
Setelah mereka memasuki rumah, Mila pun memeriksa seluruh tubuh Rangga, Milapun merasa kasian karna tubuh Rangga penuh dengan bekas gigitan serangga.
" Maaf kan aku ya mas, gara gara ke egoisanku, kamu jadi seperti ini" Mila pun mengoleskan obat ke tubuh Rangga.
" Mmm biasalah, perjuangan calon seorang bapak memang gitu, harus, lagian hal ini yang selama ini aku tunggu, akhirnya aku jadi se orang bapak" kata Rangga.
" Mas ini lucu ya, kan mas sudah jadi seorang bapak, sudah punya anak juga, kok mas malah bilang hal yang ditunggu tunggu, memangnya mas se waktu Aqila lahir apa yang mas rasakan".
Deg.
Kenapa Rangga bisa lupa kalau dia sudah mempunyai anak, yaitu Aqila, tapi ada hal besar yang belum Mila ketahui bahwa Aqila bukan lah darah daging Rangga.
Sewaktu Aqila lahir Rangga tidak merasakan apa apa, biasa saja.
Rangga masih menyembunyikan hal besar itu, karna dia takut kalau Aqila mengetahui kalau sebenar nya , Rangga bukanlah ayah kandungnya.
Rangga akan memberi tahu Mila yang sejujurnya pada waktu yang tepat.
" Oo iya yah aku kok bisa lupa aku sudah mempunyai anak, mungkin karna terlalu bersemangat" Mendengar perkataan Rangga Mila hanya berkerut kening.
" Ya sudah lupakan itu, kira kira anak yang kamu kandung lelaki atau perempuan ya" Tebak tebak Rangga.
__ADS_1
" Memangnya mas mau nya, perempuan atau laki laki? " Tanya Mila.
" Aku maunya sih laki laki, tapi kalau di kasih perempuan juga ngak apa apa kok" Sambung Rangga.
" Ya sudah kita pasrahkan sama tuhan ya mas, apapun jenis kelamin nya yang penting sehat" Rangga pun menyetujui perkataan Mila.
Mereka tak menyadari sejak tadi Aqila menguping pembicaraan mereka, setelah itu Aqila pura pura melewati mereka.
" Qila sini, ibu mau bilang sesuatu, sebentar lagi kamu punya adik" Mila menghusap usap perutnya, berharap Qila akan senang.
" Oooh" jawab Aqila singkat, setelah itu berlalu menjauhi Mila, membuat Mila membeku dengan sikap dingin Qila.
Setelah Aqila tiba di kamar nya, dia pun meraih benda pipih nya untuk menghubungi Angela, dan mengabari berita bahwa Mila sedang mengandung.
Mendengar berita itu Angela semakin marah, ternyata dia kurang cepat untuk memisahkan Rangga dan Karmila.
" Kurang ajar, semakin sulit bagiku untuk menghancurkan mereka berdua, kamu tunggu saja Mila, akan ku pastikan secepat nya kamu berpisah dengan Rangga, Rangga hanya untuk ku, tidak ada seorang pun bisa memilikinya kecuali aku, tunggulah Mila permainan akan dimulai".
" Hoi Rido antarkan aku ke kantor Rangga sekarang juga" Perintah Angela.
" Buat apa bos , palingan dia masih dirumah" Kata Rido santai.
__ADS_1
" Maksud kamu apa? kamu tau dari mana hah? " Angela penasaran.
" Sebelum aku berangkat kesini, aku liat dia sedang memanjat pohon mangga, mungkin buat si Mila yang lagi ngidam" Kata Rido dengan menghembus nafas kasar.
" Apa? jadi kamu sudah tau jika Mila sedang hamil, kenapa ngak bilang aku hah" Angela memukul bahu Rido.
"Aduh Sakit sekali Bos, bos saja ngak nanya, jadi aku diam saja".
" Benar benar kamu ya, lagian si Mila kok baru sekarang hamil nya, padahal mereka sudah lama menikah, tapi kok , tunggu dulu aku dapat ide yang cemerlang, Aha" Angela pun tersenyum lebar mendapat sebuah ide untuk menghancurkan hubungan Rangga dan Mila.
" Bos , apa yang sedang bos rencana kan" Tanya Rido polos.
" Kamu diam saja, masih mau kerja ngak".
" Masih dong bos" .
" Makanya kamu diam saja, jangan ikut campur, sekarang antar kan aku ke suatu tempat" kata Angela.
" Mau kemana bos".
" jangan banyak tanya, cepatan".
__ADS_1
" Iya bos".