Baju Bekas

Baju Bekas
Kehilangan


__ADS_3

Sedang asik memasak Mila melihat suatu gerakan di lemari tua di samping ibu mertua, seperti nya lemari itu akan roboh karna termakan usia.


Benar saja tersenggol sedikit saja Lemarinya sedikit oleng.


"Awas bu" spontan Mila mendorong ibu mertuanya supaya menjauh dari lemari yang akan roboh itu, Mila berhasil membuat ibu mertua nya menjauh, tapi sialnya lemari tersebut menghantam Karmila.


Brak brak.


Lemari itu tepat jatuh di hadapan Mila.


Mila tak sadar jika ibu mertuanya tersandung sehingga terjatuh, kepala ibu mertuanya terbentur ke tembok, membuat mertua nya tak sadarkan diri.


" Ibuuuuuu, " Karmilapun berteriak, karna melihat ibu mertuanya , sudah tergeletak tak sadarkan diri, dan tampa dia sadari bebelah tangan dan bahunya juga di himpit lemari tua itu, dan mengeluarkan banyak darah.


" Tolong, tolong, tolong" teriak Mila.


Karna suara keras itu, tetangga nya berbondong bondong menuju rumah ibu mertua.


Semua orang sudah berada di dalam rumah.


" Pak ,buk tolong Ibu saya, tolong" kata Mila serak dan hampir tak bedaya.


Benar saja tak beberapa lama Mila juga ikut tak sadarkan diri, karna tangan nya mengeluarkan banyak darah, dan diapun menjadi lemas.


*


*


*


Ke esokkan hari nya, Mila mulai sadar, dia melihat tangan nya diperban, Dia pun menyeringai kesakitan, dia pun bertanya kepada Suster yang sedang memeriksanya.


" Suster, ini tangan saya kenapa? " Tanya Mila.


" Tangan kiri Ibuk retak, karna di hantam benda berat, lebih baik ibuk istirahat jangan banyak gerak dulu, " kata Suster tersebut.


" Ya sust, maaf suster gimana ke adaan ibu saya? ".


" Maaf sebelum nya buk, ibu mertua ibuk telah meninggal dunia, karna ada benturan keras di kepalanya menyebabkan pendarahan di otak nya, lalu meninggal dunia" kata Suster itu menjelaskan.


" Tidak tidak mungkin, Ibu, maafkan aku, hikhikhik," Mila menangis menjadi jadi.


" Ibu harus tenang, ibu harus sabar, sekarang ibu istirahat dulu" Suster mencoba menenangkan Mila, setelah Mila sedikit tenang susterpun pamit hendak keluar.


Beberapa lama setelah kepergian suster, Abang kandung Mila dan istrinya datang menjenguk Mila.


" Abang? Kak, kalian ada disini? " kata Mila, Kak iparnya pun lansung memeluk Karmila.


Karna di peluk, Mila pun menangis di dalam pelukan kakaknya.

__ADS_1


" Yang sabar Mila, kamu yang tegar ya".


" Kak, abang, ini salah ku, seharusnya aku tidak mendorong Ibu, karna aku Ibu meninggal dunia".


" Sabar sayang, ini kecelakaan, kamu tidak niat untuk seperti itu, mungkin disitu takdir ibu mertuamu".


" Tapi tetap aku penyebab Ibu meninggal kak".


" Yang sabar ya".


" Kak sekarang Ibu dimana? ".


" Ibu telah di kebumikan tadi pagi, Karna Ibu mertuamu kemaren meninggal di tempat, " kata Kakak Ipar, dan abang Mila hanya duduk di kursi tamu sambil menunduk.


" Apa? Meninggal di tempat, begitu keras kah aku mendorong Ibu, sehingga ibu lansung meninggal di tempat" Kata Mila mulai menangis.


" Tidak sayang, menurut pengamatan di dalam Cctv, Kamu tidak terlalu keras mendorong Ibu mertua mu, Penyebab dia meninggal karna tersandung dan lansung menghantam tembok, sehingga ada pendarahan di otak nya".


" Tapi tetap saja kak, ini salah ku, seharusnya aku menarik ibuk, tidak mendorongnya hikhikhik," Mila menangis lagi mengingat peristiwa itu.


" Sudah lah Mila, semua sudah kehendak tuhan, itu adalah kecelakaan kamu tidak sengaja melakukan nya" Abang Mila membuka suara.


Mila Hanya diam, dan terisak dan dalam pikiran nya masih mengenang Ibu mertuanya, dia sudah kehilangan sosok orang tua yang sangat baik.


" Apakah Rangga sudah mengunjungimu ke rumah sakit?" tanya Abang Mila.


