
Beberapa hari kemudian kami rutin mengantarkan Gea kerumah sakit untuk terapi, sehingga ada perubahan, penglihatan Gea mulai membaik, mestipun sedikit samar samar, akhirnya dokter menyaran kan Gea untuk memakai kaca mata.
Karna mata nya sedikit terasa sakit jika terkena sinar matahari secara lansung.
Gea menerima nya dengan lapang dada, hari ini dan seterusnya kaca mata itu yang akan selalu dia bawa nya kemana mana.
***
Hari ini mas Rangga akan berangkat keluar kota, karna ada kerja lapangan, setelah berpamitan dia pun pergi.
Aku pergi mengantarkan anak anak kesekolah, karna Gea sudah bisa belajar lagi.
Sesampai nya dirumah aku mulai menjahit lagi ada pesanan baju bordir dari butik langganan ku.
Beberapa jam kemudian aku mendapat telpon, ternyata dari kantor polisi.
Ternyata di perjalanan mas Rangga menabrak orang, sehingga korbannya di larikan kerumah sakit, mas Rangga di tahan untuk pemeriksaan.
Aku pun mulai panik, aku berniat menyusul, aku menitipkan anak anak kepada mertua ku, dan meminta bantuan kepada mertua, untuk menjemput anak anak ke sekolah nanti.
Setelah itu aku memesan travel untuk menuju kantor polisi tersebut, karna kantor polisi tersebut berada di luar kota.
***
Beberapa lama kemudian sampai lah aku di kantor polisi tersebut, dan aku pun lansung menemui mas Rangga, dan lalu bertanya.
" Mas kenapa jadi begini? ".
"Aku tak sengaja menabrak nya, dia berlari ke depan mobilku, sepertinya dia sengaja ingin bunuh diri, tapi tak ada yang percaya padaku, " kata mas Rangga menunduk.
" Kamu tolong jaga anak anak ya, aku akan berusaha untuk bisa keluar dari sini, " aku pun tak bisa lagi menahan air mataku.
" Sudah lah Mila kamu harus kuat, kita bisa menjalani ini semua, kamu harus tabah ya".
" Aku akan menemui keluarga korban, mudah mudahan mereka bisa menyelesaikan masalah ini dengan cara kekeluargaaan, aku akan sering menjenguk mas kesini, " akupun menghusap air mataku.
"Mas sudah makan, aku bawa makanan, aku masak tadi, mas makan ya, aku berangkat sekarang menuju rumah sakit, mudah mudahan mas bisa cepat keluar dari sini".
" Ya sudah kamu hati hati ya, kamu jaga diri, jagain anak anak juga, secepatnya kita akan berkumpul lagi" aku pun mengangguk dan pamit kepada mas Rangga.
**
Akhirnya aku sampai juga dirumah sakit, aku menuju ruangan di mana ada korban kecelakaan itu, dia sedang dirawat.
__ADS_1
Ternyata di sana banyak orang ,mungkin keluarga korban, aku menghampiri mereka.
"Maaf pak ibu, saya dari keluarga Rangga, yang tadi menabrak korban, saya minta maa.. " belum sampai aku berkata aku sudah ditarik sama ibu ibu.
" oooh jadi kamu keluarga nya, gara gara dia anak saya lumpuh, aku tak akan memaafkan nya, biar saja dia membusuk di penjara" ibu itu brutal lalu mend*r*ngku hingga ter duduk.
Dengan posisi yang masih duduk aku berkata" maafkan kami buk, kami janji akan bertanggung jawab, tapi saya mohon, bisa kah kita selesaikan ini dengan cara kekeluargaan, karna saya yakin suami saya tidak sengaja".
"Tidak sengaja kata mu! anak ku di pastikan lumpuh, kamu bisa mengembalikan kaki anak ku seperti semula ah? " ibu itu marah besar.
"Jangan harap kami bisa memaafkan kalian, " tiba tiba polisi datang menuju ke pada kami, aku pun berdiri.
" Maaf ibu bapak, kami sudah meng cek cctv yang ada di sekitar kejadian, ternyata anak ibu dan bapak sengaja menabrak kan diri ke mobil tersangka, untuk itu kami perlu keterangan dari korban" kata polisi.
" Tidak mungkin anak saya sebodoh itu, sekarang dia masih koma" kata ibuk itu.
" Baiklah kita akan menunggu korban sadar, setelah itu kita akan proses kasusnya" kata polisi tersebut.
***
Satu bulan lamanya mas Rangga di penjara, korban belum sadar juga karna dokter memperkirakan terdapat luka di otak nya, aku semakin frustasi.
