Baju Bekas

Baju Bekas
Lebih Perhatian Kepadanya


__ADS_3

Beberapa hari kemudian mereka telah tiba di kota, yang pertama kali yang mereka lakukan adalah mengantarkan ibu dan Tiara kerumah ibu.


Setelah mengeluarkan barang dari mobil, mereka beristirahat sejenak di rumah ibu Rangga.


" Kak kok kaki aku bengkak sih kak? " tanya Tiara kepada Karmila.


" Itu biasa bagi ibu hamil, kamu juga ke capek an berada di mobil beberapa hari ini, sini kakak antar kamu tidur di kamar tamu" kata Karmila.


Baru saja mau melangkah kan kaki, Tiara malah kesempoyongan, hingga mereka berdua terjatuh.


Dengan cepat Rangga datang menghampiri mereka.


" Mila kamu gimana sih, masak megangin Tiara saja ngak bisa! malah ikutan jatuh lagi, ada ada saja " kata Rangga.


" Maaf kak Rangga aku yang salah, aku agak pusing" kata Tiara.


" Kamu tidak apa Apa? Biar kak Rangga saja yang ngantar ya" Mereka pun bergerak meninggal kan Karmila yang masih terduduk dengan tampang kesal kepada Rangga.


Mila tak menyangka Rangga malah menyalahkan nya menjadi penyebab mereka terjatuh, padahal Tiara lah yang tak sengaja menarik tangan nya hingga ikutan terjatuh.


Karmila pun berdiri menuju teras dan duduk sendirian, diam beribu bahasa.


Tiba tiba Rangga datang lagi.


" Mila kamu kok ngak istirahat? ".


" Ngak usah".


" kok gitu".


" Kenapa emang nya".


" kok ngambek sih? ".


" Siapa yang ngambek? ".


" kamu tuh, cemberut saja".


" Biasa saja".


" Ya sudah masuk kedalam, sebentar lagi makanan datang, sudah ku pesan barusan".


"Mmmm".


Tak beberapa lama paket makanan datang, setelah membayar Rangga pun duduk di samping Karmila.


" Nih makan, kamu pasti lapar kan".


" Nanti saja, nanti aku makan".


" Ya sudah ini untuk kamu, yang ini untuk yang di dalam, o iya Tiara suka ayam gebrek ini ngak? ".


" Ngak tau, tanya sendiri" Mila masih kesal kepada Rangga, bukan karna cemburu tapi karna tak di hargai.


" Ya sudah" Rangga pun meninggalkan Mila, dan menuju kedalam.


Rangga pun membagi makanan yang di pesan nya kepada semua orang, termasuk kepada Tiara.


" Tiara kamu makan dulu, ini ada ayam gebrek plus nasi" kata Rangga menawarkan.


" Aduh maaf kak, aku kurang suka ayam kak".


" Waduh trus gimana nih, kakak cuma pesan ini".


" Ya sudah ngak apa apa kak, aku makan nya nanti saja",


" Oh ngak bisa gitu, kamu sedang hamil, harus makan, telur mau?" tanya Rangga.


" Mau kak, nanti aku bikin sendiri".

__ADS_1


" Eh ngak usah, biar kakak mintak tolong kak Mila bikinin yah".


" Ngak usah kak aku sendiri saja".


" Ngak apa apa kok, bentar yah" Rangga pun berlalu menuju Karmila.


" Mila, Tiara ternyata ngak suka sama ayam, tolong kamu bikinin telor ceplok yah" kata Rangga.


" Aku lagi makan, suruh bikin sendiri, dia udah gede".


" Ngak bisa gitu dong, kamu harus bantuin kasian dia ke capek an".


" Aku lagi makan ".


" Tinggalin dulu" Rangga memaksa Mila ke dapur.


" Tunggu dulu tutup dulu makanan ini, nanti di hinggapi lalat" dengan kesal Mila menutupi makanan nya, padahal dia hanya makan sedikit.


" Buruan".


" Astaga bawel banget, iyaaaahhh" Dengan masih kesal Mila menuju dapur.


Mila ngomel ngomel sendirian.


"Manja banget, biasa dia ngak gini, Tiara anaknya mandiri, ini lagi mas Rangga sok perhatian segala, memang nya istrinya siapa sih, bikin kesal saja" kata Mila dalam hati.


Di dapur tidak di temukan telur, di cari kemana mana tetap tak di temukan.


" Mila kok lama sekali sih? ".


" Telur nya ngak ada".


" Masak sih, ya udah kamu beli bentar ke warung depan".


"Nanti saja, aku lapar, aku mau makan".


