesali perbuatan nya makanya dia bersedia, menembus kesalahan nya dengan tinggal di pesantren, dia juga berniat untuk berubah.
" Kamu yakin Qila? " tanya Mila, Qila mengangguk, Rangga hanya diam saja, dia juga tidak menyangka, Qila menyetujui nya kali ini.
" Bu, papa maaf kan aku, aku janji akan berubah, tapi cuma satu yang ku pinta, jangan pernah benci padaku, karna aku sangat menyesal atas kesalahan ku, sekali lagi maafkan aku, " kata Qila dengan mata berkaca kaca, Mila pun menghampiri Qila dan memeluknya.
Aqila menangis karna memikirkan kebodohan nya, ternyata dia bukan siapa siapa, orang tua yang di anggapnya selama ini bukanlah orang tua kandung nya, tapi dia berpura pura tidak tau, dia bertekat suatu hari nanti dia mencari tau, dari mana dia berasal.
Kemudian Mila membantu Aqila berkemas.
" Nak kamu yakin pergi dari rumah ini, atau biar ibu bantu jelasin ke papamu biar kamu sekolah dirumah saja, " bujuk Mila.
__ADS_1
" Ngak usah bu, aku juga ingin mandiri seperti Gea bu, aku juga ingin merasakan tinggal di asrama bersama teman taman, doakan aku ya bu, semoga suatu saat aku jadi orang sukses." kata Qila tulus.
" Tentu saja sayang, " Mila menghusap usap kepala Qila.