Baju Bekas

Baju Bekas
Muncul Rasa Cemburu


__ADS_3

Setelah menyusuri beberapa tempat Karmila dan keluarganya menuju Marawa Beach Club, sebuah lestoran yang berada di tepi pantai yang sangat indah.


Udara di sana sangat sejuk, ditambah dengan makanan yang di sajikan kebanyakan khas Minang, menambah selera makan mereka.


Sedang asik makan, perut tiara terasa keram, spontan semua ikutan panik.


" Kamu kenapa dek? " tanya Mila.


" Ngak tau kak, perut ku keram".


" Coba kamu berbaring di sofa itu dulu".


" Ngak kuat kak".


Dengan sigap Rangga mengendong Tiara menuju sofa, seketika Mila kaget, kenapa Rangga lebih antusias kepada adik nya.


Karmila pun mengikuti mereka.


" Tiara kamu rebahan disini dulu, mungkin perut mu keram karna kelamaan duduk tadi" kata Rangga.


" Ya kak Rangga makasih" setelah itu Rangga kembali berkumpul dengan keluarga nya.


Karmila agak canggung dengan sifat Rangga, ternyata Rangga sangat perhatian kepada Tiara adik nya.


" Gimana ke adaan mu dek, masih keram?".


" Sudah lumayan kak".


" Ya sudah kamu tiduran di sini dulu, istirahat supaya kandungan kamu tidak bermasalah, kalau perlu apa apa panggil kakak" kata Karmila.


" Iya kak" Milapun menuju meja yang ditempati keluarganya.


Rangga pun berbisik.


" Gimana adik mu? masih sakit? " tanya Rangga.


" Sudah lumayan, makasih ya sudah bantu Tiara".


" Ya sudah lah, Tiara sudah ku anggap adik ku, aku sangat khuatir kepadanya, dengan apa yang telah di alaminya, aku sangat cemas" kata Rangga, sehingga membuat Karmila terharu.


" Kak tolong ambilkan minum" seru Tiara dari kejauhan.


Seketika Karmila hendak berdiri mengambil air, ternyata Rangga lebih sigap, dia membawa air kepada Tiara, sehingga Karmila berkerut kening.


Setelah Rangga kembali.


" Ciee perhatian sekali kamu sama adik ku mas".


" Kenapa kamu cemburu ya? " kata Rangga sambil nyengir.


"What? cemburu, emang nya keliatan? " kata Karmila sok polos.


Seketika Rangga ketawa.


" Sangat jelas Markonah, lebay deh masak cemburu sama adik sendiri".


" Siapa yang cemburu bambang biasa saja".


" Yakin benarkan? ".

__ADS_1


" Ho oh lah".


" Ngak percaya, tapi di liat liat Tiara cantik, ngak kayak kakak nya jelek" ledek Rangga.


" Hek, jelek? kenapa kamu mau? ".


" Terlanjur hahahaha".


Mila memukul bahu Rangga.


" Aww kebiasaan nih orang kasar banget" kata Rangga.


" Rasain, makanya jadi orang jangan nyebelin" untung mereka agak berjauhan dari meja keluarga dan anak anaknya, sehingga keluarga nya yang lain tidak mendengar mereka berdebat.


" Habis ini kita kemana? ".


" Ngak tau".


" Tanya Tiara saja ah, pecuma tanya sama kamu, jawabnya ngak tau mulu" Rangga pun menuju Tiara seketika Mila menjadi beku.


Rangga sengaja membuat Karmila cemburu, mestipun Karmila bersikap biasa biasa saja.


Karmila melihat Rangga dan Tiara begitu akrab, sampai sering melihat mereka saling melempar senyum, dan becanda.


Hati Mila sedikit panas, tapi dia berusaha menenangkan fikiran nya, dia merasa tidak mungkin cemburu kepada adik nya sendiri.


***


Setelah puas jalan jalan mereka berencana pulang ke penginapan, Abang nya Mila mengajak keluarga Rangga untuk menginap di rumah nya, tapi mereka menolak dengan sopan, mereka sudah terlanjur menyewa penginapan untuk beberapa hari.


Kami pun mengantar Tiara pulang.


" Kamu siap siap ya, kamu kemasi baju baju kamu, besok kita berangkat" kata Mila kepada adik nya.


" Iya kak".


" Iya kak".


