
Rido pun menepuk nepuk pipinya dia harus sadar Mila bukan milik nya lagi, dan dia pun pergi meninggal kan tempat itu.
Menjelang sore harinya, Rido di minta untuk mengantarkan Bos nya ke sebuah Hotel, Rido sempat merasa aneh, kenapa harus ke hotel, tapi dia hanya berprisangka baik, mungkin bosnya Ada rapat di hotel tersebut.
Setelah sampai di hotel tersebut, bos Rido turun.
"Kamu tunggu di sini bentar, atau kamu tunggu di cafe itu saja, " kata Bos nya.
" Baiklah bos".
Baru saja Bos nya keluar, dia di hampiri seorang wanita, dan lansung memeluk bosnya tersebut, Rido sangat kaget, ternyata Wanita itu adalah Lilis.
Hati Rido sangat panas, ternyata istrinya selingkuh dengan bos nya, ia ingin menghampiri, tapi sayang mereka terburu masuk hotel, Rido pun tidak di perbolehkan masuk, Rido pun tidak tau Bos nya memesan kamar atau tidak, jika mereka memesan kamar, dia tidak tau nomor berapa.
untuk memastikan Wanita itu benar benar Lilis atau bukan, Rido bersedia menunggu di luar hotel.
tiba tiba telponya berbunyi, ternyata dari bos nya, dengan menahan emosi, Rido mengangkat telpon tersebut.
" Rido tolong antarkan dompet saya ke kamar 125 sekarang cepat ".
" Baik pak, " Ini kesempatan yang baik, untuk menangkap basah si Lilis.
Setelah dapat izin penjaga hotel, Ridopun masuk hotel, sampai di depan pintu kamar hotel no 125 Rido berusaha menahan emosinya, dia membuang nafas pelan pelan, lalu mengetuk pintu.
Benar saja yang keluar dari kamar tersebut tenyata Lilis dan bos nya sedang berpelukan hanya memakai handuk.
" Lilis" Rido pun tersenyum sinis.
" Mas Rido, " Lilis pun melerai pelukan dari selingkuhan nya itu.
" Ternyata ini kerjaan kamu selama ini?".
" Ada apa ini " tanya Bos Rido.
" Dia adalah istri saya bos" Rido menunjuk Lilis.
" Tidak mungkin kamu jangan becanda".
" Benar pak Lilis ayo kita pulang".
" Aku tidak mau, aku tidak kenal kamu".
" Apa? kamu jangan macam macam Lilis,".
" Lilis jelaskan semua ini" kata Bos Rido.
" Benar sayang aku tidak ada hubungan dengan pria ini" Kata Lilis mengelak.
" Berani kamu menganggu ku, kamu saya pecat" kata Bos Rido lantang.
__ADS_1
" Baik lah pak, saya terima, dan kamu Lilis kamu saya talak 3, mulai saat ini kamu bukan istri ku lagi, ini 5juta utang ku kepada mu" Rido melepar Uang 5juta ke muka Lilis, uang itu adalah hasil dari jual motor nya, Ridopun meninggalkan hotel itu dengan menahan emosi.
**
Rido pun pulang ke rumah Lilis dengan ojek, dia ingin menjemput ibunya dan pergi meninggalkan rumah Lilis.
" Tumben kamu pulang cepat, biasa nya pulang malam nak? " Tanya Ibu Rido.
" Eh kebetulan saja cepat pulang nya buk, bu siap siap ya, kita pergi dari sini".
" Kenapa nak, ada apa ini?".
" Nanti aku jelaskan".
Sedang siap siap, Tiba tiba Lilis datang.
" Apa apaan ini, kenapa kalian berkemas kemas? " Tanya Lilis ketus.
Rido hanya diam.
" Ok jadi kalian mau pergi, pergi sana, jangan kembali lagi, dan jangan pernah bawa apapun dari sini, biar kalian jadi gembel".
Rido masih tak peduli, setelah selesai berkemas, Rido memegang bahu ibunya dan menuntun nya keluar dari rumah Lilis.
" Bagus! kalian tidak tau di untung, sudah numpang, tak tau diri pula, pergi sana jauh jauh, Ben*lu," Kata Lilis tapi tidak di perdulikan oleh Rido beserta Ibunya".
**
" Kemana saja buk, asalkan kita menjauhi rumah Lilis" kata Rido.
