Baju Bekas

Baju Bekas
Ku Anggap Ibu Kandung


__ADS_3

" Eh eh eh! kok masih di sini, kan sudah ku bilang pergi kerja sana, memang nya duit terbang sendiri kesini, ini lagi ibu!, cucian yang tadi sudah kelar belum ah" tiba tiba Lilis muncul dan lansung marah marah.


" Bisa ngak kamu ngomong sopan sama ibu ku, dia sudah tua, jangan se enak nya saja kamu memperlakukan nya" Rido naik pitam.


" Sudah lah mas, aku cuma ngingatin dia doang, kan itu tugasnya dia, yang harus di kelar kan dong, gimana sih".


" Tapi bisakah kamu ngomong baik baik, tidak seperti itu kepada Ibuku".


" Sudah lah nak tidak apa apa kok" Ibu Rido menjadi penengah antara Rido dan Lilis.


" Nah tuh kan ibu saja tidak keberatan, kok kamu sih yang sewot mas, sudah deh, pergi kerja sana, jangan lupa kembalikan duit aku, aku mau ke salon, paham" Kata Lilis dengan angkuhnya.


" Ck, ibu aku berangkat dulu ya bu".


" Ya nak hati hati" setelah salim dengan Ibunya, Rido melangkah pergi dan meninggalkan rumah, tampa menghiraukan Lilis yang masih berkicau.


" Duh bener bener anak mu ya buk, seharusnya dia bersyukur aku mau menerimanya, kalau tidak ada aku, dia bisa apa, dasar pria tidak tau di untung".


" O iya yang sudah ku bilang tadi, sudah ibu kerja kan".


" Sudah ibu bereskan semua, Lilis Ibu istirahat sebentar ya, kaki ibu tiba tiba sakit nih" kata Ibu Rido sedikit merintih.


" Enak saja, aku mau masak nih, tapi simpanan sembako habis, ibu beli keluar sana" kata Lilis dengan ketus.


" tapi biasanya yang belanja keluar kan kamu, kenapa sekarang kamu suruh Ibu? ".


" Ah bawel ya bu, aku lagi capek, ibu saja sana, nih seratus ribu, harus lengkap semua, harus ada cabe, bawang, ikan, sayur, tempe jahe, minyak dan teman temannya yang lain, nah jangan lupa beras, beli sekilo saja dulu" kata Lilis panjang lebar.


" Banyak amat? Kamu yakin ini cukup".


" Harus cukup lah, ingat ya bu, harus lengkap semua, jangan lupa tomat sama bumbu dapur sekalian" perkataan Lilis membuat ibu Rido ternganga.


Ibu Rido sangat bingung membelanjakan semuanya dengan seratus ribu.


" Tunggu apa lagi, buruan sana, aku mau masak, aku ngak mau ibu sampai telat, dan juga aku ngak mau ibu yang masakin, aku ngak yakin tangan ibu itu bersih" Setelah itu Lilis meninggal kan Ibu mertuanya itu.


**


Akhir Ibu Rido pergi ke warung terdekat, setelah memesan semua keperluan nya yang serba sedikit membuat pedagang sayur itu berkerut kening.


" Buk yakin membeli semua ini hanya serba sedikit, memang nya cukup? tanya pedagang sayur tersebut.


" Ya mau gimana lagi mbak, ibu cuma bawa uang seratus ribu ini" Kata Ibu Rido menyerahkan Uang seratus ribu kepada pedagang sayur tersebut.


" Bener bener yah si Lilis, pelit nya ke bangetan, sama mertua sendiri masak kayak gini" Kata salah satu pembeli.

__ADS_1


" Eh tau ngak si Lilis tu dapet duit dari mana?, padahal dia ngak kerja tapi duit nya banyak".


" Dengar dengar sih dulu dia jadi tkw, dan juga jadi simpanan dari bos tempat dia kerja, makanya dia banyak duit".


" Iya aku juga denger sampai sekarang masih jadi simpanan dari bos nya itu" Ibu Rido sangat syok, tapi dia berusaha menahan amarah nya.


" Eh maaf bu Rido, bukan maksud kami bikin berita palsu, tapi faktanya loh bu" kata salah satu pelanggan tersebut.


" Maaf Ibuk ibuk saya permisi dulu ya, maaf saya buru buru" Ibu Rido pun pergi dari warung dan menjauhi ibuk ibuk tukang gosip tadi.


**


Ibu Rido sangat sedih, kenapa nasib anak nya harus serumit ini, dia pun mencoba menahan tangis nya, tiba tiba dia tidak sadar menabrak seseorang.


" Ibu" ternyata Karmila.


