Baju Bekas

Baju Bekas
Tinggal Di Kontrakan


__ADS_3

Rangga mengajak Karmila bicara empat mata.


" Apakah mereka lama disini? aku ada pekerjaan yang ngak bisa ditinggal. " kata Rangga sambil berbisik.


" Mas aku mohon bersabar lah sebentar lagi, lagian mereka tidak akan menginap disini kok. " kata Mila tampa basa basi lagi.


" Maksud kamu apa? " Rangga pun jadi bingung.


" Ya rencananya mereka akan tinggal di kontrakan sementara, yang dekat kontrakan ibunya mas Rido, karna mereka ingin jalan jalan juga di kota ini, mas tenang saja. " kata Mila hendak pergi meninggalkan Rangga.


" Tunggu! jadi kamu menyewa rumah buat mereka gitu, uang dari mana? jangan bilang... " belum sempat Rangga berbicara sudah di potong oleh Mila.


" Tenang saja bukan uang dari mu kok, " Mila pun pergi menjauh.


Kemudian Mila menghampiri keluarga nya, dan mengatakan bahwa mereka akan di antar kan ke kontrakan tersebut.


" Apa? Jadi kamu, tidak perbolehkan kami nyinap dirumah mu ini gitu. " kata Melisa dengan tampang garang.


" Maaf kak, kebetulan kamar dirumah ini cuma dua, ya ngak mungkin lah kakak tidur di lantai ruangan tamu ini kan, tenang saja kak rumah tersebut besar dan bersih kok, yang terpenting ada kamarnya. " Mila menjelaskan.


" Hallah, rumah sebesar ini kamarnya cuma dua, pecuma bagus tapi pelit ruangan. "kata Yani kakak Mila yang lain nya.


" Sedang direnovasi kak, rencana taun ini mau nambah kamar di lantai atas. " kata Mila.


" Ck, alasan. " Melisa bertampang ketus lagi.


Tak lama Ibu Rido pun datang.

__ADS_1


" Eh buk Erna, apa kabar buk? "Abang Mila dan istrinya berjabat tangan dengan Erna ibunya Rido, tapi kedua kakak Mila tidak mau bersalaman dengan Erna, Erna membuang nafas melihat kelakuan mereka.


Mereka akhirnya berbincang bincang dengan hangat, dan kemudian Erna mengajak menuju kontrakan tersebut, dan semua mengikuti nya.


Kini tinggal lah Rangga dan Mila dirumah, mereka hanya diam membisu, dan tak lama Rangga berangkat bekerja tampa pamit kepada Mila.


***


Di kontrakan.


" Dih buk Erna, tempat apaan nih, jorok amat. " kata Melisa sewaktu memasuki rumah tersebut.


Padahal rumah nya lumayan bagus, masih lengkap dengan peralatan nya, karna memang di khusus kan untuk anak Kos jadi rumah tersebut sudah tersedia kasur dan barang barang lain nya.


" kamu apa apaan sih Melisa, hargai adikmu yang telah menyewa kontrakan ini buat kita, dari pada nginap di hotel, pasti banyak biaya, memang nya kamu punya duit. " kata kakak Ipar mereka sedikit mengejek.


" Ah kakak apaan sih kak, jangan pelit lah, lagian yang punya uang abang nya kita , kakak mah enak, uang abang kita kakak yang megang, ih dasar. " kata Melisa menyindir balik kakak ipar mereka.


Erna hanya melongo melihat perdebatan kakak beradik itu.


Sedang dalam perdebatan itu, Rido pulang dengan mobil milik Angela, ternyata Angela juga bersama nya, karna tadi katanya kelupaan sesuatu.


Melisa melihat kedatangan Rido berhamburan menghampiri Rido.


" Mas, ngak nyangka ya kita bisa bertemu lagi, mas Merindukan aku ngak?." kata Melisa tak tau malu, karna Melisa yakin Rido menyukai nya, bukti nya Rido sering mengoda nya dulu, sampai sampai pernah melakukan hubungan terlarang juga.


" Kamu ngapain kesini? " tanya Rido heran.

__ADS_1


Angela yang mendengar pembicaraan mereka, memilih turun untuk menyuruh Rido cepat untuk mengantar nya ke suatu tempat.


" Mas aku merindukan mu mas, apa lagi semua sentuhan mu, muach. " kata Melisa sambil mengedipkan satu mata nya, Rido pun menyeringai dan merasa geli melihat kelakuan Melisa.


" Ada apa ini, kenapa kamu lama sekali, ayo buruan. " kata Angela mengode Rido.


" Eh iya bentar, aku masuk kerumah dulu ya. " Rido pun Buru buru masuk ke dalam Rumah tampa menghiraukan Melisa, Melisa hanya mematung karna di cuekin.


Sebelum memasuki rumah, Rido kaget ternyata keluarga Mila ada disana, mereka pun bersalaman dan saling menanyakan kabar.


Sementara itu.


" Eh kamu siapa? berani beraninya dekat dengan Mas Rido ku. " kata Melisa ceplas ceplos.


" Lah kamu siapanya Rido? istrinya bukan? " Angela tanya balik.


Melisa kebingungan menjawab pertanyaan Angela, Kemudian Rido menghampiri mereka.


" Maaf lama, oh iya dia kakak nya Mila dari kampung, Melisa namanya. " Rido menjelaskan, Angela menahan tawa.


" Oh jadi dia yang jadi pelakor di rumah tangga mu bersama Mila dulu, hebat ya, kakak yang tidak tau di untung. " kata Angela pedas.


" Jangan sembarangan kamu, kamu siapa? dasar cewwk mura***, " Kata Melisa lebih pedas.


" Maaf bestie kita tidak selevel, jadi aku tidak ada waktu untuk meladeni mu, ayo Rido kita berangkat. " Angela mengode Rido supaya cepat berangkat.


" Baik Bos, " Rido pun mengikuti Angela dari belakang.

__ADS_1


" Apa? Dia bos nya mas Rido, dasar cewek si alan, awas kamu. " Melisa jadi geram.


Tak lama Rido melajukan Mobil Angela meninggalkan Rumah Kontrakan tersebut.


__ADS_2