" Siapa suruh dia pilih pilih makanan".


"Ck, ya sudah biar aku saja yang beli".


" Tumben? biasanya kamu ngak mau ke warung".


" Ya gimana lagi kamu ngak mau bantuin, sama adik sendiri pelit" Rangga pun meninggal kan Karmila yang membeku karna perkataan Rangga.


"what? pelit?, apa sih yang di otak dia, ah bodo amat mending aku makan dulu, perutku dah sakit banget, "kata Mila di dalam hati.


Baru saja hendak mau makan lagi, Rangga datang datang dari warung.


" Ini Telurnya Mil, kamu masakin yah ".


" Aah mas aku sedang makan nih, nanti ya".


" Sekarang Mila, kasian adek mu".


Dengan kesal, Mila mengambil kantong berisi telur dari Rangga dan menuju dapur.


Dengan setengah hati Mila memasak telur itu, tiba tiba Tiara datang.


" Kakak lagi apa? ".


" Kata nya mau telur! " kata Mila singkat.


" Biar aku bikin sendiri kak".


" Ya sudah lah tuh telor ceplok nya dah mateng".


Tiara terdiam.


" Kok diam, ngak suka telor ceplok? ".

__ADS_1


Tiara nyengir.


" Pengen telur dadar kak" kata Tiara malu malu, Mila malah tepuk jidat.


Mila pun menghembus nafas kasar.


" Biar aku bikin sendiri kak hehe".


" Ya sudah terserah kamu saja" kata Mila memilih duduk di meja makan.


Tiara pun memasak telur dadarnya sendiri, setelah selesai, dia pun menghampiri kakak nya.


" Kakak ngak usah repot repot ngurusin aku, aku bisa mandiri kok kak, kakak jangan khuatir, aku baik baik saja kok kak".


" Iya kakak percaya sama kamu, ya sudah kita makan sama sama yuk".


" Yang lain gimana kak? ".


" Semua sudah makan, cuma kita doang yang belum makan.".


" Ya sudah kalau gitu kak".


Mereka pun makan bersama, tak beberapa lama Rangga pun datang.


" Eh Tiara? gimana kaki kamu? , masih sakit kah? " tanya Rangga.


" Ngak kak, aku sudah tidak apa apa".


" Baguslah kalau begitu".


Baru saja Tiara ingin bergerak mau mencuci piring, Rangga menghentikan nya.


" Ngak usah Tiara, biar Mila saja mencuci piring nya, ya kan Mila" Rangga mengode Karmila.


" Mmmm," Mila hanya mengangguk malas.


" Tuh dengar kan Tiara, biar kak Mila saja ya, kamu istirahat saja" kata Rangga, sehingga membuat Mila bergerak meninggal mereka.


" Ya sudah kak, aku ke kamar dulu ya".


Setelah kepergian Tiara, Mila hanya diam seribu bahasa, mestipun Rangga duduk di meja makan, Mila mengacuhkan nya.


" Mila, kita pulang ke rumah kita dulu yuk, besok aku masuk kerja, mau istirahat, capek nih" Kata Rangga mengajak Mila pulang.


" Yah, " kata Mila singkat.


Setelah membersihkan semua piring, Mila dan Rangga izin pulang ke rumah mereka, semua anak memasuki mobil.


Sepanjang perjalanan, maupun setiba dirumah pun Mila hanya diam ,tak banyak bicara, membuat Rangga jadi salah tingkah.


" Mila kamu kenapa, kok dari tadi cuma diam saja? ".


Mila enggan menjawab, dia berlalu menuju kamar anak anak, membereskan barang anak anak.


Rangga hanya mengaruk garuk kepalanya yang tidak gatal, karna heran dengan sikap Mila.


Setelah beres beres, Mila pun menuju kamar untuk istirahat, di susul Rangga.


" Mila aku mau.. " Belum selesai Rangga berkata, Mila memotong nya.


" Maaf mas, aku capek, aku pengen istirahat".


Rangga pun di tinggal tidur oleh Mila, sehingga membuat Rangga kebingungan.


Itu karna sifat Rangga hari ini membuat Mila kesal, bisa bisa nya Rangga sangat memperdulikan orang lain, tampa memperdulikan perasaan Karmila.


Rangga yang juga merasa kelelahan Ikut tertidur di samping Mila, padahal Rangga hanya ingin meminta maaf kepada Mila, karna telah sedikit keterlaluan kepada Mila hari ini.


Tapi sayangnya, Mila terlalu kecewa, membuat nya mengacuhkan Rangga seperti itu.

__ADS_1


__ADS_2