
" Kurang asem banget si Rangga,kok dia bodoh banget si mas, jelas jelas Karmila jadi penyebab ibu nya meninggal, tapi masih di kasih ampun, dasar lelaki bodoh" Rido hanya diam mendengarkan Lilis berkicau.
" Mas, hello mas, kok diam saja? ".
" Yah kamu lagi ngomong yah, maaf ngak dengar" Rido kembali mengarahkan pandangan ke arah Karmila yang telah menjauh dari mereka.
" Mas kenapa liat kesana terus? " tanya Lilis sangat kesal karna Rido masih memandang Karmila mantan istrinya.
" Eh ngak, aku kasian saja liat Mila, pasti tangan nya sakit, tuh liat pakai di ikat segala tuh" Rido memang sangat kasian melihat Karmila.
" Mas, apa apaan kamu, pakai acara kasian kasian segala, jangan bilang kamu masih ada rasa padanya" Kata Lilis cemburu.
" Ck, Apa apaan kamu, kan sudah ku bilang cuma kasian, kok malah melebar kemana mana omongan mu" Kata Rido sedikit kesal.
" Bukti nya tuh, kamu simpati kepada dia, ingat ya mas, dia bukan punya mu lagi, sekarang istri kamu adalah aku,".
" Iya bawel, ngak usah di ingatin juga kali, aku cuma kasian, itu doang, ya kamu bisa liat saja sendiri, dulu selama dengan ku tidak pernah terluka seperti itu, tapi semenjak bersama si Rangga dia cedera seperti itu, benar benar tu si Rangga, tidak bisa jaga Mila" Rido tidak sadar sudah membanding bandingkan dia dengan Rangga.
" Mas! terus, terus saja kamu ngomongin dia, yang gagal move on sebenarnya siapa sih, benerkan mas masih ada rasa padanya" Rido pun menoleh kepada Lilis.
" Ck, apaan sih, ya enggak lah" Padahal sebenar nya Rido tidak bisa melupakan Karmila, tapi sakit hati nya kepada Mila mengalahkan semuanya, dia tidak di terima di gugat secara sepihak, padahal dia tidak ingin melepaskan Mila, bagaimana pun bejatnya dia, tapi Mila adalah cinta pertama nya.
Rido pun melangkah meninggal kan Lilis.
" Mas tunggu" tapi Rido pura pura tidak mendengarkan nya.
**
Sesampainya dirumah mereka.
" Mas Rido, mas jadi kapan membayar utang yang Lima juta itu padaku, " Lilis menagih lima juta yang di Pinjam Rido waktu itu.
__ADS_1
Waktu itu Rido terpaksa meminjam uang ke rentenir untuk pengobatan ayah nya yang sakit di kampung, tapi sayang dia tak mampu membayar karna bunga nya sangat besar, padahal dia cuma meminjam dua juta, tapi harus membayar 5juta.
Dia di kejar kejar rentenir, dan akhirnya Lilis mau meminjam kan uang nya dengan syarat orang tua Rido bersedia bekerja dirumah Lilis secara pecuma, karna terpaksa Rido pun setuju.
Tapi sayang Ayah Rido yang sakit, tidak tertolong, dia sudah pergi selamanya, sekarang tinggal lah Ibu Rido ,dan dia terpaksa bekerja di rumah menantunya sendiri, sebagai pembantu.
" Jika aku ada uang, akan ku ganti" Kata Rido membuang nafas.
" Ganti, ganti, gantinya kapan, sudah lah jangan janji janji mulu, makanya cari kerja yang bagus, jangan jadi sopir mulu, aku malu tauk, gajinya Wmr lagi, mana cukup" kata Lilis ketus.
" Ya harus gimana lagi , aku punya pekerjaan hanya seperti itu".
" Ya sudah sekarang pergi kerja sana, cari duit yang banyak" Lilis pun pergi meninggal kan Rido dengan angkuh nya.
Rido hanya menghela nafas kasar, dia berpikir mungkin ini adalah karma baginya, karna telah menyakiti Mila dulu, entah kenapa sampai sekarang Rido tidak bisa melupakan mantan istrinya.
