
Di kediaman Mila dan Rangga.
Rangga pun beranjak pergi.
" Mas mau kemana?" tanya Mila, tapi Rangga masih diam, Mila pun mengejar Rangga, ternyata Rangga memasuki mobil.
" Mas, aku ingin ikut, aku mengkhuatir kan mu" Mila pun ikut memasuki mobil, dia sangat cemas dengan ke adaan Rangga yang penuh dengan emosi.
Selama di dalam mobil, mereka hanya diam dan sibuk dengan pemikiran masih masing.
Tenyata Rangga menghentikan mobilnya di depan rumah mendiang ibunya.
" Kenapa kesini mas, ada yang mau kamu ambil di sini" Rangga hanya menggeleng pelan.
Mereka pun memasuki rumah itu, dan Rangga pun berhenti tepat di depan foto mendiang istri Rangga, disana ada mendiang istrinya sedang memangku Aqila waktu kecil.
" Dia sepertimu Diana ,sangat keras kepala" Rangga berbicara sendiri kepada sebuah foto tersebut.
Mila hanya merasa sangat iba melihat Rangga seperti itu, Mila sangat mengerti dengan perasaan Rangga saat ini.
" Aku tidak tau sampai kapan aku bisa sabar dengan melihat tingkah nya itu, apa kah aku harus kembalikan dia.... " Rangga mengantung kan bicara nya karna dia baru sadar jika Mila sedang bersamanya, mendengar perkataan Rangga yang berhenti ,Milapun berkerut kening.
__ADS_1
" Kembalikan? maksud mas apa? siapa yang akan di kembalikan?" tanya Mila penasaraan.
Rangga hanya menggeleng, dan melangkah ke luar menuju teras.
" Mas ini ada apa sebenar nya, jangan bilang akan kembalikan Qila, memang mas mau kembalikan kepada siapa? Qila anak kita kan mas? " Sebanyak itu Mila bertanya, Rangga hanya diam membisu.
Karna melihat Rangga hanya terdiam, Mila pun tidak berani bertanya lagi.
Karna Merasa sudah lama berada di sana, mereka pun memutuskan untuk pulang.
***
Ke esok kan harinya, Mila ingin mengantarkan makanan untuk Gani kerumah Rido, sebelum itu, Mila pun mengurus keperluan Rangga dan juga Qila.
Tapi sayang nya, Qila tidak mau di antar Rangga maupun Mila, Qila lebih memilih naik Ojek Oline kebetulan tukang ojeknya tetangga mereka.
Setelah itu Mila berjalan menuju rumah kontrakan Rido dengan membawa serenteng makanan yang sudah di masaknya tadi.
Baru saja hendak mengetuk pintu, Mila di kaget kan dengan Rido yangsedang menggendong ibunya.
" Mas, itu ibu kenapa mas" Tanya Mila cemas.
__ADS_1
" Ngak tau, tadi pas berjalan tiba tiba terjatuh, mungkin asam urat ibu kambuh lagi".
" Ya sudah kita bawa ke rumah sakit mas, kasian ibu".
" Ya sudah, tadi aku juga pinjam mobil angel untuk membawa ibu kerumah sakit, kamu ikut aku bentar ya, tolong jagain Gani juga" Kata Rido.
" Iya mas".
Rido pun kembali mengendong dan membawa ibunya kedalam mobil menuju rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit, Ibu Rido di sarankan untuk dirawat untuk beberapa hari, karna asam urat nya sedang kambuh.
" Aduh gimana ini, aku mau kerja siapa yang akan menjaga ibu disini" Kata Rido sangat frustasi.
" Mas ngak usah khuatir, untuk sementara biar aku yang jaga ibu, kalau malam hari kan bisa mas yang Jagain" Mila merasa yakin karna dia tidak banyak kesibukan, karna perkerjaan rumah sudah selesai, makanan untuk Qila dan Rangga juga sudah tersedia.
" Kamu yakin Mila, aku tidak mau nanti merepotkan kamu," Kata Rido.
" Mas tidak usah kuatir, nanti aku juga mintak izin ke mas Rangga bahwa aku berada dirumah sakit ini, " Mila meyakin kan Rido.
" Ya sudah terima kasih, ini ada sedikit uang untuk pegangan kamu, nanti kalau ada apa apa pakai saja, dan juga kamu beli makanan untuk kamu dan juga Gani" Rido menyerahkan beberapa lembar uang seratus ribu ke tangan Mila.
__ADS_1
" Eeeh ngak usah mas, aku ada uang kok" kata Mila berusaha mengembalikan uang Rido tapi Rido tidak mau menerima lagi.
" Sudah pegang saja, aku berangkat kerja dulu, sekali lagi makasih ya Mila" Rido memberikan senyum tulusnya kepada Mila, Mila pun membalas senyuman Rido.