
" Kapan kalian pulang, nenek sangat kangen kalian" Ibu Rido memper erat pelukan nya kepada Cucunya.
" Tadi buk, sebenar nya gini" Mila menjelaskan semua nya termasuk rencana Gea akan masuk pesantren.
" Bagus dong, mudah mudahan cucu nenek Gea jadi anak sholehah, dan berguna dunia akherat" Ibu Rido memberi dukungan.
Semua pun tersenyum.
" Ya sudah gimana untuk sementara Gani tinggal sama ayah saja, sebentar lagi Gani sekolah kan, biar ayah yang bayar uang sekolah nya, untuk Gea, ayah usahakan mengirim uang setiap bulan nya ya Gea, " Gani dan Gea sangat senang.
" Ah ngak ngak, Gani saja baru datang kok langsung tinggal sama kamu sih, ngak mau aku" tolak Karmila.
" Eh kan aku bilang sementara, aku ingin dekat sama anak anak doang, hargai dikit dong".
" Ya tetap ngak bisa, Gani baru datang juga" Semua orang jadi bingung dengan perdebatan mantan suami istri itu.
" Sudah sudah, kalian seperti anak kecil saja, dikit dikit berantem, gini saja suruh Gani milih tinggal dengan siapa" Kata Ibu Rido, dan kakak ipar Mila juga membenarkan usulan dari Ibu Rido.
Rido dan Mila pun mengangguk.
" Gani?? kamu mau tinggal dengan siapa? sama Ayah atau Ibu? " Tanya Mila dengan lembut.
" Mmmm.. sama siapa yah? mm.. Aku mau coba tinggal sama ayah deh, ayah baik sekarang kepada ku, lagian di rumah ibu cuma ada dua kamar , yang satu punya ibu, yang satu punya kak Qila, aku sudah besar, aku tidak mungkin satu kamar dengan perempuan" Kata Gani dengan polos nya.
Membuat semua orang terperangah, dan membenarkan perkataan Gani.
" Nah tu kan bener, kamu juga sih punya rumah bagus bertingkat, tapi kamarnya nya cuma ada dua" Sindir Rido sambil cengengesan .
__ADS_1
Mila pun memukul bahu Rido.
" Biarin , aku cuma mampu punya rumah demikian , setidak nya aku masih ada tempat tinggal , bikin emosi orang saja" Kata Mila, dan Rido pun mengusap ngusap bahunya karna sakit.
" Becanda kali, becaaaanda! " Kata Rido ketus.
" Sudah sudah, kalian ini, malu sama anak anak kalian" Kakak ipar Mila menjadi penengah.
" Ya sudah kalau gitu, Kalau Gani mau pulang mintak antar sama nenek atau ayah ya nak" Kata Mila.
" Iya bu".
" Nanti ibu antar baju baju kamu kesini yah, ya sudah buk kami pamit dulu, ini kakak dan abang aku mau berangkat, dan Gea sana salim sama nenek dan ayah kamu".
Setelah berpamitan dan saling berjabat tangan, mereka pun melangkah pulang ke rumah Mila, dan setiba nya di rumah Mila, abang Mila langsung memasuki mobilnya.
" Hati ya semua, nanti jika kami ada waktu kami akan pulang kampung dada" Mila dan Rangga melambaikan tangan ke arah mobil abang Mila yang telah melaju pelan.
" Cie bahagia banget siap ketemu mantan suami, " ledek Rangga.
" Ya ampun, lebay banget kamu, biasa saja kali..., sudah ya jangan cari masalah lagi ya, aku capek" Mila membuang nafas kasar.
" Gani mana? " Rangga dari tadi kebingungan tidak melihat Gani.
" Sama Nenek nya, mulai hari ini dia akan tinggal sama nenek dan ayah nya" Rangga sedikit kaget.
" Kenapa emang nya, kok kamu biarin".
__ADS_1
" Lah apa salah nya, itu kan nenek nya dan juga ayah nya, lagian itu ke inginan Gani, dia bilang dia sudah besar, ngak mau sekamar dengan perempuan, kita kan cuma dua kamar" Mila melirik setiap bagian rumah minimalis milik mereka.
" Oo karna Itu, ya sudah besok kita tambah kamar lagi buat Gani di lantai atas, pasti Gani suka, dan jika perlu kita buat dua kamar, sekalian untuk Gea jika dia pulang nanti, ada kamar sendiri, " Usul Rangga dengan semangat.
Seketika Mila jadi tersenyum dan langsung memeluk Rangga.
" Makasih ya mas" Rangga mengangguk dan memper erat pelukan nya.
Tiba tiba Qila membuka pintu kamarnya, terpaksa Mila dan Rangga melepaskan pelukan mereka.
Melihat adegan seperti itu Aqila menjadi kesal, dan melewati orang tua nya, dan menuju ke dapur, membuat Rangga dan Mila jadi heran.
" Tunggu bentar ya mas, mungkin Qila laper" Rangga mengangguk.
Ternyata Qila mengambil minum, Mila menghampiri.
" Qila, kamu laper ngak, ibu ambil makanan dulu ya, atau kamu mau apa, ibu masakin ya, ".
" Ck" Qila ingin pergi tapi di tahan oleh Mila.
" Kamu makan ya nak, nanti kamu sakit gimana ,ya, tadi ibu sudah masak untuk kamu".
" Ck, sudahlah jangan sok baik , jangan mengatur ngatur aku, kamu bukan Ibuku, jadi jangan ganggu aku" Spontan Mila berteriak.
" QILA...., jaga omongan mu, aku sekarang adalah ibumu jadi jangan.." Belum sempat Mila ngomong, Qila mendorong Mila sehingga Mila tersandar ke dinding.
Sementara itu Rangga melihat sendiri bahwa putrinya berbuat kasar kepada ibu nya, dan Rangga pun menghampiri Aqila dengan sangat marah, Rangga tidak menyangka anak yang di sayanginya telah berubah, amarah nya sudah tidak tertahan kan lagi.
__ADS_1
Plak..
**Tetap jangan lupa dukungan nya ya**