Dia sangat cemburu melihat Rangga sangat menyayangi Karmila, selama ini Rido sering memantau Mila diam diam, sungguh Rido tidak bisa melupakan Karmila.
" Rido" Ibunya membelai rambut anak nya dengan lembut.
Rido kaget.
" Eh ibu, ada apa bu?" Rido berusaha setenang mungkin.
"Kok melamun? " Tanya Ibu Rido.
" Tidak ada kok bu" Rido berusaha tersenyum.
" Nak tadi Ibu berdiri di jendela, melihat kamu berbicara dengan Mila, apa kalian bertengkar lagi" Ibu Rido tau selama ini anak nya, masih memperhatikan Karmila, tapi Rido menyembunyikan perasaan nya, dan malah menyakiti hati Mila.
" Ah ngak kok, kami bicara biasa biasa saja kok" kata Rido menyembunyikan yang sebenar nya yang terjadi.
__ADS_1
" Gimana ke adaan Mila? Apa tangan nya masih sakit? kasian dia, tangan nya harus di gips".
"Apa di gips? apa tangan nya patah? " Tanya Rido, karna Rido tidak mengetahui itu.
" Tidak cuma retak, Ibu tau dari tetangga, ibu belum bisa datang kerumah mereka, untuk melayat, karna Lilis melarang Ibu keluar Rumah" Kata Ibu Rido dengan muka bersedih .
Ibu Rido sangat menyayangi Mila, dia sangat ingin memeluk mantan menantunya itu, tapi di halangi Lilis, karna di rumah itu Lilislah yang berkuasa, karna Lilis tidak mau Mertuanya dekat dekat dengan Karmila, dia sangat benci hal itu.
" Aku tidak tau itu bu, kasian sekali dia bu, kenapa dia sangat bodoh sekali, mengorban kan dirinya untuk orang lain".
" Mila anak baik , dia peduli kepada semua orang, tapi sayang dia bukan istri mu lagi, ibu sangat sedih" Rido pun menunduk, Rido ingin membenarkan perkataan Ibunya, tapi dia teringat Mila telah membuangnya, simpati itu kembali menjadi dendam.
" Ibu harap kamu jangan menyakiti Mila lagi, relakan dia, lupakan dia, mulai lah hidup dengan yang baru, dan satu lagi, jangan pernah lupakan anak anak mu, merekalah kehidupan mu, jangan pernah lupakan itu" kata Ibu Rido menasehati anaknya.
Sebenarnya Rido sangat merindukan anak anak nya, Rido khilaf pernah meragukan darah daging nya itu, tapi sedikit heran, akhir akhir ini dia tidak melihat anak anaknya, biasanya mereka selalu bersama Karmila.
" Di mana kah mereka sekarang ya bu, aku jarang melihat mereka".
" Apakah kamu tidak tau, setelah kecelakaan itu, anak anak mu di bawa om nya ke kampung, karna Karmila pasti ke walahan mengurusi keluarga nya hanya dengan satu tangan, sebenarnya ibu juga merindukan anak anakmu Rido" Akhirnya Ibu Rido menangis.
Rido melihat ibunya dan merangkul ibunya.
" Maafin Rido ya buk, Rido telah banyak kecewakan ibu, aku janji akan berubah bu, aku tidak ingin membuat ibu bersedih lagi" Rido pun ikut menangis dalam pelukan ibunya.
Rido sudah berjanji pada dirinya sendiri akan berubah, dia ingin menjadi orang baik lagi, Rido sangat menyesal telah menghancurkan kehidupannya sendiri.
Dan dia juga menyesal telah menyakiti Karmila, dan dia sudah bertekat jika ada kesempatan, dia akan minta maaf kepada Karmila dan juga anak anaknya.
Mestipun Karmila bukan miliknya lagi, setidaknya dia ingin menjadi ayah yang baik untuk anak anak nya, dia bersalah tidak pernah dekat dengan anak anak nya, dan kini Rido merindukan mereka.
Uuuuuh baperkan, terus dukung Karmila ya, jangan lupa like, komen,gifts dan vote nya ya 💕
__ADS_1