Baju Bekas

Baju Bekas
Lemas


__ADS_3

" Ck ck, berarti dia tadi juga mantan istrimu, sungguh aneh bin ajaib, " kata Angela setelah sama sama memasuki mobil.


" Aneh gimana bos?" tanya Rido.


" Ya aneh, tampang nya modis, ya bisa di bilang lumayan lah, tapi mulutnya itu loh, emak emak komplek banget , ember, hebat kamu bisa ya betah dengan dia. " kata Angela dengan tersenyum sinis.


" Haha, bos bilang betah? buktinya sekarang aku tidak bersama dia lagi, tapi tunggu dulu, iya juga ya kenapa aku bisa memilih dia dulu, padahal aku sudah tau loh dia mulut nya ember hahahaha, " kata Rido sambil ngakak.


" Kamu kenapa Rido? ngak jelas banget kamu, makanya jadi orang jangan playboy, main embat saja, cari pendamping itu yang akan di temani se umur hidup, jangan hanya untuk di coplos lalu tinggalin. " Nasehat Angela.


" Tapi bos, aku pernah pertahanin seseorang tapi dia menolak bersama ku, jadi itu gimana yah. " Angela pun terdiam sejenak, karna tau yang sedang ada dalam fikiran Rido, yang di maksud nya adalah Karmila.


" Ya itu karna kesalahan mu, kamu yang membuat nya pergi dari mu, makanya jangan mainin hati perempuan, kamu harus jaga perasaan wanita itu, ini malah sebaliknya. " kata Angela sok bijak.


" Oo gitu, terus menurut bos, sesama wanita harus saling menghargai perasaan wanita lain juga kan. " Tanya Rido.


" Itu.... " Angela kehabisan kata kata, karna Angela baru sadar Rido sedang menjebak nya dengan kata kata nya barusan.


Rido hanya nyengir.


" Eh Rido kamu nyindir aku begitu hah. " Kata Angela kesal.


" Lah bos kok nyalahin aku sih, aku kan cuma nanya. " Kata Rido berusaha menahan tawa.


" Ya pertanyaan kamu menyindir aku, sudah bosan hidup kamu hah hah. " kata Angela sambil menepuk bahu Rido.

__ADS_1


" Ya habis ngajarin aku saja yang pinter, padahal bos juga tidak bisa menghargai perasaan wanita lain, contoh saja sikap bos kepada Karmila, terang terangan bos ingin mengambil laki nya. " Kata Rido pedas.


Angela membuang nafas kasar, dia tidak ingin membela dirinya, karna memang yang di katakan Rido benar adanya.


"sudah, cepat antar aku pulang, lama lama bersama mu, aku bisa darah tinggi." kata Angela ketus.


" Haha kok segitunya, ya sudah deh, mari kita pulang. " Rido pun mengantar Angela kembali kerumahnya.


***


Sementara itu, Mila dirumah nya sedang lagi kurang enak badan, dari pagi tidak ada makanan yang singgah ke dalam perutnya karna setiap di isi, langsung keluar.


Hari sudah sore, tak lama setelah itu Rangga pun pulang kerja, dan mendapati Mila sedang duduk lemas tak berdaya di ruangan tamu.


" Kamu kenapa? Apa kamu baik baik saja. " Mila tak menjawab, dia terus muntah muntah.


" Aku tidak apa apa mas, cuma kecapek an saja. " Mila pun memejamkan mata dan bersadar di atas kursi.


" Ya sudah kamu mau makan apa, aku yakin perut kamu pasti kosong, " Kata Rangga dan pergi ke dapur.


Ternyata Mila belum masak, mungkin karna masih lemas, kemudian Rangga masak, sedang asik menumis bawang, Mila berteriak.


" Ah mas Rangga, aku tidak suka bau bawang buang sana, uuuekk uuekk, " Lagi lagi Mila kembali mengeluarkan isi perutnya.


Rangga pun mematikan kompor, bergegas menghampiri Mila, ternyata Mila tambah lemas.

__ADS_1


" ini tidak bisa di biarin, kita harus ke dokter, " Akhirnya Mila pasrah di bawa ke dokter.


Setelah di periksa, dokter menyaran kan banyak banyak istirahat, dan berusaha memakan makanan mestipun sedikit demi sedikit, agar nutrisi ibu dan bayi tercukupi.


Setelah selesai di periksa dan menembus Obat di Apotik, mereka pun pulang.


" Kamu makan apa? kita beli sekarang ya, kamu harus makan, kasian dedek bayinya pasti lapar." kata Rangga.


" Ya sudah kita makan Bakso saja, tapi aku mau nya bakso bakso tepi jalan gitu yah. " Kata Mila membujuk Rangga.


" Yang ada di Restoran saja biar enak. " Mila menggeleng.


" Ngak mau, aku maunya makan di tepi jalan." Kata Mila sedikit merajuk, karna benar benar ingin makan bakso abang abang tepi jalan.


Rangga sedang berpikir panjang, akhir nya Rangga pun mengalah ,asalkan Mila mau makan.


Setelah sampai, mereka pun membuka pintu bagasi, Mila pun duduk disana, sementara Rangga memesan Bakso.


Tak lama pesanan datang, Mila pun menyeruput kuah baksonya dengan lahap.


" Wah asik yah makan disini, Romantis juga, yeee asik. " Kata Mila seperti anak kecil.


" Woi norak, malu nanti diliatin orang, " kata Rangga mengingatkan Istrinya.


" Apaaan sih mas biasa saja, suapin dong, aku kepengen mas suapin. " Rangga pun menghembus nafas panjang, tapi dia harus berusaha supaya Mila mau menghabiskan makanan nya demi anak yang di kandung nya.

__ADS_1


Akhirnya mereka bercanda ria sambil menghabiskan bakso pesanan mereka, dan tak terasa hari mulai gelap dan mereka pun beranjak pulang.


__ADS_2