Baju Bekas

Baju Bekas
Mengenang Masa Lalu


__ADS_3

"Haha." Angela tak kuasa menahan tawa nya, Rido pun sangat terheran heran dengan tingkah bos cantik nya itu.


" Lah bos kenapa?, ketawa ngak jelas gitu." Rido mengerut kan keningnya karna heran sambil mengendarai mobil milik Angela.


" Bukan apa apa, hanya saja, ternyata tipe selingkuhan kamu dulu sudah kayak emak emak komplek semua, bagus si Mila kemana mana tuh, di banding wanita tadi. " secara tak sengaja, Angela mengakui bahwa Mila mantan istri Rido lebih cantik ketimbang semua selingkuhan Rido.


Mendengar Angela berbicara membuat Rido menghembuskan nafas kasar.


" Bos benar, disitu lah letak kesalahan ku, kenapa aku malah tergiur dengan mereka ,sedang kan dulu aku memiliki istri yang baik hati, mau menerima kekurangan ku dan kesalahan ku, aku sungguh menyesal. " mendengar Rido berbicara Angela susah payah menelan ludahnya sendiri, karna tak sengaja Angela telah membuka luka lama Rido.


" Ehem, maaf maaf bukan maksudku membuatmu terlempar lagi ke masa lalu mu, tapi aku... " Belum sempat Angela selesai berbicara Rido telah memotongnya.


" Tidak apa apa bos, Aku hanya ingin mengenang masa lalu ku bersama Karmila, bagiku Karmila adalah perempuan terbaik di dunia. " Rido mengembangkan senyum nya sangat lebar membayangkan sosok Karmila si Mantan istrinya.


Tiba tiba sebuah sisir mendarat ke kening Rido.


" Awwwh. "


" Rasain, woi sadar dong ngak baik ngebayangin seseorang , yang telah dimiliki orang lain, lupain lah masa lalu mu, ngak penting." Kata Angela ketus.

__ADS_1


" Idih kenapa bos yang sewot, jangan bilang bos cemburu ya, cie ngaku saja deh. " Rido pun sengaja menggoda Angela.


" Apaan sih ogah, cemburu kepala lu peyang, atas dasar apa aku cemburu? ngak jelas. " kata Angela, dan kini mukanya mulai merah padam karna malu.


" Nah itu buktinya, kayak bos ngak suka aku membayangin mantan istri ku, terbukti cemburu besar karna merasa kalah saing dengan Mila, pakai acara jangan bayangin milik orang lain, nyata nya bos juga sering lakuin hal demikian, uhh ngak adil. " kata Rido menghembus nafas kasar.


" Emang nya aku melakuin apa? jangan sembarangan kamu?. " Angela melotot ke arah Rido dengan tajam.


" Lah kenyataan bos ingin memiliki laki orang. " kata Rido terus terang.


" Itu.... " Angela menjeda bicaranya, kemudian kembali berkata.


" Ya Bos, " Rido tak berani lagi berbicara, karna Angela telah cemberut, Rido memilih fokus dengan mengendari mobil menuju tempat tujuan mereka.


***


Sementara itu di kontrakan keluarga Mila beristirahat, kecuali Melisa, memilih menuju ke rumah Rido untuk bertemu ibu Erna.


" Eh nak Melisa ada perlu apa? makanan tadi sudah ibu siap kan di meja makan silakan di cicipi. " kata Ibu Erna.

__ADS_1


" Ck, nanti lah buk, belum lapar, o yah aku mau nanya buk, boleh lah ya. " kata Melisa sok akrab.


" Tentu nak ada apa? "


" Benar si mas Rido jadi sopir perempuan tadi? kok ibuk bolehin sih? "


" Lah memang nya kenapa nak? " Ibu Erna jadi heran.


" Liat saja penampilan nya tadi kekurangan bahan, terlalu terbuka, itu bahaya buk, nanti bisa berbuat zin* mata, tangan dan lain lain, ibu mau mas Rido bergelimang dosa dengan perempuan itu. "


" Seperti yang kamu lakukan bersama Rido? " Erna sepertinya ingin menyindir kelakuan Melisa bersama anak nya dulu, sehingga menantu kesayangan nya memilih pisah dengan Rido.


" Maksud ibuk apa?" kata Melisa sambil berkerut kening.


" Ah sudah lupakan, tunggu sebentar ibuk ambil minum untuk kamu. " kata Erna basa basi.


" Ah ngak usah lah buk, lebih baik aku istirahat saja, nanti kami rencana mau jalan jalan, lagian risih disini pengap, kirain bakalan tinggal di rumah mewah, tau taunya tinggal dirumah reot kayak gini, dasar Karmila, kurang aj*r ,tega tega nya nyewa rumah kayak rumah petak kayak gini, uhf. " Melisa pun melenggang pergi meninggal kan ibu Erna sendirian.


Erna yang melihat kepergian Melisa hanya bisa mengelus dada karna mendengar kesombongan keluarga mantan besan nya tersebut.

__ADS_1


__ADS_2