" Tapi kan dia istrimu nak".
" Tidak lagi buk, aku sudah beri dia talak 3 tadi, besok aku akan mengurus surat cerainya" Ibu Rido hanya menahan tangis mendengar penuturan dari anak nya.
Tak beberapa lama, Rido menemukan rumah kontrakan kecil, hanya mempunyai satu kamar, untung saja dia masih mempunyai sisa jual motor nya, dia terpaksa menjual motor gedenya nya, karna tidak ada pilihan lain, karna dia sangat membutuhkan nya.
Setelah membayar uang kontrakan untuk dua bulan, Rido menghampiri ibunya.
" Bu sisa uang ini, ibu yang simpan yah, ibu bisa pergunakan untuk buat gorengan atau kue kue, nanti ibu titip saja di warung depan, sementara aku dapat kerja, kita harus berhemat ya bu" kata Rido.
" Iya nak, kamu jual motor kamu, itu kan motor impian kamu" kata Ibu dengan mata berkaca kaca.
" ngak apa apa lah buk, kalau kita ada rezeki nanti, kita beli lagi, yang penting sekarang kita saling menguatkan ya bu" kata Rido sambil memeluk Ibu nya.
" Oh iya nih buk, ada obat untuk Ibu, Mila yang belikan, tadi aku bertemu dengan nya" Rido menyerahkan pemberian Mila tadi.
Ibu Rido tidak bisa menahan tangis nya lagi, Rido pun memeluk nya.
" Mila anak baik, kita sangat beruntung mengenal nya" Kata Ibu Rido cekgukan.
__ADS_1
" Iya bu, mudah mudahan setelah ini kita bisa jadi saudara ya buk" Kata Rido menguatkan Ibunya.
" Iya nak, ibu sudah menganggapnya sebagai anak kandung ibu, Ibu sangat menyayangi nya" Rido mengangguk karna menyetujui perkataan Ibunya.
**
Beberapa hari kemudian, Ibu Rido mencoba membuka usaha kecil kecilan, Ibu Rido membuat gorengan dan kue kue, dan menitipnya ke warung warung.
Syukurnya banyak yang menyukai makanan yang di buat Ibu Rido, akhirnya mereka tidak khuatir lagi tetang isi perut mereka, karna penghasilan mereka lebih dari cukup.
Rido sudah berusaha mencari kerja tapi belum ada pekerjaan untuk nya, untuk sementara Rido menolong Ibunya membuat kue.
" Do, ada pesanan banyak dari rumah besar bercat putih itu do, ibu sangat senang, nanti kamu tolong antarkan yah" kata Ibu Rido.
" Siap buk bos" kata Rido memberi hormat kepada Ibu nya.
" Idih kamu ada ada saja, nih selesai antarkan sana, jangan lupa, rumah besar bercat putih ya" kata Ibu Rido.
" Siap bu" Rido pun melangkah menuju rumah tersebut.
Rido pun memencet bel, tak lama kemudian keluar lah penghuninya.
" Kamu??? " ternyata yang punya Rumah adalah Rangga suami Karmila.
Rido celingak celinguk, apakah dia salah rumah, tapi tidak dia tidak salah rumah.
" Kamu mau apa? ".
" Apa kamu memesan kue kue ini" kata Rido mengulurkan kue kue tersebut.
" Benar, kenapa kamu yang mengantar? " tanya Rangga heran.
" Ini kue kue buatan ibu saya".
" Lah berarti ibu yang tadi ibu kamu" Memang Rangga memesan kue kue itu dengan seorang ibu tadi warung.
" Iya ini, semua jadi seratus ribu".
Rangga hanya senyum tak percaya.
" Berarti sekarang kamu tinggal di sekitaran sini juga, kemana tuh Lilis, ngak di pakai lagi apa? ".
Rido hanya tersenyum lalu menggeleng.
" Wah hebat ya, bisa cari yang baru lagi dong" Kata Rangga sedikit mengejek, selama ini Rido tidak pernah bersikap baik kepada istrinya jadi membuat Rangga tidak menyukai Rido.
Tiba tiba Karmila keluar.
W**ah penasaran dong ya apa kelanjutan nya, ikutin terus ya, jangan lupa dukungan nya👍👄🎁💕.
__ADS_1
Hari ini hari senin sumbangin vote nya dong, biar semangat lagi nih😄**