*


*


*


Beberapa hari kemudian, Mila sudah sedikit pulih, dia di perbolehkan pulang, dia di jemput abang dan kakak iparnya beserta ke dua anak kandungnya.


" Rangga masih belum mengunjungi mu? " Tanya abang Mila.


" Belum bang, apakah Mas Rangga marah pada ku, karna telah menyebab kan Ibunya meninggal?" kata Mila demgan mata berkaca kaca.


" kakak rasa begitu, kamu yang sabar ya Mila".


" Lebih baik kamu ikut abang ke kampung, biar emosinya Rangga mereda, setelah mereda, kamu kembali lagi" kata Abang memberi saran.


" Maaf bang aku tidak bisa, mas Rangga adalah suamiku, dia mungkin sangat membutuhkan ku, " kata Mila.


" Dengan ke adaan mu seperti ini, kamu belum bisa mengurus keluarga mu, Lihat tangan mu saja masih di perban".


" Ngak apa apa kak, bang, aku akan berusaha sekuat mungkin".


" Abang punya usul, gimana untuk sementara, anak anakmu abang dan kakakmu yang jaga, setelah kamu sehat total kamu boleh menjemputnya lagi".

__ADS_1


" Horre hore pulang kampung, " Anak anak kegirangan.


" Tapi bang, aku tidak bisa pisah dengan anak anak".


" Untuk Sementara Mila, setelah kamu sehat, kamu bisa jemput mereka lagi" kata Kakak Ipar Mila.


" Tapi kak nanti ngerepotin kakak".


" Kok ngerepotin sih, malahan kami senang, kami kesepian dirumah, kamu tau sendiri, ponakan satu satunya kamu sudah kuliah, jadi dia jarang dirumah, jadi kami sangat rindu suara anak anak dirumah" kata kakak Ipar Mila.


" Betul, dan abang yakin ayah kita juga suka jika anak anakmu ada di kampung, kasian ayah selalu menanyakan kabar anak anak mu" Kata abang Mila menambahkan.


Mila memandang anak anak nya, dan bertanya kepada anak anaknya.


" Apa kalian mau tinggal di kampung? " tanya Mila kepada anak anaknya.


" Mauuuuu" kata mereka Serentak.


" Kalian tak kasian meninggalkan ibu?, dan kamu Gea kamu sekolah di sini nak? " Anak anak Mila hanya terdiam sambil memeluk ibunya.


" Kan hanya untuk sementara Mila, Gea akan tetap sekolah, kami akan mengurus surat pindah nya" kata Abang Mila.


" Ya sudah kalau Gitu, tapi janji ya jangan nakal ya sama om dan tante, Ibu janji jika Ibu sudah sembuh nanti, Ibu akan jemput kalian".


Anak anakpun memeluk Mila dengan hangat.


" Apa kita sekarang akan pulang kerumah? apakah mas Rangga mau maafin aku kak, bang? ".


" Ya lebih baik kita pulang dulu,itu jangan di pikirkan, " Kata Abang Mila.


***


Setelah mengurus surat pindah untuk Gea, abang dan kakak berpamitan Kepada Mila, dan membawa kedua anak Mila, mereka hendak berpamitan kepada Rangga, tapi mereka tidak menemukan Rangga dimana pun, akhirnya mereka hanya berpamitan kepada Mila.


Rumah sangat sepi, Mila pun berjalan kaki menuju rumah Ibu mertua, Rumah itu masih di datangi oleh para pelayat, di antara mereka ada yang bertampang tidak suka, tidak tau penyebabnya.


Mila mencari Rangga dan Aqila, tapi tidak di temukan dimana mana, akhirnya Mila memberanikan diri bertanya kepada saudara Mas Rangga yang masih ada dirumah Ibu.


" Mas buk, tante, ada yang melihat mas Rangga ngak? " tanya Mila baik baik.


" Mana kami tau, dia itu suamimu, masak tanya sama kami, gimana sih, eh Mila gimana kamu bisa mengurus Keluarga mu dengan satu tangan itu, akan di pastikan ngurus diri sendiri tidak bisa, gimana nanti mengurus keluargamu" Kata ibu ibu itu sinis.


" Iya betul" kata yang lain nya.


Mila tidak menjawab, dia hanya pergi dan menjauh dari kerumunan ibu ibu itu, dia kembali pulang kerumah nya dengan bersedih hati.


Dia tidak menyangka, semua orang menyalahkan nya dalam peristiwa kecelakan itu, dia pun merenung se orang diri meratapi nasibnya .


Dia pun memukul memukul kepala nya karna tidak kuat lagi menerima perlakuan seperti ini dalam hidupnya.

__ADS_1


__ADS_2