" Tiara jangan lupa makan ya" seru Rangga dari dalam mobil, seketika Kamila tersenyum sumbing, dengan tingkah Rangga yang sok perhatian.


" Iya kak Rangga".


Setelah mintak izin pergi kepada ayah dan abangnya, Mila pun memasuki mobil, dan menuju penginapan.


Sesampainya di penginapan, Karmila tidak berkata terlalu banyak, dia sedang memikir kan jika membawa Tiara nanti.


Tiara akan tinggal dimana, dia khuatir nanti ada tetangga yang salah paham, posisinya Tiara sedang hamil, tapi tidak bersama suami nya.


" Kamu kenapa nak? " tanya mertua Mila.


" Tidak bu, cuma mikirin nanti Tiara tidur dimana? rumah kami cuma punya dua kamar, aku binggung bu".


" Ngapain bingung, dia bisa tinggal dengan ibu, supaya ibu ada teman nya".


" Benaran buk, ibu ngak keberatan? ".


" Tidak nak, ngak usah kamu pikirin, yang penting kita bantu dia mencari suami nya, "


" Iya bu, makasih ya bu" Karmila memeluk ibu mertuanya.

__ADS_1


" Sama sama nak, mari kita istirahat ibu capek".


" Iya bu, ayok".


Mereka pun menuju kamarnya masing masing.


Di dalam kamar Mila melihat Rangga sudah tertidur pulas, lalu berkata.


" Halah omong doang kata nya mau bulan madu, lah nyata nya di tinggal tidur, ah ngak asik" Mila pun ikut berbaring do samping Rangga.


Mereka kelelahan, karna sudah jalan jalan seharian apa lagi Rangga yang seharian menyetir.


Mereka pun tertidur pulas.


Menjelang subuh, Rangga terbangun, dia melihat Karmila tertidur pulas, dia teringat tujuan kesini untuk bermadu kasih dengan Mila, tapi dia melupakan nya, dia pun merasa bersalah.


Dengan lembut Rangga membelai Karmila, dengan berlahan dia menyatukan **bir mereka, Karmila pun kaget dan terbangun.


Tampa menolak, Mila pun membalas tautan **bir mereka, berlahan tapi pasti mereka lakukan adegan sensitif dengan minat.


Penyatuan itu sangat bergairah, ditemani udara dingin yang di sapu rintikan hujan di luar sana.


Sampai di puncak nya, mereka puas dan tertidur pulas.


***


Pagi hari mereka agak terlambat bangun, untung saja ibu mertua mengetuk pintu dari luar, jadi mereka masih sempat bersih bersih dan beribadah.


Setelah berkemas kemas Karmila dan keluarganya sarapan di warung di depan penginapan setelah itu mereka siap siap.


Akhirnya mereka semua berangkat, dan tujuan pertama mereka adalah menjemput Tiara, setiba di rumah orang tua Karmila ternyata sudah di tunggu Tiara dan ayahnya.


Tiara sepertinya agak kesal, tidak tau penyebabnya.


" kamu kenapa Tiara? ".


" Itu mereka yang di dalam dari tadi nyindir nyindir aku, aku muak dengan mereka".


" Sudah biarkan saja mereka, mereka ngak bakalan berubah, " kata Karmila.


Tak berapa lama abang nya Karmila datang, membawa macam macam oleh oleh khas Minang untuk Karmila adik nya.


" Apa itu bang, banyak sekali".


" Oleh oleh untuk kalian".


" Maksih ya bang, oiya ayah, ayah yakin tidak mau ikut abang kerumahnya".


" Tidak nak ayah di sini saja, di sini ayah bisa berkebun".


" Ya sudah ayah jaga diri ya, kalau ada apa apa hubungi kami".


" ya nak kalian juga hati hati di jalan, setelah sampai hubungi ayah yah".


" Iya yah itu pasti, kami berangkat dulu ya yah, abang jagain ayah ya bang".


" Iya Mila, kalian hati hati ya ,jagain adik kamu juga, bantu dia mencari suaminya".


" Ya bang kami akan berusaha mencari suaminya".

__ADS_1


Setelah itu mereka semua berjabat tangan mereka pun berangkat kembali ke kota, berat rasa nya kembali meninggal kan ayahnya dan kampung halaman tercinta.


Dan Karmila berharap tahun depan bisa kembali kesini lagi.


__ADS_2