" Mila" Ibu Rido lansung memeluk Karmila sambil menangis.


Beberapa saat kemudian, dia melerai pelukan nya dari Ibu Rido.


" Ibu kenapa? kok nangis".


" Ibu kangen kamu Mila, Ibu sangat merindukan mu, apa kamu baik baik saja nak? " tanya Ibu Rido.


" Aku baik baik saja, apa ibu sehat".


" Syukurlah kalau gitu, ibu dari mana? "


" Nih belanja untuk masak, gimana ke adaan anak anak mu".


" Mereka baik bu, di kampung, nanti kalau aku sudah sembuh, aku akan jemput mereka, o iya sejak kapan ibu ada di sini, o iya bapak mana? "


" Ibu sudah satu bulan disini, dirumah Lilis, ba.. bapak telah berpulang nak".


" Apa bapak terlah berpulang?" Mila pun berdoa dalam hati untuk bapak Rido yang telah berpulang.


" Yang sabar ya bu, ibu tenang saja, ibu tidak sendirian, ada mas Rido, ada aku dan cucu cucu ibu, jangan sedih lagi ya bu" Mila berusaha menenangkan mantan dari mertuanya itu.


" Apa ibu betah tinggal di rumah mbak Lilis? ".


Ibu Rido tidak menjawab, dia lansung menunduk, dia tidak ingin memberi tau yang sebenarnya, dia tidak ingin melihat Mila bersedih melihat nya.


" Ibu betah kok, tapi tidak bisa sering keluar Rumah, karna Lilis melarang nya, mungkin karna sakit kaki ibu sering kambuh" bohong Ibu Rido.


" Jadi kaki Ibu masih sakit, apa sudah beli obat? ".

__ADS_1


Ibu Rido menggeleng.


"Ya sudah , nanti aku coba pesan obat yang biasa ibu minum yah, aku harus pergi sekarang, nanti kita bertemu lagi".


" Tapi Mila, ibu ngak mau repotin kamu, ".


" Ibu kok gitu sih, aku ini kan anak ibu, anggap saja aku anak Kandung ibu ya, aku permisi dulu" Setelah salim dan berpamitan, Mila pun menaiki taksi oline yang sudah di pesan nya, Ibu Rido sangat senang jika Mila menganggapnya sebagai Ibu kandung.


***


Mila pun menuju apotik, untuk membeli obat untuk luka nya, dan tidak lupa juga memesan obat untuk kaki Ibu Rido.


Setelah selesai membeli obat, Mila pun melangkah keluar dan menuju pulang tiba tiba ada yang memanggilnya.


"Mila, Karmila" ternyata yang memanggil adalah Rido, Mila sangat malas melihat nya.


" Apa? " Kata Mila sedikit malas.


"Kamu dari mana? ".


" Beli obat mang kenapa? ".


" Oo sekarang mau kemana? ".


" Ya pulang lah, mau kemana lagi coba! " kata Mila mulai kesal, karna biasanya Rido membuat nya sakit hati.


" Mau aku antar pulang" Mila terperangah mendengar perkataan Rido.


" Hek jangan becanda deh kamu, kamu pikir aku bodoh apa, palingan nanti kamu juga ngerjain aku, sudah lah mas Rido, jangan mempersulit hidupku, hidupku sudah rumit jangan lah di persulit lagi" Rido hanya tersenyum mendengar Mila berbicara seperti itu, dan Rido juga sedikit senang karna Mila masih memanggilnya dengan panggilan mas Rido.


Mila pun berkerut kening melihat Rido tersenyum sendiri.


" Dasar aneh, o iya, ini ada obat untuk kaki ibu".


" Ibu siapa? " tanya Rido heran.


" Iya untuk ibu kamu lah mas, masak untuk ibu aku, aku sudah tidak punya ibu lagi" Kata Mila sedikit kesal.


Rido kembali tersenyum ternyata dia masih peduli dengan ibunya.


" Mila terima kasih, aku mau ngom.. " belum sempat Rido berbicara sudah di potong Mila.


" Maaf ya mas Rido, taksi aku sudah nunggu lama itu, o iya jangan lupa obatnya kasihkan ke ibu ya, Awas jangan lupa ya, bey" Mila pun melangkah menuju taksi.


Padahal sebenarnya Rido ingin meminta maaf, tapi belum kesampaian, Rido memandang obat untuk Ibunya, dia pun tersenyum manis, dalam hati nya mengakui Mila sangat lah baik, dan dia pun sangat menyesal telah menyia nyiakan nya.

__ADS_1


Awwhh jadi terharu😊, Terus ikutin kelajutan nya ya jangan lupa dukungan nya ya.. 💕


__ADS_2