Akhirnya aku memilih melamar kerja di sebuah butik, yang biasa jadi langganan ku, untuk mencukupi kebutuhan ku dan anak anak.
Setibanya di butik, aku di sambut pemilik butik itu dengan ramah, akhirnya aku di tempat kan di bagian kasir di sana.
Tak berapa lama, datang lah lelaki paruh baya, dia adalah suami pemilik butik tersebut.
" Maaf pak, ibuk lagi keluar, hanya saya yang ada disini" kataku dengan sopan.
" Saya tidak mencari ibuk, saya mencari kamu, Karmila" kata nya, bapak di perkirakan umurnya lebih tua 15tahun dariku.
" Maaf pak, ada perlu apa ya? " tiba tiba dia menarik tangan ku, aku pun kaget.
" Karmila, aku yakin kamu pasti butuh belaian, kamu pasti sangat merindukan sentuhan, karna suami mu tak kunjung keluar dari penjara, biarkan aku yang akan menemani kamu malam ini".
" Jangan pak, lepaskan saya, saya tidak mau, anda sadar saya karyawan anda, lepaskan saya".
" Jangan berani beraninya kamu menolak ku, nanti kamu menyesal".
"Lepas, lepaskan saya, saya sudah berkeluarga jangan ganggu saya" aku pun mend*r*ngnya hingga terjungkal.
Aku pun hendak pergi tapi sayang kaki ku di tarik hingga aku tersungkur, diapun memperlakukan aku kas*r, tiba tiba dia menarik lengan baju ku hingga robek.
__ADS_1
Akupun berteriak mintak tolong, dia pun panik, kesempatan itu aku pergunakan untuk kabur.
Setiba nya dirumah aku mengunci pintu, aku menangis meraung raung, untung saja anak anak dirumah mertua.
aku sangat kecewa dengan hidupku, kenapa dunia ini sangat kejam pada ku, hampir saja aku di jamah lelaki bus*k itu, aku tahan lagi lalu pergi ke kamar mandi, aku guyur tubuhku dengan air sebanyak banyaknya, aku tersandar kedinding kamar mandi, dan meratapi nasibku.
***
Aku pun mengurung diri di dalam kamar, tiba tiba ada yang menelpon ku, mengabarkan korban kecelakan itu sudah sadar.
Tampa berpikir panjang aku pun memesan travel lansung menuju rumah sakit dimana korban dirawat.
Beberapa lama kemudian aku sampai ke tujuan.
Aku mencari ruangan nya.
Setelah ketemu aku pun masuk, ternyata banyak orang.
Ternyata korban nya seorang gadis berkemungkinan umurnya sekitar 20an.
"Dialah istri dari orang menabrak kamu nak, " kata ibunya.
"Tinggalkan kami berdua buk" kata perempuan itu.
Sekarang tinggalah aku dan gadis itu, dia berkata akan membantu mengeluarkan mas Rangga dari penjara, asal kan mas Rangga sudi menikah dengan nya.
Aku pun kaget, aku tidak terima, tapi dia memohon padaku, dia sedang hamil, anak teman ayah nya, dia tidak ingin keluarga nya tau kasus nya.
Dia di l*c*hkan oleh teman ayahnya yang selama ini berkerja dirumahnya dan mengancam akan menghabisi seluruh keluarga nya.
Dia memaksaku, dia tidak ingin anak nya lahir tampa ayah.
Dia berjanji pernikahan ini hanyalah status, tidak ada niat lain.
Dia mengacam bunuh diri lagi, jika aku tidak mau menyetujui idenya.
karna gadis itu merasa hidupnya tidak berguna lagi, karna dia juga sudah lumpuh penyebabnya adalah mas Rangga.
Akan di pastikan keluarganya tidak akan terima jika anak mereka lumpuh, itu akan memberatkan kasus kecelakaan yang di sebabkan mas Rangga.
Aku hanya menangis pilu, apa yang harus ku lakukan, apakah aku harus berbagi suami dengan gadis itu, atau aku membiarkan mas Rangga selama nya di penjara.
Jika aku menolak, aku sangat kasian kepada mas Rangga, dia sangat tersiksa di dalam penjara, juga anak anak sudah sangat merindukan nya, aku harus memberi tau berita ini kepada mas Rangga.
__ADS_1
Aku ingin tau apa pendapat nya, aku rasa jika memang dia ingin keluar dari sana, kami harus rela jika dia harus menikahi gadis itu demi kebaikan dari semua pihak mestipun hatiku menjadi hancur .
Aku tidak tau harus gimana lagi, aku sungguh pasrah saat ini.